Ini 5 Ciri Orang Sukses di atas Rata-rata, Boleh Ditiru

Para pengusaha sukses tidak hanya menginginkan uang banyak di bank, tapi juga mereka ingin disenangi oleh masyarakat. Mereka ingin citra mereka baik di depan publik.

Tentu saja ini keinginan semua orang. Sukses secara finansial, disenangi begitu banyak orang, dipandang baik di mata orang juga di mata Tuhannya.

Belajar dari banyak orang sukses di dunia, ada beberapa ciri dan karakteristik unik yang perlu dikuasai untuk menjadi sosok seperti itu.

Lima ciri diantaranya dapat diidentifikasi dari para tokoh pengusaha tingkat dunia yang berhasil sukses di atas rata-rata, seperti pendiri Amazon Jeff Bezos, maestro media Oprah Winfrey hingga CEO Berkshire Hathaway, Warren Buffett. Mengutip artikel Tom Popomaronis, seorang pakar kepemimpinan, di CNBC, Berikut 5 ciri tersebut:

1. Jangan pernah berhenti meningkatkan ekspektasi
Jeff Bezos. Untuk menjadi besar, kita pasti harus terus berkembang dan berinovasi. Misalnya ketika kita telah mencapai semua target pada tahun ini, apakah akan bertahan pada target yang sama di tahun depan? Tentu saja tidak.

Begitulah cara Jeff Bezos bekerja. Dia selalu memikirkan hal besar berikutnya.

Misalnya, memikirkan bagaimana model layanan terhadap pelanggan yang sukses bisa menjadi lebih sukses lagi? Lagi pula, alamiahnya karakter pelanggan itu sendiri tidak akan pernah merasa puas. Itu sudah menjadi sifat manusia.

“Orang-orang memiliki keinginan besar untuk mendapatkan cara yang lebih baik, apa yang dianggap “wow” kemarin, akan dengan cepat menjadi “biasa saja” hari ini,” kata Bezos.

2. Jangan biarkan penentang menghalangi
Sara Blakely. Setiap orang sebetulnya punya ide yang bisa menguntungkan. Hanya saja, dibutuhkan keberanian untuk melaksanakan ide-ide tersebut, terutama ketika ada orang yang melarangnya.

Itulah yang terjadi pada pendiri Spanx, Sara Blakely, ketika dia punya ide untuk membuat stoking tanpa kaki. Spanx adalah brand produk-produk pakaian dalam terkenal.

“Mereka mengatakan, jika itu ide yang bagus, mengapa tidak ada orang lain yang memikirkannya?” kata Blakely dalam postingan LinkedIn tahun 2019.

“Beberapa orang menertawakan saya, yang lain berbisik di belakang saya, bahkan ada seorang pengacara yang mengira saya mengirim lelucon,” kisahnya.

Meski Blakely tidak pernah mengambil kelas desain pakaian dalam (underwear) sepanjang hidupnya, tapi dia percaya pada idenya.

Dia tahu bahwa kegagalan adalah sebuah kemungkinan. Dia tidak pernah membiarkan orang-orang yang tidak setuju dengan idenya itu mematahkan semangatnya. Spanx, yang didirikannya pada tahun 2000 sekarang menjadi bisnis bernilai miliaran dolar.

3. Tingkatkan keterampilan berbicara di depan publik
Warren Buffet. Tidak ada orang yang terlahir dengan keterampilan komunikasi yang baik. Sama seperti belajar keterampilan lain, kemampuan berbicara dengan baik, jelas dan percaya diri di depan umum juga membutuhkan latihan.

Setelah lulus kuliah, Warren Buffett mendaftar kursus public speaking di Dale Carnegie. Dia awalnya takut berbicara di depan umum, tapi dia tahu bahwa dia perlu mengatasi ketakutannya untuk menjadi sukses.

“Saya tidak menggantung ijazah saya dari Universitas Nebraska di dinding kantor saya, juga tidak ijazah dari Columbia, tapi saya dengan bangga memasang sertifikat kelulusan dari Dale Carnegie,” tulis investor miliarder itu dalam esai yang diterbitkannya di dalam sebuah buku “Getting There: A Book of Mentors” pada tahun 2015.

“Kursus senilai 100 dolar Amerika itu memberi saya gelar paling penting yang pernah saya miliki. Memiliki dampak terbesar dalam kesuksesan saya selanjutnya,” kata Buffett.

4. Tetap fokus dan jangan menunda-nunda
Elon Musk. Kita hidup di dunia yang sangat banyak gangguan. Meskipun penting untuk memprioritaskan keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan, tapi orang-orang terkaya tidak mudah membiarkan terjadinya penundaan.

Dalam sebuah wawancara di Los Angeles, Bezos mengungkapkan bagaimana dia selalu fokus, misalnya dengan hanya menangani satu hal pada satu waktu.

“Saya tidak suka melakukan banyak hal. Jika saya mau membaca email saya, saya hanya membaca email.”

Elon Musk juga disebut-sebut termasuk orang yang sangat fokus. Seorang teman kuliah Musk, Navaid Farooq, menggambarkan sosok CEO Tesla itu dengan sebutan “intense” (intens) dan “insistent” (ngotot).

“Ketika Elon terlibat dalam suatu pekerjaan, dia menunjukkan level minat yang berbeda ini daripada orang lain,” kata Farooq, dalam buku “Elon Musk: Tesla, SpaceX, and Quest for a Fantastic Future,” yang ditulis oleh Ashlee Vance.

5. Terobsesi dengan membaca buku

 

Oprah Winfrey. Apa yang Anda lakukan pada waktu luang akan berdampak besar pada kesuksesan Anda. Salah satu cara terbaik untuk menghabiskan waktu di luar jam kerja adalah dengan menyerap pengetahuan, bahkan tentang topik-topik di luar karier Anda sekalipun, melalui buku.

“Tidak ada, tidak satu pun aktivitas, yang dapat menggantikan pengalaman membaca yang baik, kita dibawa ke negeri lain, alam lain, melalui kata-kata dan bahasa,” tulis Oprah Winfrey dalam sebuah artikel di situs miliknya.

Sang maestro media ini juga membagikan kebiasaan membacanya kepada dunia melalui klubnya.

Warren Buffett menghabiskan 5 hingga 6 jam sehari untuk membaca koran dan laporan perusahaan. Bill Gates membaca 50 buku per tahun. Mark Cuban seorang pengusaha media dan juga pemilik NBA mengatakan, dia membaca lebih dari 3 jam hampir setiap hari.

Menjadi sukses secara finansial, memiliki citra yang baik di hadapan banyak orang adalah keinginan siapapun. Sebagai manusia hal itu adalah wajar.

Tapi di atas semua itu, yang tak kalah penting bagi seorang muslim adalah menjadi baik dalam pandangan Allah Swt. Sukses finansial dan citra baik di hadapan publik hendaknya menjadi modal untuk menjadi hamba yang baik di hadapan-Nya.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...