Ini 5 Kebiasaan Orang Beruntung

Anda percaya keberuntungan? Bukankah kerja keras yang akan mengantarkan Anda pada keberhasilan?

Kerja keras dan cerdas tentu saja bisa mengantarkan seseorang pada kesuksesan. Tetapi ada begitu banyak rahasia dalam perjalanan hidup ini yang mungkin hanya bisa dikaitkan dengan keberuntungan. Ada yang menyebutnya sebagai takdir. Boleh saja.

Mempercayai adanya keberuntungan, berarti kita menyadari bahwa ada elemen dalam hidup ini yang tidak dapat kita kendalikan.

Kita mungkin sering menjumpai orang-orang yang selalu diliputi dengan keberuntungan. Berbisnis apapun selalu sukses, usaha apa saja selalu jadi.

Lalu, dapatkah semua orang melakukannya?

Dikutip dari forbes.com, keberuntungan sejatinya adalah sistem yang bisa diterapkan oleh siapa saja untuk menuai hasil.

Berikut ini 5 kebiasaan orang-orang yang selalu beruntung:

1. Bersungguh-sungguh

Ibarat ikut undian, semakin banyak tiket yang dibeli maka semakin besar pula peluang untuk menang.

Orang-orang yang beruntung memang cenderung menempatkan diri mereka lebih dari yang mereka inginkan. Mereka mampu menemukan kenyamanan dalam ketidaknyamanan. Karena dengan demikian, berarti mereka akan memenangkan lebih banyak peluang.

Tentu saja, mereka juga akan kehilangan banyak waktu. Tetapi dengan begitu mereka terus berlatih mengambil risiko, mereka menjadi lebih baik dalam mengerjakan suatu hal ketimbang yang lain. Seiring waktu, mereka menemukan peluang terbaik yang menguntungkan mereka.

Orang yang beruntung biasanya tidak takut pada kemunduran barang sesaat. Seperti dalam permainan ular tangga, orang pada akhirnya akan sampai ke ujung papan jika terus melempar dadu.

Kekhawatiran terus-menerus tentang hal-hal negatif justru akan membuat orang berhenti mendapatkan keberuntungan.

2. Berbagi kepada Orang Lain

Tidak semua orang yang beruntung merupakan pebisnis yang cerdas atau seorang profesional. Mereka terkadang menjadi sukses dalam hidup dan pekerjaannya justru berawal karena ingin orang lain juga melakukannya.

Jadi, mereka selalu berpikir tentang kelimpahan. Mereka berpikir bahwa keberuntungan yang mereka raih adalah suatu kebetulan, di mana saat ini merekalah yang mendapat kemenangan.

Karena itu, mereka selalu memberikan dukungan, bimbingan, atau bantuan kepada orang lain yang belum seberuntung seperti mereka. Mereka tak segan berbagi pengetahuan, peluang, bahkan kekayaan mereka.

Secara tidak langsung mereka menciptakan perluasan keberuntungan terhadap orang lain, yang sejatinya menjadi keberkahan juga bagi diri mereka.

3. Rasa Syukur

Orang yang beruntung selalu memiliki sikap syukur. Mereka mensyukuri apa yang telah mereka miliki dan apa yang tidak atau belum dimiliki.

Dengan demikian, mereka melatih diri mereka sendiri untuk memperhatikan kapan mereka beruntung, dan mereka mulai percaya bahwa keberuntungan selalu mengikuti mereka kemanapun mereka pergi.

Mereka selalu mengucapkan terima kasih untuk setiap bantuan, dan tidak pernah melupakan kebaikan.

Rasa syukur mereka berarti bahwa orang-orang pun senang melakukan sesuatu untuk mereka, sehingga peluang apapun selalu terbuka.

Dalam “A Guide To The Good Life” yang ditulis William B. Irvine, dia mengatakan, “Keberuntungan berpihak pada yang bersyukur.”

4. Menjaga Cara Pandang

Orang yang beruntung tidak bisa diganggu oleh hal kecil dan tidak relevan atau hal-hal yang tidak terlalu penting.

Mereka tidak mau membuang-buang waktu dan energi dengan hal-hal yang tidak penting karena mereka tahu bahwa waktu mereka jauh lebih baik diinvestasikan di tempat lain.

Mereka selalu bisa dengan cepat mengalihkan perhatian dalam situasi yang negatif untuk mendapatkan kembali cara pandang yang positif.

Ruang kepala mereka selalu terbebas dari hal-hal negatif, dan terbuka untuk ide-ide serta spekulasi yang positif.

5. Membangun Jaringan

Orang yang beruntung selalu menarik bagi orang lain. Orang lain menganggap bahwa bersama mereka keberuntungan akan menular kepadanya.

Maka itu, banyak orang yang senang menghabiskan cukup waktu bersama mereka karena akan belajar tentang sesuatu.

Orang yang beruntung selalu memperbarui komunikasi dan berbicara dengan jaringan mereka secara teratur.

Mereka selalu melakukan update informasi dan ingin mengenal orang lain lebih baik lagi. Meskipun mereka tidak tahu bahwa yang dilakukannya itu pasti akan membawa keberuntungan dan peluang. Tapi yang terjadi selalu begitu.

Orang yang beruntung tidak selalu mencoba “menjual” sesuatu kepada semua orang yang mereka kenal. Karena mereka tahu, segala sesuatu akan berhasil tanpa perlu didorong. Sebaliknya, mereka mencari cara untuk bertemu orang baru untuk belajar dari mereka dan membangun hubungan yang baik.

Mereka merupakan penghubung yang produktif dan biasanya selalu memiliki seseorang untuk diperkenalkan kepada orang lain. Mereka juga dikenal selalu memiliki solusi atau mengetahui apa yang orang mau.

Jadi, keberuntungan tergantung pada pola pikir dan cara hidup. Menjadi beruntung adalah mungkin bagi siapa saja yang mempercayainya.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...