Ini Dia Hidangan Khas Buka Puasa dari Penjuru Dunia

Meski Ramadhan kali ini tidak ada kegiatan buka puasa bersama akibat pandemi Covid-19, tapi bukan berarti makanan-makanan khas tidak tersaji di meja makan. Apalagi bulan puasa kali ini sebagian keluarga menghabiskan waktu di rumah, termasuk waktu berbuka.

Makanan-makanan khas ini jarang terlihat jika tidak di bulan suci Ramadhan karena memang sebagian merupakan makanan tradisional yang khas munculnya di bulan suci.

Berikut ini hidangan-hidangan khas bulan puasa dari berbagai penjuru dunia, sebagaimana dikutip dari halaltrip.com:

Chakchouka dari Aljazair

Bukan hanya di Aljazair, Chakchouka (diucapkan Shakshouka) sebetulnya juga ada di kawasan Afrika Utara. Hidangan ini terdiri dari saus tomat kental yang dicampur dengan telur rebus. Ini adalah hidangan tradisional yang menyehatkan untuk berbuka puasa.

(amazonaws.com)

Konon, asal-usul hidangan ini awalnya dari Kekaisaran Ottoman lalu menyebar melalui Timur Tengah dan Spanyol. Karena makanan Aljazair memadukan rasa Timur Tengah dan Mediterania, makanya ada banyak variasi hidangan ini.

Ada pula chakchouka yang dibuat dengan bumbu berbeda tetapi dasarnya tetap sama. Biasanya hidangan ini dimakan dengan khub atau roti, bukan dengan hidangan berat yang akan mengisi salah satu dengan tidak nyaman setelah seharian berpuasa.

Stuffed Daun Anggur dari Mesir

Konon, stuffed daun anggur merupakan warisan dari era Yunani. Hidangan ini tergolong favorit di Arab. Dinikmati sebagai camilan atau hidangan pembuka di sebagian besar restoran di sana.

(amazonaws.com)

Daun anggur diisi dengan nasi, falafel atau daging, disajikan dengan ditaburi perasan lemon dan minyak zaitun. Meski dalam membuatnya membutuhkan waktu karena harus menggulungnya, tapi ketika dihidangkan pada saat waktu berbuka tiba, hidangan ini bisa habis dalam hitungan menit saja.

Dahi Baray dari India

Di musim panas, ini adalah camilan pendingin yang sempurna, termasuk pada saat bulan puasa. Biasanya bulan Ramadhan tida di musim panas.

(amazonaws.com)

Dahi baray adalah hidangan favorit bulan puasa di India. Hidangan ini terbuat dari adonan dari kacang lentil yang digoreng hingga berwarna keemasan, lalu disiram dengan campuran yoghurt dan saus asam, asin, manis atau chutney hijau.

Haleem dari Pakistan
(amazonaws.com)

Di Pakistan, Haleem merupakan hidangan tradisional yang kerap muncul di bulan puasa. Rasa hidangan ini berbeda-beda tergantung asal daerahnya. Tiap daerah memiliki cita rasa tersendiri.

Meski begitu, bahan-bahannya dasarnya hampir sama, yaitu mengandung gandum, jelai, kacang lentil dan daging.

Adas dari Palestina
(amazonaws.com)

Adas juga disebut dengan Shorbet Adas atau Sup Lentil. Hidangan ini sebetulnya untuk musim dingin di Palestina. Tapi ketika Ramadhan datang, apapun musimnya hidangan ini selalu hadir. Hidangan ini mirip dengan Haleem di Pakistan.

Kacang lentil dipercaya sebagai salah satu tanaman yang sudah turun temurun dibudidayakan di wilayah ini. Ia kaya akan serat, protein dan Vitamin C serta rendah kalori.

Arroz Caldo dari Filipina
(amazonaws.com)

Orang Filipina biasa menggunakan hidangan bubur atau kanji dalam budaya mereka. Arroz caldo adalah sup nasi dengan kaldu ayam.

Potongan ayam dan beras dimasak bersama kaldu dengan bumbu jahe hingga biji-bijian hingga menjadi bubur. Di luar bulan puasa hidangan ini biasanya untuk makan siang, tapi di bulan puasa menjadi hidangan untuk berbuka. Daging ayam kadang-kadang diganti dengan seafood.

Harees dari Uni Emirat Arab
(amazonaws.com)

Harees adalah hidangan sejenis bubur. Hidangan ini sangat populer di Arab apalagi jika bulan Ramadhan tiba. Bahan dasar Harees adalah gandum, biji-bijian dan rempah serta bumbu yang dimasak lama dengan potongan ayam atau daging.

Hidangan ini cocok sebagai hidangan saat buka puasa karena bertekstur lembut sehingga nyaman di perut.

Sup Ayam dan Nasi dari Maroko
(amazonaws.com)

Banyak negara dengan beragam budaya menghidangkan sup, bubur, semur, kolak sebagai hidangan buka puasa dengan berbagai alasan. Tak terkecuali di Maroko. Hidangan sup yang cepat dan mudah dibuat ini memakai sayuran apa saja yang bisa didapat di sana, dicampur dengan beras atau mie sebagai karbohidrat.

Borek dari Turki

Ada berbagai ragam variasi borek dapat ditemukan di Turki. Hidangan ini terbuat dari yufka pastry yang sangat tipis atau filum pastry yang isiannya pada umumnya bercita rasa gurih, mulai dari keju, hingga daging sapi atau bayam. Bahkan ada pula yang menggunakan isian kentang atau sosis sebagai pilihan. Hidangan ini kerap disajikan saat berbuka puasa di Turki.

(amazonaws.com)

Di Indonesia juga banyak hidangan khas yang hanya muncul di bulan puasa. Masing-masing tentu punya hidangan khas masing-masing, hidangan semacam kolak adalah yang paling umum.

Membuat hidangan terbaik di bulan Ramadhan adalah bagian dari cara umat muslim menghormati dan merayakan bulan suci.

Selain itu, makanan terbaik tentu saja memiliki nilai gizi dan nutrisi yang baik, yang dibutuhkan bagi orang yang seharian berpuasa.

Namun demikian, yang harus disadari, bahwa tujuan dari ibadah puasa itu sendiri sejatinya bukan untuk merayakannya dengan berbagai ragam kelezatan makanan. Apalagi sampai berlebih-lebihan.

Sebab, jika puasa itu adalah latihan atau riyadhah untuk menjalani keprihatinan, menumbuhkan empati kepada sesama manusia, maka bukankah tidak akan tercapai tujuannya jika yang dicari adalah lezatnya hidangan?

Baca Lainnya
Komentar
Loading...