Fakta dan Mitos Seputar Minum Air Lemon Tiap Hari

Air lemon dianggap oleh sebagian orang sebagai obat mujarab untuk berbagai penyakit, dari mulai sakit tenggorokan hingga kanker. Tapi apakah benar demikian?

Semua klaim, terutama klaim tentang menyembuhkan penyakit berat, tentu saja harus dibuktikan lewat penelitian ilmiah.

Tapi apabila ditanya apakah air lemon berdampak bagi kesehatan jika diminum tiap hari? Seharusnya iya.

Bagaimanapun, air merupakan sumber hidrasi terbaik bagi tubuh manusia, menurut The Nutrition Source Harvard, dengan catatan aman untuk dikonsumsi.

Di samping itu, air lemon kaya akan vitamin, diantaranya vitamin C dan folat, serta mineral seperti kalium. Ia juga mengandung serat makanan dan fitonutrien yang bermanfaat bagi kesehatan dan kekebalan tubuh.

Air lemon juga rendah kalori dan karbohidrat. Karena itu, jika diminum secara rutin setiap hari ia dapat bermanfaat bagi tubuh, di antaranya:

1. Membantu melindungi dari penyakit jantung

Penyakit kardiovaskular mengacu pada sejumlah kondisi yang berhubungan dengan jantung dan sistem peredaran darah. Paling terkenal adalah infark miokard atau serangan jantung.

Studi tahun 2020 yang diterbitkan jurnal ilmiah Cardiovascular Therapies, penyakit kardiovaskular adalah salah satu ancaman paling serius bagi kesehatan masyarakat. Faktanya, penyakit ini adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia.

Dan, salah satu penyebabnya adalah tekanan darah tinggi. Tapi jika seseorang rutin minum air lemon, ini bisa menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dengan menurunkan risiko tekanan darah tinggi.

Menurut penelitian yang dilakukan American Journal of Clinical Nutrition tahun 2012, lemon adalah sumber vitamin C yang baik dan telah terbukti membantu menurunkan tekanan darah.

2. Mengurangi risiko stroke

Menurut WHO stroke adalah penyebab kematian kedua di dunia. Pada dasarnya stroke adalah gangguan suplai darah ke otak yang mengakibatkan kematian sel-sel otak.

Stroke dapat terjadi pada semua usia, meskipun lebih tinggi risikonya pada usia tua. Stroke juga menyebabkan kecacatan permanen hingga kematian.

Journal of American Medical Association pernah menerbitkan hasil analisanya pada tahun 2013 yang menyebutkan bahwa kadar vitamin C dalam darah yang lebih tinggi bisa mengurangi risiko stroke.

Studi The European Journal of Internal Medicine pada tahun 2010, menyebutkan, air lemon dapat mengurangi risiko stroke karena mengandung asam folat.

3. Mengurangi peradangan

Peradangan adalah respon dari sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai macam ancaman kesehatan, bahkan termasuk dari racun.

Tapi bagaimanapun ketika radang menjadi kronis, ia dapat menyebabkan ancaman lain terhadap kesehatan, termasuk diabetes, tekanan darah tinggi dan kanker.

Nah, jika rutin meminum air lemon, peradangan yang terjadi pada tubuh bisa berkurang. Sebab vitamin C yang terkandung dalam lemon memiliki sifat anti-inflamasi.

Studi yang dilakukan Drug Design, Development and Therapy pada tahun 2015 membuktikan hal itu.

Dalam penelitiannya, lembaga ini mengumpulkan 64 penderita obesitas dan diabetes atau tekanan darah tinggi. Selama 8 minggu, separuh dari mereka diberi suplemen vitamin C, dan separuh lagi tidak.

Ditemukan, tingkat inflamasi orang yang mengonsumsi vitamin C lebih rendah secara signifikan.

4. Menyehatkan usus

Usus adalah saluran pencernaan yang dilapisi dengan banyak bakteri baik.

Usus yang sehat menurunkan risiko terkena berbagai penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, radang sendi, kanker tertentu, insomnia, depresi, dan gangguan kecemasan.

Menurut Maret Traber, profesor di OSU College of Public Health and Human Sciences, membiasakan minum air lemon dapat membantu memastikan pasokan vitamin C yang stabil, dan ini sangat penting untuk kesehatan usus.

Sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan Scientific Reports menunjukkan, mengonsumsi air lemon dapat membantu meningkatkan kesehatan usus.

5. Membantu memenuhi asupan cairan

Tubuh manusia rata-rata terdiri dari 60% persen air, sejumlah organ seperti otak, jantung, dan paru-paru memiliki kandungan air yang lebih tinggi.

Menurut The Nutrition Source, tubuh bisa kehilangan cairan hanya dengan bernapas, mencerna makanan dan mengatur suhu tubuh, belum lagi untuk menjaga kesehatan kulit dan organ lainnya.

Bahkan, menurut American Heart Association, kebutuhan hidrasi kita meningkat dengan aktivitas fisik dan pemicu stres lainnya. Nah, air lemon mendorong Anda untuk minum lebih banyak.

6. Menurunkan berat badan

Minum air lemon juga dapat membantu penurunan berat badan, bahkan sebetulnya, minum air biasa saja dapat mengurangi sensasi lapar.

Minum air putih sebelum makan, misalnya, terbukti menurunkan jumlah kalori yang dikonsumsi selama makan.

Menurut penelitian di European Journal of Clinical Nutrition, minum dua gelas air saat makan mengurangi perasaan lapar.

Walaupun bisa mendapatkan manfaat ini hanya dari air putih, tapi menambah rasa air lemon mungkin membuat minuman menjadi lebih menarik.

7. Meningkatkan kesehatan mata

Karotenoid adalah fitonutrien, nutrisi yang tidak penting untuk menopang kehidupan tapi bermanfaat. Karotenoid, khususnya, membuat mata lebih sehat dan penglihatan lebih baik.

Karotenoid biasanya ditemukan pada tanaman berwarna merah cerah, kuning, dan oranye, tapi karotenoid pada banyak buah dan sayuran tidak mudah diserap oleh tubuh manusia, kecuali lemon.

Lemon tidak hanya kaya karotenoid, tetapi juga membantu tubuh menyerap karotenoid dari makanan lain, termasuk wortel.

Ketika wortel dikombinasikan dengan lemon dan minyak zaitun, karotenoidnya hampir 30% lebih banyak dapat diserap, menurut studi International Journal of Nutrition and Food Engineering tahun 2018.

Tapi meski air lemon bagus untuk kesehatan mata, hindari penggunaan air lemon sebagai obat tetes mata. Tidak hanya akan sangat menyakitkan, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan permanen.

8. Mencegah pembentukan batu ginjal

Batu ginjal adalah mineral dan garam yang mengkristal, terbentuk akibat pola makan yang buruk atau dehidrasi. Batu ginjal bisa dikeluarkan melalui saluran kemih tapi prosesnya menyakitkan. Karena itu lebih baik hindari.

Asam sitrat membuat urin tidak mendukung perkembangan batu. Meskipun asam sitrat tersedia secara farmakologis, tapi lebih baik mendapatkannya dari bentuk alami seperti air lemon.

9. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Sebuah studi tahun 2009 yang diterbitkan British Journal of Nutrition menyarankan bahwa vitamin C dapat mengurangi kemungkinan orang terkena flu.

Selain itu, vitamin C adalah antioksidan kuat yang dapat membantu tubuh melawan radikal bebas. Radikal bebas berperan dalam menyebabkan penyakit jantung, berbagai jenis kanker, serta penyakit dan kondisi serius lainnya yang mengancam jiwa.

Tapi, air lemon tidak dapat mencegah COVID-19, atau menyembuhkannya. Belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa lemon memiliki efek alkali yang cukup untuk berdampak pada virus korona.

Meski demikian, meminum air lemon setiap hari bisa merusak gigi. Keasaman lemon dapat mengikis enamel gigi yang dapat menyebabkan gigi tampak kuning dan menjadi sensitif.

Sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah PLOS One menunjukkan, jus lemon mungkin lebih merusak enamel gigi daripada Coca-Cola.

Bagaimana untuk menghindari ini? Menurut ahli gigi di Ethos Orthodontics, meminum air lemon dari sedotan dapat membantu air lemon melewati gigi Anda. Membilas mulut Anda dengan air setelah meminum air lemon juga dapat membantu menghilangkan asam yang tertinggal.

Kemudian, jangan menggosok gigi setidaknya selama 30 menit setelah meminum air lemon, yang merupakan saat email paling rentan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh penyikatan. (Sumber: healthdigest)

Baca Lainnya
Komentar
Loading...