Eits, Jangan Batuk Sembarangan, Begini Etikanya

Sedang viral di sosial media seorang pria tua beradu mulut dengan anak muda hingga hampir adu jotos di sebuah KRL di Jepang. Gara-garanya, anak muda itu batuk-batuk terus, sementara ia tak memakai masker di wajahnya.

Virus Korona yang menyebar di berbagai belahan dunia, termasuk di Jepang membuat masyarakat resah. Wajar jika bapak tua di KRL itu menegur dengan keras si anak muda, karena penularan virus tersebut salah satunya melalui lendir dari mulut yang terciprat pada saat batuk atau bersin.

Menurut Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, virus corona bisa ditularkan lewat air liur dan selaput lendir melalui batuk atau bersin, ketika orang yang terpapar melakukan kontak langsung dengan orang lain.

Selain itu, penularan juga bisa terjadi pada saat seseorang menyentuh permukaan benda yang terpapar, lalu dia memegang mata, hidung, mulut atau bagian tubuh lainnya yang memiliki selaput lendir.

Oleh sebab itu, jangan batuk atau bersin di tempat umum sembarangan. Kita harus memerhatikan etikanya. Apalagi di musim wabah virus Korona yang membuat resah masyarakat seluruh dunia.

Bagaimana etika batuk atau bersin di tempat publik, terutama bagi Anda yang sedang sakit? Berikut rinciannya, sebagaimana dilansir NY Times:

Pertama, menutup mulut saat batuk atau bersin.

Orang terkadang lupa sedang berada di tempat umum sehingga saat batuk atau bersin mulutnya dibiarkan terbuka. Karena sudah menjadi kebiasaan, kurang refleks untuk menutup mulut segera.

Padahal dengan menutup mulut saat bersin atau batuk bisa mencegah penyebaran virus ke orang lain. Ini butuh pembiasaan.

Bagaimana cara menutup mulut yang benar? Tentu tidak menggunakan telapak tangan. Karena jika demikian, lalu setelah itu Anda menyentuh benda di tempat umum, maka benda tersebut akan ikut terpapar virus.

Apalagi kalau setelah itu Anda bersalaman atau berjabat tangan. Virus berpotensi berpindah ke telapak tangan orang lain.

Kedua, gunakan tisu atau sapu tangan.

Saat batuk atau bersin atau di tempat umum, tutup mulut dengan tisu atau sapu tangan.

Tapi biasanya, batuk atau bersin seringkali terjadi tiba-tiba saja. Jika Anda tidak siap dengan tisu dan sapu tangan, gunakan siku bagian dalam atau lengan baju bagian atas Anda untuk menutup mulut Anda. Sekali lagi, jangan dengan telapak tangan.

Tujuannya agar semburan air liur hanya mengenai siku, bukan telapak tangan. Karena siku hampir tak pernah digunakan untuk melakukan kontak dengan orang lain.

Ketiga, pakailah masker.

Memakai masker saat Anda sakit flu, pilek atau batuk adalah cara paling efektif untuk meminimalisasi penyebaran virus.

Dengan catatan, masker harus diganti setiap hari untuk memastikan area mulut Anda tetap higienis.

Keempat, jangan membuang tisu sembarangan

Tisu bekas menutup mulut saat batuk atau bersin secara sembarangan, sebaiknya jangan kita buang sembarangan.

Buanglah di tempat sampah tertutup, untuk mencegah penularan virus melalui tisu bekas Anda gunakan.

Kelima, cucilah tangan dengan sabun dan air mengalir.

Jika tidak ada gunakan hand sanitizer atau apa pun yang bersifat anti septik.

Selain etika tersebut, alangkah lebih baik lagi untuk menjauhkan diri Anda dari orang lain saat Anda batuk-batuk, atau bersin karena suatu penyakit. Sebaiknya pula Anda tinggal di rumah untuk beristirahat sementara waktu. Itu langkah yang bijak untuk mencegah penularan virus lebih luas lagi.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...