Ini Pentingnya Menghargai Ilmu

Ilmu memiliki kemuliaan yang luar biasa. Kemuliaan ilmu akan terus melekat walaupun kita tidak mau memuliakan dan menghormatinya. Akan tetapi, orang yang mau menghormati dan memuliakan ilmu, pasti akan dimuliakan oleh ilmu itu sendiri.

Ilmu akan mengangkat derajat orang-orang yang mau mempelajarinya, terlebih akan mengangkat derajat dan memuliakan orang-orang yang memilki ilmu.

Ilmu itu ibarat manusia, jika kita mau menghormatinya pasti akan mendekat. Begitu juga sebaliknya, tatkala kita mencela dan tidak menghormatinya, pasti akan menjauh dan pergi.

Ada sebuah kalimat bijak berbunyi, “ilmu itu memilih tuanya, jika diberlakukan baik, maka dia (ilmu) akan setia dengan tuannya (melekat di hati), begitu sebaliknya jika tidak diperlakukan baik, maka dia (ilmu) akan menghindar.”

Dalam kitab Ta’lim disebutkan bahwa, “pelajar tidak akan mendapatkan ilmu dan tidak juga memetik manfaat ilmu, selain menghargai ilmu dan menghormati ahli ilmu (Ulama’), menghormati guru dan memuliakannya.” Juga disebutkan sebuah kata mutiara, “tiada keberhasilan seseorang dalam mencapai sesuatu dengan menghormatinya dan tiada kegagalannya selain karena tidak mau menghormatinya.”

“Penghormatan lebih penting dari pada ketaatan; bukankah engkau tahu bahwa manusia tidak menjadi kafir karena berbuat maksiat, tapi bisa kafir karena meremehkan dan tidak menghormatinya.” Kata seorang bijak dalam kitab Ta’lim. Begitu pentingnya penghormatan dan menghargai sebuah ilmu, dan tentunya akan mempengaruhi juga kemanfaatan dan keberkahan ilmu.

Memuliakan ilmu itu harus lahir dan bathin. Bentuk lahir adalah bentuk fisik itu sendiri, yakni al-Qur’an, kitab dan buku. Sedangkan bathin yakni dengan membaca, mengulang, mempelajari, dsb. Bagi santri di pesantren menghargai ilmu itu bukan sesuatu yang asing, karena mereka yakin bahwa dengan menghargai dan memuliakan ilmu, akan mendapat barakah dari ilmu itu sendiri.

Para santri akan memuliakan ilmu dengan banyak cara. Diantaranya setiap kali sebelum ataupun sesudah mengaji, santri akan mencium kitabnya layaknya seorang kekasih.

Selain itu, santri akan meletakkan kitab ataupun bukunya tidak di sembarang tempat, yakni dengan menaruh di tempat yang lebih tinggi sekiranya tidak sejajar dengan kaki sampai pusar. Ataupun juga setiap kali membawa akan meletakkan di dada, minimal tidak akan sampai membawanya secara sembarangan, apalagi sampai sejajar diantara pusar sampai kaki.

Selain itu, bagian dari menghargai dan menghormati ilmu adalah dengan menghargai orang-orang yang memiliki ilmu, baik itu kyai, guru, ustadz atau siapa saja yang dinilai memiliki ilmu.

Bagi santri di pesantren, menghormati kyai juga tidaklah asing, santri begitu hormat, takdzim, dan penuh rasa tawadlu’ kepada kyai. Tidak akan pernah berani membantah apa yang diperintahkan guru, bahkan saking hormatnya santri akan sedikit membungkukkan kepala saat bertemu dengan kyai. Begitulah santri menghargai ilmu, dengan menghargai orang yang memiliki ilmu. Wallahu ‘Alam.

Komentar
Loading...