Inilah 6 Aktivitas Mencegah Kepikunan

Salah satu ketakutan yang dirasakan para lansia (lanjut usia) adalah kepikunan. Karena itu, menjadi tua itu tidak harus pikun. Apakah bisa? Bisa saja dan sangat mungkin diwujudkan, asalkan tahu triknya.

Dalam buku Kiat Sehat Bagi Lansia (2006) karya Iwan Suwarsa disebutkan tentang enam aktivitas yang dapat mencegah pikun di hari tua. Keenam aktivitas itu sebagai berikut:

1. Menekuni Hobi

Menurut Iwan, menekuni hobi seperti bermain musik, menulis, membaca buku, berkebun di halaman dan mengutak-atik alat-alat elektronik yang pada masa aktif barangkali pernah ditinggalkan, dapat dijadikan agenda kegiatan para lansia.

2. Aktivitas Sosial

Menurut Iwan, sangat dianjurkan untuk lebih banyak mengikuti kegiatan sosial, seperti bergabung dengan beberapa yayasan amal; LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang menangani anak-anak terlantar; mengikuti kursus kelas malam, seperti kursus bahasa asing, memasak, dan kursus musik.

“Dengan kegiatan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kognisi para lansia,” ujarnya.

3. Mengisi TTS

Pada saat senggang, kata Iwan, mengisi teka-teki silang (TTS) dapat pula dicoba sehingga diharapkan dapat mencegah kepikunan dalam tahap normal. Kegiatan tersebut dapat mengaktifkan kembali kerja otak dalam menggali pengetahuan.

“Kegiatan lain yang serupa dapat pula dilakukan, seperti main puzzle, figjig dan computer game,” ujarnya lebih lanjut.

4. Selalu Beraktivitas

Menurut Iwan, sebaiknya para lansia tinggal di rumah dengan berbagai aktivitas dan dapat ditemani cucu atau pembantu.

“Mereka tidak dianjurkan untuk tinggal di panti Jompo atau di rumah yang memanjakan,” ujar Iwan.

5. Drawing Meditation

Salah satu cara untuk menggugah kembali kreativitas dalam pikiran dan jiwa para lansia adalah dengan menggambar. Menurut Iwan, kegiatan ini bukan untuk melihat hasilnya bagus atau tidak, melainkan yang penting adalah mengeluarkan segala perasaan dan pikiran negatif agar tidak tersumbat.

“Cara sederhana ini dapat menggantikan obat-obatan pengendali hiperkinetik, gagap, gugup, rendah diri, atau gangguan emosional lainnya. Diharapkan kegiatan tersebut dapat berpengaruh positif bagi perkembangan jiwa lansia,” ujar Iwan.

6. Senam Otak

Menurut Iwan, kegiatan yang satu ini bertujuan memfungsikan terus-menerus organ tubuh, indera, dan otak sehingga kepikunan dapat diperlambat saat memasuki lansia.

Adapun gerakan sederhana senam otak tersebut, berdasarkan rekomendasi ahli gerontologi adalah:

a. Gerakan silang yang saling bergantian. Tangan atau siku kiri menyentuh tumit kanan dan tangan kanan menyentuh tumit kiri (bergantian) masing-masing selama tiga menit.

b. Gerakan sambil berbaring dengan posisi terlentang. Kepala dan kaki sedikit diangkat, lalu secara bergantian satu siku menyentuh lutut yang berlawanan.

“Gerakan kaki seperti naik sepeda ini, bertujuan melegakan punggung bagian bawah dan melancarkan peredaran darah yang berguna dalam menerima proses pembelajaran (untuk menunjang aktivitas membaca, menghitung, mendengarkan, dan menulis),” ujar Iwan.

c. Gerakan anak merangkak. Gerakan tangan dan kaki kiri secara bersamaan disertai kepala diputar ke arah yang sama.

“Gerakan ini bermanfaat agar kedua belak otak diaktifkan secara bersamaan dan indera penglihatan mengalami perbaikan,” pungkas Iwan.

Demikian enak aktivitas yang menghambat terjadinya kepikunan di hari tua. Anda tidak ingin pikun di hari tua Anda? Lakukan aktivitas-aktivitas tersebut. Selamat mencoba!

Baca Lainnya
Komentar
Loading...