Fakta-fakta Olahraga sebagai Gaya Hidup Muslim

Selama ini sebagian besar orang mungkin menganggap bahwa cabang-cabang olahraga yang saat ini populer di dunia lahir dari peradaban Barat. Karena memang orang Barat lebih memiliki kemampuan memainkan cabang-cabang olahraga tersebut.

Sementara peradaban Timur atau Islam, cenderung dianggap tidak terlalu memperdulikan olahraga sebagai sebagai sebuah ajang kompetisi, sportifitas, hingga permainan (game).

Namun ternyata, pendapat itu tidak sepenuhnya benar. Orang mungkin lupa, seperti diungkap Prof. Salim Al-Hassani dalam artikel pendek berjudul “Olahraga Warisan Muslim” di Buletin Runnymede, bahwa ketika Eropa berada di “Abad Kegelapan” dunia Islam tengah menikmati periode seni tinggi, ilmu pengetahuan, dan juga olahraga.

Selama periode tersebut (700-1700 M) atau sekitar 1000 tahun lamanya, berbagai bentuk olahraga atau Riyadhah (dalam Bahasa Arab) dipraktekkan secara luas di dalam dunia Islam, Cina dan India.

Berikut ini fakta-fakta sejarah bahwa Islam berkontribusi besar terhadap dunia olahraga. Hal ini penting diketahui, karena amnesia sejarah itu dapat menyebabkan inferioritas dan juga sebaliknya, superioritas di kalangan masyarakat tertentu.

Olahraga Cricket dan Polo

Orang-orang mungkin selalu mengaitkan olahraga Cricket dengan Inggris, tapi sejatinya permainan ini berasal dari India Utara sekitar tahun 700 M, dan kemudian Inggris mengadopsinya serta mengklaim sebagai olahraga milik mereka.

Sama halnya dengan olahraga Polo, olahraga kuno ini berasal dari Persia dan Afghanistan. Orang-orang Muslim sangat menikmatinya. Sejumlah manuskrip kuno menunjukkan adanya miniatur pria dan wanita yang tengah bermain bersama olahraga ini.

Nabi Saw Mencintai Olahraga

Nabi Muhammad Saw juga sangat menyukai olahraga. Kegemaran beliau ini tercatat dalam sebuah riwayat yang menceritakan bahwa beliau pernah balap lari dengan istrinya, Aisyah. Disebutkan, beliau memenangkan sprint pertama, tetapi kalah di babak kedua.

Di samping itu, Nabi Saw juga mendorong agar para orang tua mengajarkan anak-anak mereka berenang, berkuda, serta memanah.

Riyadhah sebagai istilah yang akrab digunakan

Dalam Islam kata olahraga atau riyadhah sendiri sudah akrab digunakan. Kata ini juga bermakna latihan, penggunaannya di berbagai bidang dari mulai Matematika bahkan hingga dunia sufisme. Para Sufi menggunakan kata riyadhah yang merujuk pada pelatihan jiwa.

Memang, olahraga dalam warisan peradaban Islam selalu dikaitkan dengan melatih tubuh, pikiran dan jiwa (ruhani).

Bahkan dalam Islam, perilaku sportif juga biasanya dikaitkan dengan moral yang tinggi serta perilaku yang patut dicontoh, yang terkait dengan sifat-sifat ksatria, amanah dan kemurahan hati.

Oleh sebab itu, ketika umat Islam mencapai Spanyol, Sisilia, Istanbul (Konstantinopel) dan bagian dunia lainnya, mereka menghentikan semua jenis olahraga yang merugikan para pemainnya, seperti gladiator dan sejenisnya.

Nah, kalau begitu marilah kita rajin-rajin riyadhah, berolahraga secara fisik juga secara ruhani.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...