Gubyag, Tradisi Desa Tanjungkerta yang Syarat Makna

Gubyag adalah kegiatan menangkap ikan di kolam, lubuk, situ (danau) atau sungai dengan hanya menggunakan tubuh dan anggota tubuh (tangan dan kaki) tanpa bantuan alat yang dilakukan oleh banyak orang secara bersamaan pada waktu yang ditentukan.

Gubyag berbeda dengan mancing, ngabubu, nyair, ngecrik dan nyisig. Mancing menggunakan alat mata pancing berisi umpan yang diikatkan pada tali dan tongkat (joran). Ngabubu menangkap ikan dengan alat berupa bubu, jebakan yang membuat ikan mudah masuk tetapi susah keluar. Nyair menangkap ikan menggunakan alat berupa sair.

Ngecrik menangkap ikan dengan menebar kecrik, jaring yang ujungnya diberi pemberat. Sementara Nyisig menangkap ikan dengan menggunakan alat berupa sisig, jaring dari bambu setinggi orang dewasa yang digeser bersama perlahan dari tepian hingga ke tengah, sehingga ikan tergiring dan terkumpul di tengah.

Mancing, ngabubu, nyair, ngecrik kegiatan yang dilakukan perorangan. Sedangkan gubyag dan nyisik kegiatan yang dilakukan oleh banyak orang.

Perbedaannya gubyag tidak menggunakan alat, dan orang yang banyak itu bekerja masing-masing untuk dirinya sendiri. Sedangkan nyisig menggunakan alat sisig, melibatkan banyak orang dan perlu bekerjasama menggerakkan alat.

Unsur yang ada dalam Gubyag

Berdasarkan pengamatan terhadap kegiatan yang menjadi tradisi Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya dan wawancara terhadap sejumlah orang, diketahui ada 3 unsur yang terlibat, yaitu inisiator, investor dan aktor.

Inisiator, adalah orang yang memiliki inisiatif, ide, usul kegiatan gubyag. Investor adalah orang yang mau menginvestasikan kolam dan atau ikan untuk kegiatan. Dan, Aktor adalah mereka yang terlibat melakukan kegiatan.

Pendorong diadakannya kegiatan Gubyag

Kegiatan gubyag dilakukan untuk mencapai beberapa tujuan yaitu, menangkap ikan lebih cepat, kariaan, syukuran dan pemeliharaan kolam.

Menangkap ikan lebih cepat. Saat sejumlah orang sudah berjam-jam memancing namun perolehannya jauh dari yang diharapkan, inisiator yang juga berperan sebagai investor mengusulkan kegiatan gubyag. Para pemancing dan orang yang ada di tempat itu kemudian terjun ke kolam dan berusaha menangkap ikan dengan tangan. Kala ikan masih susah juga ditangkap, inisiator lalu memerintahkan untuk membuka saluran air di kolam, sehingga air semakin surut, dan ikan terlihat serta menjadi lebih mudah ditangkap.

Kariaan. Sejumlah orang menyelenggarakan gubyag dalam rangka kariaan, hiburan yang menimbulkan rasa riang. Kegiatan ini dapat dilaksanakan oleh keluarga, komunitas atau institusi.

Pada keluarga yang menyelenggarakan gubyag ada inisiator yang umumnya juga berperan sebagai investor. Ia memiliki kolam berisi ikan atau kolam yang belum berisi ikan yang akan diisi ikan hasil membeli pada saat kegiatan gubyag akan diselenggarakan. Selanjutnya, inisiator sekaligus investor ini lalu mengundang anggota keluarganya pada waktu tertentu.

Pada komunitas yang menyelenggarakan Gubyag, inisiator bisa berperan mandiri sebagai pengusul, bisa pula sekaligus sebagai investor. Untuk kegiatan Gubyag yang dilakukan di komunitas, kolam yang akan digunakan Gubyag adalah milik anggota komunitas. Kolam itu bisa sudah berisi ikan, bisa pula hanya kolam tanpa ikan. Investor akan mengadakan ikan untuk dimasukkan ke kolam saat kegiatan Gubyag nanti. Inisiator lalu mengundang anggota komunitas pada waktu tertentu.

Institusi yang menyelenggarakan Gubyag, sang inisiator mengusulkan kegiatan kepada para pengambil keputusan di lembaga. Setelah menyetujui, pengambil keputusan menentukan pendanaan untuk kegiatan. Sumber pendanaan bisa dari saku pengambil keputusan, bisa pula dari anggaran yang sudah dialokasikan institusi tersebut.

Untuk kegiatan yang dilakukan di institusi, kolam yang akan digunakan adalah milik anggota institusi. Kolam itu bisa sudah berisi ikan, bisa pula hanya kolam tanpa ikan. Investor akan mengadakan ikan untuk dimasukkan ke kolam saat kegiatan gubyag. Pengambil keputusan mengundang anggota institusi pada waktu tertentu.

Syukuran. Kegiatan Gubyag bagi sebagian orang dilakukan dalam rangka mengungkapkan rasa syukur atas ragam kenikmatan yang diperoleh. Kang Aang yang terpilih menjadi Kades mengadakan syukuran dengan menyelenggarakan gubyag.

Begitu juga dengan Mang Ateng yang anaknya berhasil masuk di perguruan tinggi unggulan dan Uwa Adang yang baru saja menjadi kakek karena kelahiran cucunya. Rasa syukur salah satunya diwujudkan dengan mengadakan gubyag.

Berapa jumlah ikan untuk Gubyag dalam rangka syukuran? Tergantung yang punya maksud. Bisa dari puluhan kilogram, kwintal bahkan ton.

Pemeliharaan kolam. Kegiatan gubyag ada pula yang dilakukan dalam rangka pemeliharaan kolam. Inisiator sekaligus investornya adalah pemilik kolam. Pemilik kolam mencermati bahwa kolamnya banyak lubangnya, tidak rata atau rusak. Dalam perhitungannya jauh lebih efisien dengan cara gubyag bila dibandingkan dengan memerintahkan orang untuk mengerjakan perbaikan kolam.

Orang-orang yang datang untuk gubyag tanpa disadari berjalan ke sana ke mari, sehingga mengalirkan lumpur kolam dan menginjak lumpur kolam merata di seluruh dasar kolam.

Emosi yang terlibat pada gubyag. Mengapa kegiatan gubyag ini ditunggu sejumlah aktor? Ada sensasi berupa rasa badan menjadi basah di dalam air kolam, rasa badan bergulat dengan kotornya lumpur yang diaduk oleh puluhan bahkan ratusan orang. Muncul canda dengan sesama aktor lain yang ada di kolam, tawa yang berderai mengamati tingkah polah orang lain atau kesialan karena terjerembab jatuh, tersungkur yang dialami oleh diri sendiri atau orang lain. Gubyag menunjukkan bahwa manusia memang makhluk sosial. Meski menangkap ikan sendiri-sendiri, tetapi saat ada orang lain bersama melakukan kegiatan yang sama, kegiatan menjadi berbeda, lebih menantang, lebih semarak dan lebih mengasyikkan. Gubyag pun menunjukkan bahwa manusia itu adalah Homo Luden (Hewan yang suka bermain) alih-alih Homo Labor (Hewan yang suka bekerja). Bermain, bersenang-senang, bergairah, amusement, bersukacita, berteriak, katarsis jauh lebih penting dibanding sekedar memperoleh ikan. Badan bermandi lumpur dengan diri yang ceria dan penuh keakraban dipandang lebih penting daripada menjinjing ikan. Meski banyak aktor yang lapor tidak memperoleh seekor ikan pun, dan hanya mendapatkan ledug dan ledoknya lumpur, ekspresi sumringah dan ceria terpancar di wajah mereka.

Selamat Gubyag, Sahabatku
Saung Bujangga Manik, Pondok Pesantren Suryalaya

#gubyang #bujanggamanik #pontrensuryalaya

Baca Lainnya
Komentar
Loading...