Gula, Makanan yang Melemahkan Tubuh

Tanpa sadar kita seringkali mengonsumsi makanan yang justru dapat melemahkan tubuh kita sendiri. Bukannya bagus untuk kesehatan, malah makanan (apalagi jika dikonsumsi dalam kadar yang banyak) ini berpotensi akan merusak tubuh kita. Salah satunya adalah gula.

Menurut Tauhid Nur Azhar & Bambang Trim dalam Jangan ke Dokter Lagi! bahwa mengonsumsi gula sebanyak satu sendok teh akan merendahkan aktivitas sel-sel darah putih sebesar 43% selama enam jam.

“Pengaruh jelek gula akan bekerja kurang dari tiga puluh menit setelah Anda merasakan manisnya,” ujar mereka.

Lebih lanjut mereka mengatakan bahwa gula menyebabkan kenaikan kadar gula darah yang tinggi yang akhirnya fungsi imun akan terganggu. Selain gula, kafein pun menyebabkan meningkatnya kandungan gula darah.

“Gula juga akan memekatkan lendir sinus dan paru serta melambatkan kerja sel-sel darah putih yang seharusnya melindungi tubuh kita,” ujar mereka lebih jauh.

Karena itu, kata mereka, jika Anda sering duduk ketika bekerja, bernapas dengan  lambat, dan memakan banyak gula, cemilan manis, serta makan makanan berkabohidrat tinggi, tubuh Anda akan menjadi sarana yang baik bagi pertumbuhan tumor.

“Gula juga dapat menyebabkan penyakit auto-imun,” kata mereka.

Karena itu, untuk menyeimbangkannya, saran mereka, Anda perlu memakan sayuran dan buah-buahan sebanyak 7 kali lipat dari jumlah daging yang dimakan. Biji-bijian juga bisa mengatasi ketidakseimbangan.

“Namun, karbohidrat dalam biji-bijian akan bertukar menjadi gula dalam beberapa jam,” tambah mereka.

Menurut mereka, tubuh memerlukan waktu dengan segera untuk melakukan penyeimbangan. Karena itu, setelah memakan daging Anda biasanya ingin memakan kue atau es krim sebagai pencuci mulut.

“Apabila terlalu banyak memakan pencuci mulut, protein, kalsium, mineral, dan vitamin B di dalam tubuh akan hilang,” kata mereka.

Menurut mereka, gula memiliki dampak atas sistem imun kita. Ia dapat menimbulkan keadaan asam dalam tubuh.

“Keadaan tubuh yang asam itu justru akan menguntungkan bagi bakteri dan virus karena akan lebih mudah untuk melakukan perkembanganbiakan,” pungkas mereka.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...