Kamu Wajib Tahu, Tantangan dan Peluang Kerja Jarak Jauh

Sejak pandemi mengglobal, dunia usaha cepat menyesuaikan diri. Perusahaan menerapkan kerja hybrid, sejumlah karyawan bekerja dari rumah sementara sebagian yang lain kembali ke tempat kerja. Banyak orang masih belajar beradaptasi dengan model ini.

Model kerja hybrid memang menawarkan lebih banyak waktu untuk keluarga, memangkas waktu tempuh perjalanan menuju kantor. Namun bukan berarti hal itu dapat mudah diwujudkan. Perlu ada antisipasi menyiasati tantangan yang ada.

Ancaman yang nyata adalah pekerja mengalami kelelahan digital dan tim lebih terkotak-kotakkan. Menurut penelitian Work Trend Index 2021, “The Next Great Disruption is Hybrid Work – Are We Ready?” yang digagas Microsoft, 40% pekerja di Indonesia mengalami penurunan interaksi dengan rekan kerja. Sementara 61% pekerja merasa terlalu banyak bekerja. Hal mengkhawatirkan, 68% Gen Z merasa kesulitan bertahan hidup.

Faktor utama yang membuat hal di atas terjadi adalah meningkatnya waktu yang dihabiskan dalam rapat. Padahal menurut penelitian Microsoft, rapat berturut-turut bisa menurunkan kemampuan orang untuk kontributif dalam rapat. Peralihan dari rapat ke rapat lainnya dapat menjadi sumber stress yang tinggi.

Hal yang menarik saat 53% business leader mengatakan jika mereka semakin berkembang, namun 33% pekerja merasa perusahaan meminta terlalu banyak kepada mereka di tengah situasi seperti saat ini. Terjadi kesenjangan apa yang dirasakan pemimpin dan pekerja.

Kondisi saat ini pemimpin perusahaan dan pekerja harus berkolaborasi melakukan inovasi untuk menjaga ritme kerja perusahaan.

Perusahaan perlu membuat rencana memberdayakan pekerja dengan fleksibilitas tinggi dan mengatasi kelelahan digital dengan membangun aspek humanis, sosial dan budaya. Ruang kantor perlu ditata ulang untuk mengakomodir dunia fisik dan digital, sehingga karyawan dapat selalu menjaga performa.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...