Istiqlal Akan Adakan Pendidikan Kader Ulama Perempuan

Sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Masjid Isiqlal dengan Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (KPPA), pada Jum’at (19/2), Imam Besar Masjid Istiqlal Prof KH Nasaruddin Umar akan mengadakan pendidikan kader ulama perempuan.

“Banyak ulama, tetapi yang perempuan sangat langka. Di seluruh dunia, tidak pernah kita dengar ada majelis ulama yang ketuanya perempuan, padahal tidak diharamkan,” kata Nasaruddin.

Menurut Nasaruddin, ada hadist yang menyatakan bahwa perempuan juga bisa mengkaji Alquran. Tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam mempelajari dan mengkaji Alquran dan hadist.

“Melalui pendidikan kader perempuan, saya berharap bisa lebih banyak ulama-ulama perempuan di berbagai daerah sehingga pembacaan Alquran dan penafsirannya tidak bias gender,” ujar Nasaruddin lebih lanjut.

Nasaruddin menambahkan bahwa sejumlah negara sangat tertarik dengan pendidikan kader ulama perempuan tersebut.

“Belum ada di Mesir maupun di mana pun. Kita yang akan memulai,” tuturnya.

Menurut Nasaruddin, kualitas dan kuantitas ulama perempuan sangat diperlukan untuk membaca dan menafsirkan Alquran dan hadist karena banyak persoalan yang dihadapi masyarakat berkaitan dengan masalah rumah tangga.

“Apalagi, Alquran juga lebih banyak mengatur tentang hukum-hukum keluarga daripada hukum-hukum bermasyarakat apalagi bernegara,” pungkasnya.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...