Internasionalisasi Aswaja An-Nahdliyah Jadi Tema Harlah NU ke-93

KHARTOUM – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan menggelar peringatan Harlah Nahdlatul Ulama ke-93 yang diadakan di Wisma PCINU Sudan, Arkaweet, Khartoum pada Kamis (31/1). “Alhamdulillah PCINU Sudan dapat menyelenggarakan acara Harlah NU yang ke-93 dengan tema Internasionalisasi Aswaja An Nahdliyah,” ucap Jalaluddin Faiz Ketua panitia acara saat mengawali sambutan.

Jalaluddin menambahkan, bahwa sebagai duta NU di luar negeri sudah sepatutnya menebarkan benih-benih ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah ke ranah Internasional. Ia melihat sebagaimana lambang NU yang bergambar bola dunia, maka NU perlu menjadi garda terdepan Islam yang rahmatan lil’alamin.

Acara diawali dengan tawasul dan tahlil lalu dilanjutkan dengan shalawat dan pembacaan ayat suci al Qur’an yang disusul dengan sambutan-sambutan.

Ketua Tanfidziyah PCINU Sudan, H. Muthiullah Hibatullah dalam sambutannya menyampaikan bahwa ia bersyukur bisa melaksanakan Harlah NU di sela-sela ujian.

“Alhamdulillah, kita mendapatkan kenikmatan bisa menghormati sekaligus mengenang dan mengambil ibrah dari kelahiran jam’iyah yang barakah ini,” ucapnya.

Menurut Muthiullah, menuju satu abad, NU masih istiqamah menjaga tradisi, budaya, keislaman, aqidah dan menjaga spirit kebangsaan di Indonesia bahkan di dunia.

Selanjutnya, yang dimaksud dari tema ini ialah menampilkan nilai nilai Islam, karakterikstik dan ciri khas Islam yang ada di Indonesia. “Nilai-nilai Aswaja An Nahdliyah yang kita kenal dengan tasamuh, tawazun, tawasshut kita mau dakwahkan ke seluruh dunia” jelas Ketua PCINU Sudan.

Sambutan yang terakhir, yang seyogyanya oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) untuk Sudan dan Eritrea, Drs. Rossalis Rusman Adenan, MBA, namun diwakilkan oleh Bapak Jumara Supriadi.

“Selamat kepada panitia dan keluarga besar PCINU Sudan terutama NU yang sedang menghormati Harlah-nya, semoga NU bisa terus berkontribusi kepada negara dan bangsa,” ungkapnya mewakili Duta Besar LBBP untuk Sudan dan Eritrea.

“Jadikan ini momentum yang tepat bagi temen temen untuk intropeksi, kontemplasi ke belakang saat ini dan ke depan. Bagaimana menginternasionalkan nilai nilai Aswaja An Nahdliyah ke dunia. Dengan melihat latar belakang, peran ke depan seperti apa untuk dirumuskan dan dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap lahirnya NU 93 tahun yang lalu,” terang Pak Jumara.

Pak Jumara potong tumpeng.

Acara dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi Rangkaian acara Harlah NU ke-93 dengan pemotongan tumpeng juga oleh Jumara yang diserahkan langsung pada Rais Syuriah PCINU Sudan, Ust. H. Muhammad Luqman Hambali, yang juga menutup acara dengan do’a.

Hadir para Pengurus PCINU, Ketua KPU, pekerja dan puluhan mahasiswa asal Indonesia serta teman teman dari Thailand. (eep)

Baca Lainnya
Komentar
Loading...