Ini Pentingnya Talqin Dzikir Menurut Syekh Abdul Qadir Al Jailani

Talqin berasal dari kata laqqana yulaqqinu yang berarti memberi pelajaran

Orang yang mendapatkan talqin dzikir qalbunya akan hidup sebagaimana ditegaskan oleh pengarang Kitab Tafsir Al Jilani itu.

“Qalbu hanya akan hidup jika mendapatkan benih kalimat tauhid dari qalbu yang hidup, benih itu akan tumbuh dengan sempurna. Sedangkan benih yang tidak sampai (tertanam) maka ia tidak akan tumbuh.”

Dalam Al Qur’an benih kalimat tauhid ada dalam dua tempat. Pertama, benih kalimat tauhid yang diajarkan secara ucapan dzahir untuk orang umum seperti dalam QS. Ash-Shaffat, Ayat 35,

.. إِذَا قِيلَ لَهُمۡ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ ..

…apabila dikatakan kepada mereka, “La ilaha illallah”.

Kedua, benih kalimat tauhid yang diajarkan disertai dengan ilmu hakikat. Inilah talqin dzikir bagi orang khusus.

فَٱعۡلَمۡ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لِذَنۢبِكَ وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مُتَقَلَّبَكُمۡ وَمَثۡوَىٰكُمۡ

Maka ketahuilah, bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat usaha dan tempat tinggalmu. (QS. Muhammad, Ayat 19).

Syekh Abdul Qadir menyebut dalam Sirrul Asrar tersebut, bahwa orang yang pertama kali meminta dari Nabi Saw jalan yang paling dekat, paling utama dan paling mudah ialah Ali bin Abi Thalib kw. Setelah diminta, saat itu nabi menunggu hingga malaikat Jibril turun dan mentalqinkan kalimat tauhid kepada Nabi sebanyak tiga kali.

Nabi kemudian mengikuti sebagaimana yang diucapkan oleh Jibril padanya. Barulah kemudian nabi mentalqinkan kalimat tauhid itu kepada Ali bin Abi Thalib, dan setelah itu ia mendatangi sahabat dan mentalqin mereka semua.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...