ITS Ciptakan PETIS, Alat Cuci Tangan Otomatis

Sudah setahun ini kita dilanda pandemi corona (Covid-19). Untuk mencegah penularan pandemi ini semakin masif, kita pun dianjurkan untuk selalu pakai masker, mencuci tangan dan jaga jarak. Maka, tidak heran jika kita bepergian ke warung makan atau tempat-tempat umum lainnya selalu tersedia hand sanitizer (alat cuci tangan).

Namun, hand sanitizer yang selama ini ada juga masih berpotensi menjadi sarana penyebaran virus karena adanya sentuhan pada benda tersebut oleh beberapa orang. Jadi, masih belum benar-benar steril. Karena itu, penting adanya hand sanitizer yang bebas dari sentuhan tangan orang.

Di sinilah Institute Teknologi Surabaya (ITS) selangkah lebih maju dalam mewujudkan keinginan tersebut. Baru-baru ini, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (ABMAS) Laboratorium Tegangan Tinggi, Departemen Teknik Elektro ITS berhasil menciptakan PETIS, alat cuci tangan otomatis.

Pasar Wonokromo Surabaya adalah tempat pertama yang menjadi ujicoba alat ini. Menurut Dr Eng I Made Yulistya Negara (Ketua ABMAS), tempat tersebut dipilih karena menjadi salah satu aspek ekonomi yang penting dalam menunjang kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Tampilan desain prototipe PETIS, alat pencuci tangan otomatis rancangan Tim Abmas Departemen Teknik Elektro ITS. (Foto: its.ac.id)

PETIS memiliki teknis kerja yang hampir sama dengan pencuci tangan portable lain. Namun, terdapat tambahan fitur teknologi seperti wastafel otomatis, sabun otomatis dan thermogun yang akan memberikan hasil suhu tubuh dan terhubung dengan speaker. Serta Water Censor Detector yang akan memberikan pemberitahuan jika air pada tandon akan habis.

Koordinator Tim ABMAS Chairul Bahy menjelaskan, teknis penggunaannya, di mana alat akan mengecek suhu tubuh pengguna melalui thermogun yang sudah terintegrasi dengan wastafel. Selanjutnya pengguna dapat melakukan cuci tangan dengan sabun secara otomatis tanpa bersentuhan dengan alat.

“Hal ini bertujuan untuk meminimalisir sentuhan yang berdampak pada penyebaran virus,” lanjut Bahy melalui siaran pers, Senin (1/2).

Salah satu keunggulan dari PETIS yaitu dapat memeriksa suhu tubuh masyarakat yang ingin ke pasar. Sehingga memudahkan petugas untuk menyeleksi pembeli yang mengalami demam.

“Maka petugas dapat mengambil tindakan kepada pembeli tersebut agar tidak diperbolehkan masuk ke pasar. Selain itu, dengan adanya keran air dan sabun otomatis ini diharapkan dapat mengurangi sentuhan terhadap bidang,” terang Bahy.

Keunggulan terakhir yaitu Alarm Water Detector yang mampu memberikan alarm jika terdapat kekurangan air pada tandon alat PETIS.

“Sehingga dapat segera diisi secepat mungkin,” ujar Bahy lebih lanjut.

Dengan semakin maraknya pandemi ini dan hampir sudah menyebar ke pelosok-pelosok desa, keberadaan alat ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yakni menjaga jarak, memakai masker dan rajin menjaga kebersihan tangan.

“Sehingga dapat membantu mengurangi penyebaran virus terutama pada pasar tradisional dan dapat menurunkan angka kasus Covid-19,” harap Bahy mengakhiri.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...