Jenis Makanan Ini Bisa Bikin Anak Puber Sebelum Waktunya

Orang tua pasti menginginkan anak-anaknya tumbuh sehat dan normal, secara fisik maupun psikologis. Jika Anda berharap tumbuhan atau buah-buahan yang Anda tanam dan pelihara berkembang dengan cepat, tentu tidak demikian dengan anak-anak Anda. Kita pasti khawatir jika anak-anak kita tumbuh terlalu cepat atau terlalu lambat.

Namun demikian, secara umum pertumbuhan fisik dan psikologis anak-anak sekarang lebih cepat ketimbang dulu. Jika dulu anak remaja baru mengalami pubertas, yang ditandai menstruasi atau mimpi basah, di usia 12-15 tahun, sekarang bisa di bawah usia tersebut.

Sebuah riset di Amerika, menyebut bahwa sebelum abad ke-20, anak perempuan mengalami pubertas di usia 16-17 tahun. Sekarang, anak perempuan di AS mulai tumbuh payudara sebelum usia 10 tahun, dan menstruasi pertama pada usia sebelum 10 tahun.

Bahkan, hampir 16 persen remaja perempuan di AS mengalami pubertas pertama di ulang tahunnya yang ke-7, dan sekitar 30% pada usia 8 tahun.

Sementara di Indonesia, menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 usia menstruasi pertama rata-rata masih berada di rentang usia 11 hingga 13 tahun.

Apa yang menyebabkan anak-anak puber lebih cepat?

Salah satunya makanan. Beberapa jenis makanan atau minuman dapat mempercepat pubertas. Misalnya, makanan dengan kandungan lemak yang tinggi. Lemak yang tinggi memperbanyak produksi hormon estrogen pada tubuh. Hormon estrogen berperan besar mempercepat kematangan sistem reproduksi.

Selain makanan, pubertas sebelum waktunya bisa juga disebabkan kondisi kesehatan, kurang aktivitas fisik atau terpapar polusi dan zat kimia.

Berikut makanan yang sepatutya diwaspadai oleh anak-anak Anda karena dapat menyebabkan pubertas dini:

Makanan berminyak

Sebagian besar minyak goreng yang ada di Indonesia adalah minyak dari tumbuhan yang telah dirafinasi. Artinya, kandungan minyak tersebut sudah diubah secara kimiawi. Minyak jenis ini mudah sekali diserap tubuh dan diubah menjadi lemak hanya dalam waktu beberapa menit saja.

Makanan berprotein hewani

Protein hewani seperti daging dan telur bisa mengakibatkan puberitas dini pada anak. Mengkonsumsi daging dapat meningkatkan IGF-1 (sejenis hormon pertumbuhan) yang berhubungan dengan puberitas dini. Termasuk daging yang digunakan pada makanan cepat saji. Steroid dengan kandungan testosteron yang disuntikkan pada hewan agar lebih gemuk meningkatkan kadar hormon seks yang mempercepat puberitas.

Susu sapi dan produk turunannya

Susu sapi yang dijual di pasaran, biasanya diambil dari sapi industri yang direkayasa agar hamil terus-menerus agar produksi susunya tidak terhenti. Kehamilan sapi tersebut membuat kadar estrogen dalam tubuh dan susu sapi meningkat. Makanya, mengkonsumsi susu sapi setengah liter saja pada remaja perempuan dapat meningkatkan kadar IGF-1 sebanyak 10%.

Lantas, apakah makanan dan minuman tersebut harus dihindari anak-anak? Tentu saja tidak. Hanya saja perlu diperhatikan takaran dan jenisnya. Bagaimanapun makanan dan minuman tersebut dibutuhkan tubuh anak Anda.

Ilustrasi menuangkan susu sapi ke gelas. Foto: Egin Akyurt.

Pada daging misalnya, lebih baik anak-anak mengonsumsi daging segar yang Anda buat sendiri ketimbang membeli dari rumah makan cepat saji. Minyak juga sebaiknya menggunakan yang lebih alami dan memperhatikan cara mengolahnya. Demikian juga dengan susu, susu kedelai atau almond bisa menjadi alternatif untuk mengganti susu sapi. Kurangi juga mengkonsumsi makanan siap saji.

Penelitian yang dilakukan Abdulmoein E Al-Agha berjudul Correlation between Nutrition and Early Puberty in Girls Living in Jeddah, Saudi Arabia yang dipublikasikan di Women’s Health Care tahun 2014 menunjukkan, konsumsi daging ayam, daging sapi, makanan cepat saji, dan kentang goreng berkorelasi dengan pubertas dini. Penelitian tersebut dilakukan pada 568 anak perempuan dari daerah yang berbeda. Hasilnya, anak perempuan di bawah usia 8 tahun sudah mengalami tanda-tanda pubertas.

Apa dampak buruk bagi anak yang mengalami pubertas dini?

Salah satu dampaknya, dalam jangka waktu 2-3 tahun pertumbuhan tulangnya bakal terhenti. Selain itu, bisa saja timbul rasa malu dan minder saat anak tersebut dilihat oleh teman-temannya. Misalnya, anak yang masih kelas 3 atau 4 SD tapi fisiknya sudah seperti orang dewasa, secara psikologis pasti ada perasaan malu dan minder. Anda tentu tidak menginginkan ini terjadi pada anak-anak Anda.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...