Ini Alasan Mengapa Tasawuf Mudah Tersebar di Berbagai Belahan Dunia

Maroko adalah salah satu negara kerajaan dengan penduduk mayoritas beragama Islam. Kondisi ini sama dengan di Indonesia. Bedanya Maroko berada di ujung barat dunia Islam yang sering disebut maghrib, sedangkan Indonesia berada di ujung timur dunia Islam.

Kedua negara ini memiliki kesamaan dalam hal memiliki berbagai suku dan agama, namun semua penduduknya dapat hidup dengan rukun. Selain itu, Indonesia dan Maroko juga sama-sama mencintai Nabi dan Ahlul bait serta memiliki tradisi lokal yang terus dilestarikan.

Syekh Dr. Aziz Al Kubaithi Al Idrisi menyebutkan bahwa kerukunan antar umat beragama dan sesama umat Islam terwujud tidak lain lantaran ajaran tasawuf yang dibumikan di kedua negeri tersebut.

Ajaran tasawuf terbukti mampu menghadirkan kerukunan dan keharmonisan dalam suatu negara. Itu sebabnya tasawuf penting dan pantas untuk disemaikan di seluruh belahan dunia

Syekh Kubaiti, yang menulis tentang Islamic Sufism in The West mengatakan bahwa sekitar 80% penyebaran Islam di dunia disebarkan melalui ajaran tasawuf, termasuk Indonesia oleh para wali. Melalui tasawuf juga akhirnya ajaran Islam bisa masuk dengan mudah ke daerah Afrika dan Eropa.

Menurutnya, Islam yang didakwahkan dengan tasawuf akan masuk ke dalam hati sanubari yang terdalam. Berbeda dengan Islam yang didakwahkan dengan pedang yang hanya akan bertahan sebentar dan justru meninggalkan luka, seperti Islam di Spanyol.

IACSAS.

Director The International Center of Sufi and Aesthetic Studies (IACSAS) ini menyebut ada beberapa penyebab ajaran tasawuf mudah tersebar dan berhasil menyebarkan agama Islam.

Pertama, ajaran tasawuf mampu beradaptasi dengan daerah dan konteks di mana Islam itu didakwahkan.

Kedua, kesederhanaan tasawuf dalam hal gaya hidup, metode dakwah yang tidak memaksakan diri, serta menanamkan rasa cinta kepada Allah dan Rasulullah Saw dan mencintai semua manusia.

Misalnya, para dai tasawuf ini menampilkan ajaran Islam dengan mudah dan sederhana. Tanpa meributkan hal-hal yang sudah lama diperdebatkan oleh ulama (masalah khilafiyyah) baik dalam ranah akidah ataupun fikih.

Selain itu, para dai sufi juga menggunakan bahasa daerah tempat dimana para beliau berdakwah, bukan terpaku dengan bahasa Arab.

Ketiga, tasawuf merupakan ajaran tentang ruhani manusia. Inilah yang jadi faktor keberhasilan dakwah bahkan benua Eropa dan Amerika. Terdapat puluhan komunitas sufi di sana.

Keempat, tasawuf ibarat obat bagi keringnya ruhani di dunia barat.

Seorang tokoh wanita Amerika, Farhah Fathimah memberikan kesaksian tentang tasawuf, “Tasawuf dapat memenuhi kekosongan jiwa orang-orang Amerika. Oleh karena itu, tasawuf dapat mengakar kuat di negara Amerika ini dengan cara yang terbuka dan memiliki penuh kekuatan. Negara Amerika ini ialah negara yang mengakui kebebasan beribadah, sehingga Amerika ialah daerah yang cocok dengan karakteristik tasawuf.”

Kelima, tasawuf mampu memperbaharui dan memperbaiki kondisi zaman. Serta dapat beradaptasi dengan berbagai peradaban yang berbeda-beda.

Syekh Aziz berkeyakinan bahwa pengamal tasawuf ialah duta terbaik agama Islam untuk dunia. Lihat saja sekarang, para ulama tasawuf bebas melakukan rihlah akademi ke berbagai penjuru dunia, untuk menyingkap kondisi kejiwaan manusia kemudian mengaitkannya dengan dasar-dasar agama Islam.

Para ulama tasawuf juga terbukti selalu menyebarluaskan kedamaian, toleransi, dan sikap bertanggung jawab serta cinta tanah air.

Tasawuf, menurutnya memberi pengaruh besar dalam pemikiran orang-orang Barat, itu terbukti dengan munculnya para dai tasawuf di Amerika, seperti Hamza Yusuf (Mark Hanson) dan Nuh Ha Mim Keller.

Tasawuf juga memiliki pengaruh besar dalam hal seni, budaya dan pendidikan seperti banyaknya upaya penerjemahan kitab-kitab tasawuf ke dalam bahasa Inggris.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...