Ini Dia 5 Kategori Utama Seorang Pengusaha

Kewirausahaan adalah tema yang menarik bagi orang-orang cerdas, dan tentu saja bagi orang-orang kaya. Kenapa demikian? Sebab kewirausahaan memiliki sesuatu yang menakjubkan, ia membuat orang bisa mengubah dunia.

Siapakah yang disebut pengusaha? Dan apa yang membuat mereka spesial?

Ilmuwan Keuangan terkemuka, penulis,dan pembicara, Dr. Anthony M. Criniti IV menjelaskan dalam bukunya “The Necessity of Finance” beberapa tahun yang lalu.

Menurutnya, “Pengusaha adalah orang yang memulai dan mengelola bisnisnya sendiri.”

Pengertian ini menangkap esensi umum dari seorang pengusaha. Tapi menurut Dr. Anthony sendiri, pengertian pengusaha tersebut mungkin sudah berkembang.

Sebagaimana dikutip dari entrepreneurship.com, saat ini pengusaha bisa jadi adalah orang yang memulai, mengelola, dan memiliki bisnis atau organisasi nirlaba.

Nah, untuk tahu bahwa seseorang adalah pengusaha atau bukan, Dr. Anthony mengajukan 5 kategori utama sebagai berikut:

1. Pengusaha adalah seorang individu

Ini adalah kualifikasi termudah untuk dipenuhi oleh siapapun orang yang hidup untuk menjadi pengusaha.

Inti dari wirausahawan adalah pribadi. Sebuah kelompok atau grup tidak dapat dianggap sebagai pengusaha. Pengusahanya adalah individu-individu dalam kelompok tersebut.

Meskipun kita mungkin sering mendengar istilah “kelompok wirausaha” tapi sebenarnya yang dimaksud adalah individu dalam kelompok tersebut.

Pengusaha bukanlah tim sepak bola atau perusahaan raksasa. Dia adalah seorang individu. Untuk kategori ini, mungkin Anda semua memenuhi syarat.

2. Harus memulai usaha sendiri

Elemen kedua dari definisi pengusaha adalah mengharuskan Anda memulai bisnis atau organisasi nirlaba Anda sendiri.

Dengan demikian seorang pengusaha dituntut kreativitasnya. Anda harus mampu membuat produk atau layanan baru untuk dijual kepada dunia. Apakah itu berupa penemuan yang unik atau apapun yang menurut Anda adalah sesuatu yang lain dari yang lain.

Bahkan walaupun Anda memulai bisnis dengan produk atau layanan yang sudah umum seperti restoran misalnya, Anda tetap harus menemukan sesuatu yang unik dari usaha Anda.

Kombinasi dari banyak faktor pada bisnis Anda seperti lokasi, budaya bisnis, menu, layanan pelanggan, bisa menjadi keunikan.

Memulai bisnis biasanya adalah bagian tersulit bagi seorang pengusaha. Karena harus dia harus membangun pondasi dan menciptakan merek yang sukses.

Di sini meliputi proses pemilihan produk atau layanan dan implementasi rencana awal. Langkah pertama adalah momentum penting untuk meraih kesuksesan. Jadi, Anda harus betul-betul menyiapkannya secara matang. Apa yang akan Anda jual dan bagaimana Anda akan menjualnya.

3. Mengelola perusahaannya sendiri

Untuk menjadi seorang pengusaha, Anda tidak hanya harus memulai bisnis Anda sendiri, tapi Anda juga harus mengelolanya.

Namun demikian, ada banyak perusahaan besar yang pemiliknya membayar manajer untuk bekerja keras untuk mereka. Dalam kasus ini, baik pemilik usaha yang biasa disebut pemegang saham atau manajer eksekutif seperti CEO dan CFO adalah pengusaha.

Sebab salah satu hal yang membuat wirausahawan itu istimewa adalah kemampuannya yang luar biasa untuk melakukan begitu banyak tugas berbeda dalam waktu yang singkat.

Keterampilan ini hanya dapat dikuasai melalui pengalaman mengelola perusahaan secara bersamaan. Tekanan atau under pressure hanya bisa didapat dengan cara ini. Tugas manajer juga demikian, bukan?

Seorang manajer eksekutif punya beban dan tanggung jawab yang hampir sama dengan pemilik usaha. Jadi, mereka juga layak disebut pengusaha.

Untuk diketahui, pekerjaan seorang manajer adalah melakukan segala macam tugas yang diperlukan untuk kesuksesan perusahaan, tentu saja sesuai aturan.

Dalam 24 jam seorang manajer bisa saja melakukan berbagai macam level tugas dari mulai menjawab panggilan, menyapu lantai, membuang sampah, mengajari karyawan baru, mempelajari perangkat lunak komputer baru, penggajian mingguan, menghadiri pertemuan eksekutif dengan pemasok baru, hingga membersihkan lantai lagi sebelum menutup toko.

Bukankah seorang pengusaha juga harus melakukan semua tugas yang diperlukan sambil memastikan keuntungan yang didapatkan maksimal.

Seorang manajer sedang bertransformasi menjadi pemilik usaha. Seperti yang dilakukan ulat pada saat menjadi kupu-kupu. Dengan terbiasa multitasking ditambah pressure dan risiko finansial perusahaan, seorang manajer dapat berubah menjadi pemimpin yang tangguh.

Dengan begitu banyak tugas yang harus dilakukan dalam waktu singkat, jelas manajer tidak bisa disamakan dengan karyawan biasa.

4. Memiliki usaha sendiri

Pengusaha identik dengan kata “risiko”. Dan pada umumnya kewirausahaan pasti memiliki risiko yang tinggi. Ketika Anda memutuskan untuk memiliki bisnis berarti Anda telah memahami risikonya.

Pada akhirnya, jika sebuah bisnis gagal pemiliklah yang akan membayar risiko tertinggi. Bahkan seorang pemilik usaha dapat secara pribadi bertanggung jawab atas utang-utang perusahaan yang belum dibayar.

Selain itu, tuntutan hukum yang disebabkan oleh kelalaian seorang karyawan juga dapat berisiko menguras kekayaan pribadi pemilik usaha.

Tapi, jika bisnis itu berhasil pemilik perusahaan juga yang akan mengambil keuntungan tertinggi.

Singkatnya, semua jalan bisnis mengarah kembali kepada pemiliknya, yang baik atau buruk. Nah, jika Anda ingin menjadi pengusaha, Anda harus siap menghadapi semua risiko yang pasti datang dengan kepemilikan Anda itu.

5. Perusahaan harus berupa bisnis atau organisasi non profit

Perusahaan yang Anda dirikan, kelola, dan miliki harus berupa bisnis atau organisasi nirlaba agar Anda bisa diklasifikasi sebagai pengusaha.

Pada umumnya, wirausahawan hanya dikaitkan dengan bisnis profit. Tapi sejatinya pendiri organisasi non profit juga harus diklasifikasi sebagai pengusaha. Sebab, mereka juga mengikuti mekanisme yang sama sebagai bisnis.

Perbedaan utamanya adalah penghasilan organisasi nirlaba untuk disalurkan. Dalam bisnis pada keuntungan akhirnya diarahkan kembali ke pemilik, sementara keuntungan dari organisasi nirlaba diarahkan ke pihak lain seperti untuk kalangan fakir miskin, dhuafa, anak yatim, penderita kanker dan sebagainya.

Jadi, untuk menjadi seorang pengusaha, menurut Dr. Antony, Anda minimal harus memenuhi kelima kategori di atas. Bagaimana? Apakah Anda seorang pengusaha? Coba periksa kembali.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...