Hanya Lulus SMA, Pria ini Mampu Ekspor Teknologi

Hanya lulusan SMA, bukan berarti Anda tak bisa sukses. Bukan berarti Anda minder. Jika bekerja keras dan cerdas, dibarengi skill yang ada, maka akan bisa jadi “orang” dan menunai kesuksesan.

Hal inilah yang terjadi pada pria bernama Arfi’an Fuadi. Meski hanya lulusan SMK, ia bisa sukses sebagai seorang desainer handal kelas Internasional. Pria asal Salatiga ini telah sukses mengerjakan banyak desain produk teknologi dari berbagai mancanegara.

Bahkan saat ini. Dtech Engineering, perusahaan yang dirintisnya, tengah mengembangkan teknologi tinggi yang mendorong penciptaan inovasi.

Usianya masih muda, sekitar 35 tahun. Namun, kemampuan desain teknologinya sangat mumpuni. Bahkan, ia pernah menyabet dua kali juara pertama dalam lomba yang diselenggarakan General Electric, dengan peserta tim riset dari berbagai negara. Hal ini pula membuktikan bahwa bakat-bakat Indonesia tak pernah habis dan bisa mengalahkan bibit-bibit dari luar negeri.

Awalnya, Arfi’an sendiri hanya mengandalkan situs crowdsourcing, untuk mempromosikan perusahaannya itu. Namun, lewat situs itu pula ia justru mendapatkan proyek pertama dari Jerman yang semakin membuka jalan dia masuk pasar global.

Hingga saat ini perusahaan yang berdiri pada tahun 2009 itu tercatat telah mengerjakan 300 proyek dari 150 lebih mitra di lebih dari 30 negara. Beberapa proyek yang pernah dikembangkan oleh Dtech Engineering beragam seperti teknologi drone, kereta, hingga pesawat.

Dan sejak 2018, Dtech Engineering memutuskan untuk tak hanya berada pada sektor desain produk teknologi. Perusahaan tersebut terjun langsung ke sisi produksi teknologi yang selama ini masih dilakukan di sejumlah negara di luar Indonesia.

Maka, lahirlah mesin Computer Numerical Control (CNC) secara komersil pada tahun 2020 lalu. Sebagai perusahaan di Indonesia yang pertama kali berhasil membuat mesin CNC, Dtech Engineering memanfaatkan hal tersebut untuk mengembangkan inovasi bekerja sama dengan perguruan tinggi.

Berkat lahirnya mesin tersebut, Dtech Engineering telah dapat memproduksi sejumlah alat suku cadang mesin dan telah mampu meraup keuntungan dengan penjualan hingga lebih dari 18.000 produk

Lalu apa resep Arfi’an hingga ia bisa sukses seperti itu?

Jangan minder dan merasa rendah diri di hadapan orang luar (bule).

“Jangan inferior, kebanyakan anak muda Indonesia inferior. Ketemu bule aja merasa mereka lebih pintar. Jadi inferior, tidak percaya diri. Saya bilang, ide itu bisa datang dari mana saja,” ujar Arfi’an.

Karena itu, Arfi’an berharap bahwa siswa SMK ke depan dapat menjadi sumber daya manusia yang handal dalam inovasi. Paradigma pendidikan SMK tidak lagi ditujukan hanya untuk operator.

Sehingga nantinya indeks inovasi Indonesia bisa meningkat dan bersaing dengan negara-negara di dunia. Meningkatnya inovasi akan memicu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Saat ini Indonesia masih dikenal sebagai importir teknologi.

“Namun, dengan mendorong inovasi, saya optimis Indonesia bisa bersaing dengan negara seperti Amerika Serikat, Jerman, dan China,” pungkasnya.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...