Indonesia dan Maroko Seperti Dua Sayap di Timur dan Barat

MAROKO – Syaikh Dr. Aziz Idrissi El Kobaiti Al Hasani, Ph.D., Ketua IACSAS (The International Academic Centre of Sufi and Aesthetic Studies) Fes Maroko, memberi dukungannya kepada PCINU Maroko yang ikut serta dalam Pameran Buku Internasional di kota Casablanca.

“Pertama, saya merasa sangat bahagia dengan diterimanya jam’iyyah Nahdlatul Ulama untuk ikut serta pada Pameran Buku Internasional di kota Casabalanca. Kami ucapkan selamat kepada jam’iyyah atas keikutsertaannya dalam Pameran Internasional ini sebagai perwakilan dari negara Indonesia,” ungkapnya melalui akun instagram pcinumaroko yang diunggah pada (3/2).

Syaikh Dr. Aziz Idrissi El Kobaiti Al Hasani, Ph.D.. (Foto: Facebook Jatman Event)

Lebih lengkap beliau menyampaikan, “Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan etnis dan budayanya. Dan kami di Maroko akan sangat bergembira untuk dapat mengenal kebudayaan dan pemikiran orang-orang indonesia, khususnya dalam aspek keislaman di timur.”

Kami di Maroko memiliki hubungan kasih sayang dan pemersatu antara kami dan masyarakat Indonesia, yaitu sifat yang sama-sama dimiliki oleh keduanya. Diantaranya (yaitu) kecintaan kepada Rasulullah SAW dan kepada ahlul bait. Hal itu merupakan sifat yang sama-sama dimiliki oleh penduduk Indonesia dan penduduk Maroko.

Seperti halnya pula apa yang menjadi ciri khas Maroko, dikenal sebagai al maghrib al aqsha, yang artinya terletak di ujung barat. Dan Indonesia terletak di ujung timur, maka Indonesia menurut kami disebut juga asy syarq al aqsha karena ada di ujung timur dan Maroko ada di ujung barat. Dan diantara keduanya ada umat Islam.

Maka Indonesia dan Maroko berperan sebagai dua sayap bagi umat Islam. Maka ketika keduanya memiliki kedekatan serta keutamaan, Insyaallah umat Islam mampu untuk terbang tinggi ke langit, Insyaallah dengan ilmu, kebudayaan, pengenalan, kedekatan, serta rasa cinta yang tercakup antar kedua belah masyarakat, antar kedua budaya serta kedua peradaban.

Dan saya sampaikan kembali, selamat kepada Nahdlatul Ulama dan terhadap seluruh masyarakat Indonesia, seperti halnya kami mengucapkan selamat kepada diri kami atas pengadopsian terhadap kebudayaan dan pemikiran Indonesia. Selamat datang di negeri kedua kalian. Dan alhamdulillah ada kedekatan dan kecintaan diantara kita melalui pertemuan. Dan akan sangat terkenang di masa yang akan datang biidznillah terima kasih. (eep)

Baca Lainnya
Komentar
Loading...