Hidupkan Sunnah, Berpuasa Syaban Saat Di Rumah

Ketika di rumah aja karena menghindari penyebaran Covid-19, inilah saatnya memperbanyak puasa di bulan Syaban. Dengan berpuasa akan banyak manfaat diraih dan faedah yang akan dirasakan.

Berpuasa juga berarti menghidupkan sunah Nabi Saw, “siapa yang menghidupkan sunahku sungguh dia mencintaiku, dan siapa yang mencintaiku, dia bersamaku di surga” (HR. Tirmidzi).

Selain itu, puasa Syaban kita manfaatkan juga untuk berdoa agar wabah ini cepat usai. Karena salah satu doa yang mustajab adalah adalah doanya orang berpuasa.

Rasulullah Saw sebagai teladannya orang-orang yang beriman tidak membatasi puasa hanya di Bulan Ramadhan. Salah satu puasa sunah yang dikerjakan beliau ialah puasa di bulan Sya’ban.

Dalam hadis dari Sayyidah Aisyah Ra, beliau menceritakan bahwa tidaklah Nabi Saw berpuasa di satu bulan yang lebih banyak dari bulan Syaban. Maka sesungguhnya Nabi berpuasa Sya’ban seluruhnya. Menyangkut itu beliau bersabda: kerjakanlah amalan semampumu, karena Allah tidak pernah bosan, sampai kamu sendiri yang jenuh.” (HR. Bukhari).

Bulan yang paling disukai Rasulullah Saw untuk berpuasa di dalamnya adalah Syaban, beliau kemudian menyambungnya hingga bulan Ramadhan (HR. Abu Dawud).

Bulan Syaban menjadi bulan yang paling banyak Rasul melakukan puasa sunah di dalamnya. Salah satu sebabnya karena di bulan Syaban amalan seseorang akan diangkat kepada Allah Swt, dan Nabi menyukai dilaporkannya amal dalam keadaan berpuasa. Di bulan Syaban pula akan dicatat ajal seseorang.

Nabi pernah ditanya, puasa apa yang paling utama setelah Ramadhan. Beliau menjawab, puasa Syaban untuk memuliakan Ramadhan. (HR. Tirmidzi).

Dalam hadis yang lain disebutkan puasa yang paling utama setelah bulan Ramadhan adalah bulan Muharram. Namun, tidak mesti dipertentangkan keduanya. Walaupun ada pula yang tetap menjadikan Muharram lebih utama karena melihat derajat hadisnya.

Dalam Tuhfatul Ahwadzi, dijelaskan bahwa puasa Muharram lebih utama secara mutlak sedangkan puasa Syaban menjadi utama karena demi mengagungkan Ramadhan. Maksudnya mengagungkan Ramadhan ialah memuliakan puasa Ramadhan.

Tatkala seseorang berpuasa di bulan Syaban, dia membiasakan diri berpuasa sehingga tak merasa berat dan payah saat berpuasa Ramadhan yang secara alami ada perasaan tidak suka. Maka puasa bulan Syaban mencegah kurang beradabnya seseorang karena mendadak bertemu puasa di bulan Ramadhan.

Puasa hakikatnya adalah agar kita jadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Karena menahan diri dari yang membatalkan puasa sekaligus mengendalikan hasrat hawa nafsu dalam diri.

Syekh Sayyid Muhammad Al Maliki.

Sebagaimana Syekh Sayyid Muhammad Al Maliki berkata dalam kitab Ma Dza Fi Sya’ban, “Siapa yang bersungguh-sungguh melatih diri di bulan Sya’ban, maka dia akan sukses ketika bulan Ramadhan, buah dari pembiasaannya.”

Baca Lainnya
Komentar
Loading...