Gamers Anak di China Dibatasi 3 Jam Seminggu

Di Indonesia, orang bermain game online bisa dijumpai di mana-mana. Tidak ada batasan usia. Anak maupun dewasa.

Jika dulu kebanyakan orang tua melarang anak-anaknya bermain game online, mungkin orang tua sekarang tidak bisa begitu lagi. Melarang sama sekali tampaknya sulit, paling bisa membatasi.

Tapi tidak demikian dengan anak-anak dan remaja usia kurang dari 18 tahun di China. Nasib mereka tak akan sebebas bermain game online di Indonesia.

Mereka bakal dibatasi untuk bermain game online.

Menurut aturan baru Administrasi Pers dan Publikasi Nasional China (NPAA), mereka hanya boleh main video game online tiga jam per minggu.

Artinya, mereka hanya boleh bermain game satu jam sehari yaitu pada pukul 8-9 malam selama akhir pekan dan hari libur resmi.

Pemerintah China berdalih, seperti dikutip CNBC Internasional, Selasa (31/8), aturan tersebut adalah cara untuk menjaga kesehatan fisik dan mental anak-anak.

Aturan tersebut juga berlaku bagi perusahaan yang menyediakan layanan game online untuk anak-anak. Oleh karena itu akan ada pembatasan layanan di luar jam yang telah ditentukan.

Perusahaan juga nantinya tidak akan diizinkan memberikan layanan pada pengguna yang login tidak menggunakan identitas asli. Ini untuk mencegah perusahaan abai dengan latar belakang pengguna.

Aturan NPAA terbaru tersebut mengurangi jam main anak sebelumnya. Dalam aturan tahun 2019, orang di bawah usia 18 tahun masih boleh bermain game 1 jam perhari.

Pembatasan juga diperkirakan bakal berdampak pada penurunan jumlah pemain game. Meskipun sejumlah orang memperkirakan aturan itu tidak akan berdampak material signifikan untuk perusahaan game.

Di China sendiri ada lebih dari 110 juta anak di bawah umur yang bermain video game.

“Namun kami tidak memperkirakan penurunan pembelanjaan memiliki dampak material yang signifikan pada laba perusahaan game mengingat batasan waktu dan pembelanjaan telah dilakukan untuk anak-anak selama dua tahun terakhir,” jelasnya.

Aturan baru ini juga bakalan memukul para raksasa game China seperti Tencent dan NetEase.

Tencent sebetulnya sudah mengambil langkah lebih dulu. Pada bulan Juli, Tencent memperkenalkan persyaratan untuk gamer melakukan pengenalan pemindaian wajah di ponsel untuk memverifikasi apakah pengguna sudah dewasa atau belum.

Sedangkan NetEase, sahamnya yang terdaftar di Amerika Serikat (AS), turun 4% pada hari Senin (30/8).

#gamer #china #netease

Baca Lainnya
Komentar
Loading...