Ini Istimewanya Kalau Kamu Rendah Hati

Rendah hati atau dalam bahasa agama disebut dengan tawadhu’ adalah sikap yang disukai Allah sekaligus manusia. Orang yang rendah hati akan tercermin dari sikap, tutur kata dan perbuatannya.

Rendah hati muncul dari kesadaran bahwa tiada yang memiliki daya, kekuatan, kemuliaan, kekuasaan kecuali Allah Swt.

Jadi orang yang rendah hati itu selalu merendahkan hatinya, karena menyadari bahwa semua yang tinggi, yang baik, yang hebat, yang mulia, yang kuat, yang luas itu karena diizinkan Allah.

Karena diizinkan Allah inilah kemudian seseorang itu dibantu, ditolong, dipuji, dihormati, dihargai, dikenal baik, dipercaya dan dimuliakan.

Berikut keistimewaan yang kamu punya jika rendah hati:

Punya Etos Kerja dan Daya Juang

Rendah hati bukan berarti merasa minder dan lemah. Kerendahan hati muncul karena melihat keagungan dan kemuliaan Allah Swt dalam segala sesuatunya. Bukan juga pasrah menerima bahwa diri tak berdaya kemudian tak punya etos kerja dan malas berupaya. Ini jelas keliru.

Foto: Snapwire.

Justru karena kerendahan hatinya, ia bersedia untuk terus mencoba dan mengerahkan kemampuan terbaiknya. Orang yang rendah hati ikhlas untuk memilih berjuang dan berupaya dengan maksimal sambil berharapan baik kepada Allah Swt.

Lebih Tenang dan Ringan Dalam Melangkah

Rendah hati membuatnya ringan melangkah untuk memanfaatkan potensi yang Allah anugerahkan padanya. Yang ia lakukan adalah selalu mentautkan hatinya pada Allah dalam setiap upayanya. Sehingga kalau sukses ia tidak sombong, dan kalau gagal ia tidak jatuh putus asa. Dengan begitu orang yang rendah hati lebih tenang

Foto: Yogendra Singh.

Kerendahan hati ialah soal menata hati. Tanpa ditata, hati bisa liar dan kacau. Menata hati perlu pengertian yang baik mengenai hubungan yang harmonis dengan Allah Swt dan aneka ciptaan-Nya.

Jauh dari Sifat Sombong

Lawan rendah hati adalah tinggi hati atau angkuh dan sombong. Ia merasa besar ketika berhadapan yang dia anggap kecil dan merasa kecil ketika berhadapan dengan yang dianggapnya lebih besar darinya. Merasa superior ketika dengan yang lemah dan merasa minder ketika dihadapkan dengan yang dianggapnya lebih kuat. Hatinya selalu kembang kempis, berbeda dengan yang rendah hati.

Orang yang rendah hati lebih stabil hatinya. Tidak mengharuskan orang lain lebih rendah terlebih dahulu untuk mengatasi keminderannya.

Lebih Menghormati Sesama dan Mudah Bekerja Sama

Perintah menghormati yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, memuliakan sesama manusia itu sebenarnya menuntut kita untuk jadi pribadi yang rendah hati terlebih dahulu. Kalau kita rendah hati kita tidak akan senang mencibir, memfitnah, mem-bully, merendahkan sesama dengan ucapan dan kata-kata yang buruk. Itu semua dimulai dari kerendahan hati.

Foto: Fauxels.

Itulah sebabnya masyarakat kita memerlukan kerendahan hati. Melalui kerendahan hati ini akan lahir sikap terbuka, lemah lembut, kasih sayang, toleran, harmonis dan mau menerima perbedaan dan bersedia untuk bekerjasama, berkolaborasi serta bersinergi dengan sesama sesuai potensinya untuk kepentingan bersama.

Bisa Meraih Hikmah Kapanpun Dimanapun

Rendah hati juga memunculkan sikap untuk ikhlas mau melihat kekurangan diri dan mau belajar dari orang lain apapun agama, suku dan bangsanya. Bahkan dari keadaan dan lingkungan di sekitarnya.

Hikmah adalah barang hilangnya orang muslim, begitu sabda Nabi. Hal ini menyiratkan bahwa untuk memperoleh hikmah, seseorang hanya perlu kerendahan hati untuk meraihnya. Sebab hikmah bisa diperoleh bahkan dari anak kecil sekalipun. Bisa dipastikan orang yang rendah hati akan mendapatkan banyak ilmu, banyak pengetahuan dan pelajaran dari setiap pergaulannya.

Allah Akan Angkat Derajatnya

Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan, “dan tidaklah seseorang bersikap rendah hati (tawadhu’) karena Allah kecuali Allah mengangkat derajatnya. Bisa jadi derajat di dunia, bisa juga di akhirat, dan tak menutup kemungkinan di dunia dan akhirat. Itu semua karena rendah hati adalah salah satu sikap mulia.

Foto: Pixabay.

Lain halnya jika bersikap sombong atau tinggi hati yang justru akan membawa seseorang bersikap rendahan seperti marah, dendam, dengki, mementingkan diri sendiri, dan menguasai orang lain.

Namun yang perlu diperhatikan dalam rendah hati adalah ketulusan. Bukan untuk memperoleh pujian atau sekedar pencitraan.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...