Ini Dia 4 Keunggulan Konten Video

Di era digital seperti sekarang, mendapatkan perhatian dari seorang audiens benar-benar seperti berkah. Banyaknya publisher dan aplikasi yang bersaing ketat menampilkan konten sehingga membuat konten berlimpah menyebabkan audiens dapat dengan mudah mengabaikan suatu konten untuk berfokus pada konten lain yang dia butuhkan saja.

Lima tahun yang lalu, sebuah studi dari Microsoft menyebutkan bahwa orang sekarang memiliki rentang perhatian yang lebih pendek ketimbang seekor ikan mas sekalipun, yakni hanya 8 detik saja. Padahal dua dekade lalu, rentang perhatian orang masih di angka 12 detik.

Itulah alasan kenapa sebuah konten harus sangat menarik, menghibur dan informatif. Sebab jika tidak, pasti akan diabaikan atau ditinggalkan.

Nah, begitu pula dalam pemasaran produk secara online. Sekarang format yang dianggap paling tepat dan efektif salah satunya adalah konten video. Kenapa demikian? Mengutip Entrepreneur, berikut 4 keunggulan utama dari video:

1. Cocok dengan layar Smartphone

Konten yang menarik seringkali membutuhkan format multimedia, seperti video dan gambar.

Kita bisa belajar dari meme dan Instagram yang populer dalam dekade terakhir seiring dengan penggunaan smartphone yang juga meningkat secara signifikan.

Multimedia akan berfungsi baik pada layar elektronik yang kecil seperti smartphone, di mana pengguna sering menyipitkan mata dan tidak sabar untuk scroll sampai menemukan sesuatu yang menarik perhatian mereka.

Pada layar kecil, mata juga lebih sulit untuk memproses konten dalam bentuk teks, apalagi jika penulisnya menggunakan kata-kata yang rumit.

“Para pembuat Video telah berhasil ketika mereka mampu menampilkan konten yang relevan dan menarik audiens,” kata Eyal Betzalel, salah satu pendiri dan CEO platform video discovery, Primis.

“Namun, karena sekarang banyak konten video, maka pembuatannya harus semakin didasarkan pada selera individu dan pola menonton dari audiens. Dengan video, Anda bisa melayani penonton dengan baik dengan menampilkan konten yang relevan, kontekstual dan yang memungkinkan mereka dapat berinteraksi dengan baik.

2. Video membuat belajar lebih nyaman

Jika sebuah gambar mengandung ribuan kata, maka itu berarti video mempunyai dua kali lipatnya.

Seperti disebutkan tadi, saat ini teks sudah sulit bersaing dengan multimedia ketika audiens menggunakan layar digital.

Menurut riset sebuah lembaga di Amerika bernama Nielsen Norman, pengunjung situs hanya akan membaca 20 persen teks pada sebuah halaman yang rata-rata memuat 593 kata.

Pertanyaannya, kenapa masih mempromosikan merek, produk, atau layanan dalam format yang tidak menghasilkan banyak klik?

Faktanya, audiens digital lebih suka menonton video, dan alasan utamanya adalah karena video lebih mudah, nyaman, dan tidak menyusahkan. Menurut sebuah agensi pemasaran 99Firms, saat ini orang-orang mengonsumsi 500 juta jam video di YouTube setiap hari, dan 100 juta jam video di Facebook.

Maka tidak mengherankan jika para pembuat film dan eksekutif TV Hollywood terus mengadaptasi buku-buku populer untuk dijadikan film. Acara TV pun sekarang mengkomunikasikan informasi secara lebih efisien melalui visual yang mudah dimengerti.

Coba saja sekarang Anda membaca resep tentang memanggang kue, bukankah lebih menyusahkan dibandingkan dengan hanya menonton live streaming seorang koki yang mengajari Anda cara membuatnya?

Sebuah studi pada tahun 2018 oleh Sandvine, menemukan bahwa video menyumbang 60% dari semua lalu lintas internet, dengan Netflix memimpin (12%). Dan, yang mengagetkan, 27% orang dewasa di Amerika ternyata belum membaca buku dalam setahun terakhir, menurut survei Pew pada 2019. Gejala ini sangat mungkin terjadi di berbagai belahan dunia yang akrab dengan digital.

Jadi, suka atau tidak, sekarang orang merasa lebih nyaman untuk belajar tentang banyak hal seperti sejarah atau bahkan literatur klasik lewat televisi atau bioskop daripada harus bersusah payah membacanya.

3. Video memudahkan penonton mengenal kepribadian Anda

Sulit bagi penonton untuk mengenal seorang penulis, kecuali mereka sudah membaca banyak sekali artikel atau buku mereka. Sementara dengan video, bagaimanapun memungkinkan penonton untuk cepat mengenal kepribadian Anda. Oleh karena itu, video dapat dengan cepat meningkatkan keakraban dan kredibilitas.

Dan, jika Anda kebetulan memiliki kepribadian yang menonjol atau suara yang kharismatik, pesona seperti itu akan mudah menempel di ingatan mereka. Nah, dari sinilah klik berulang-ulang dihasilkan, dan bahkan saling share di media sosial.

Dalam studinya pada tahun 2018, perusahaan kreatif Animoto menemukan fakta bahwa sebagian besar konsumen digital lebih suka mengonsumsi konten video di media sosial.

Studi yang sama juga menemukan bahwa 88% marketing juga puas dengan yang dihasilkan dari upaya pemasaran lewat video mereka di media sosial.

4. Video klip dan rekaman meningkatkan konversi

Banyak orang cenderung mudah menangis ketika menyaksikan narasi lewat audio visual ketimbang membacanya.

Bahkan rangsangan visual dan pendengaran mampu mempengaruhi indera perasa saat seseorang menonton acara masak-memasak. Dengan begitu, video mampu menciptakan kesan yang abadi karena merangsang indera manusia.

Di sisi lain, seorang penulis tetap tidak terlihat atau anonim, karena apa yang tertulis dalam bentuk teks selalu diam atau statis.

Dengan begitu lebih sulit untuk meningkatkan klik melalui teks ketika banyak orang hanya membaca sekilas. Hal ini menempatkan video pada landing page dan meningkatkan konversi hingga 80%, menurut HubSpot.

Data dari Precision Marketing Group menunjukkan bahwa penempatan video di email saja dapat meningkatkan rasio klik sebesar 200 hingga 300%.

Sebab itu, pengusaha, startup, atau bisnis kecil dan menengah akan sangat ketinggalan jika tidak memanfaatkan kekuatan video dan presentasi audiovisual. Keduanya telah terbukti lebih efektif daripada strategi pemasaran lewat teks belaka.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...