Inggris, Negara Pertama Izinkan Vaksin Corona

Inggris memberikan izin darurat untuk vaksin virus Corona yang dikembangkan oleh Pfizer.

Inggris menjadi negara pertama yang memberikan izin darurat bagi vaksin virus Corona. Izin tersebut dikeluarkan pada Rabu (2/12) untuk vaksin virus corona yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNTech.

Persetujuan ini, meskipun untuk kondisi darurat, merupakan yang tercepat dibanding negara-negara lain, prosesnya kurang dari setahun.

Mengutip Washington Post, para pejabat Inggris menyebutkan bahwa program imunisasi massal di negara itu akan segera dimulai. Pemerintah Inggris akan mendistribusikan 800 ribu dosis pertama, yang akan dimulai minggu depan.

Regulator obat-obatan di Inggris memang memiliki reputasi di dunia tidak saja karena keketatannya tapi juga kecepatannya. Keputusan Inggris tersebut, tidak menutup kemungkinan akan segera diikuti oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (Food and Drug Administration/FDA) Amerika Serikat.

Amerika Serikat mengalami lonjakan kasus Covid-19 setelah pemilihan presiden beberapa waktu lalu.

Sehari sebelumnya, Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows memanggil Komisaris FDA Stephen Hahn untuk menanyakan kenapa tidak bisa bergerak lebih cepat.

Pemerintah Inggris akan memprioritaskan orang-orang yang rentan terpapar Covid-19 untuk menerima vaksin. Misalnya, para penghuni panti jompo serta pengasuh mereka.

Di Inggris, para penghuni panti jompo menderita tingkat kematian tertinggi, terutama pada saat gelombang pertama pandemi.

Menurut Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Inggris, lebih dari 17 ribu orang meninggal karena covid-19, dan 27% dari semua kematian merupakan penghuni panti jompo.

Dalam sebuah konferensi pers di Downing Street, June Raine, Direktur Eksekutif BPOM Inggris mengatakan bahwa pihaknya memiliki keyakinan tentang keamanan, efektivitas dan kualitas vaksin tersebut.

“Kami telah memulainya (semua proses tersebut) sejak bulan Juni,” kata dia.

Sementara itu, Sean Marett, Kepala Divisi Komersial BioNTech, perusahaan kecil asal Jerman yang mengembangkan vaksin tersebut, menyatakan senang dengan izin yang dikeluarkan Inggris.

“Tentu saja, kami sangat senang,” katanya.

Menurut Marett, diharapkan pihak BPOM Amerika Serikat juga mengeluarkan izin pada bulan Desember ini, demikian pula Uni Eropa.

Inggris mengeluarkan izin sementara untuk kondisi darurat, hal ini dilakukan agar mempercepat distribusi penyebaran vaksin ke masyarakat.

Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock melalui tweet-nya mengatakan bahwa, “Layanan Kesehatan Nasional sedang bersiap untuk mulai melakukan vaksinasi awal minggu depan.”

Kepada BBC Hancock mengatakan dirinya sangat senang, Inggris menjadi negara pertama yang menyetujui vaksin tersebut.

Perdana Menteri Boris Johnson juga men-tweet, “Ini adalah perlindungan melalui vaksin yang pada akhirnya akan memungkinkan kita untuk mendapatkan kembali hidup kita dan membuat ekonomi bergerak kembali.”

Menurut data dari Pfizer, vaksin akan memberikan kekebalan parsial setelah dosis pertama disuntikkan, kemudian perlindungan penuh akan dicapai sekitar 7 hari setelah dosis kedua. Kedua dosis tersebut diberikan dengan jarak sekitar tiga minggu.

Inggris membutuhkan jutaan dosis vaksin Corona hingga akhir tahun ini. Pfizer sendiri dapat memasok hingga 40 juta dosis yang cukup untuk memvaksinasi 20 juta orang. Tentu saja masih belum cukup untuk mengimunisasi semua warga Inggris yang berjumlah 67 juta itu.

Sebab itu, Inggris juga mempertimbangkan vaksin yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan perusahaan farmasi Inggris-Swedia AstraZeneca.

Jika mendapat izin BPOM negara tersebut, pemerintah Inggris sudah memesan 100 juta dosis. Tambahan 7 juta dosis juga sedang dipesan dari kandidat vaksin lainnya yang dibuat oleh Moderna.

CEO Pfizer Albert Bourla menjelaskan bahwa izin vaksin yang dikeluarkan BPOM Inggris adalah momen bersejarah, pihaknya juga akan mengantisipasi jika izin dikeluarkan oleh negara lain di seluruh dunia.

Semoga saja, ini awal yang baik bagi penduduk bumi untuk kembali pada situasi normal seperti sedia kala.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...