Doakan Kebaikan untuk Anakmu!

Tidak jarang, seorang ayah atau ibu mendoakan anaknya dengan kalimat yang buruk karena saking nakalnya. Padahal, senakal-nakalnya anak, tugas orang tua tetaplah mendoakan yang terbaik untuk mereka. Biarkan Allah Swt yang kemudian merubah perangainya menjadi lebih baik.

Seorang lelaki datang kepada Abdullah ibnul Mubarak mengadukan perihal sikap anaknya yang selalu menyakitinya. Ibnul Mubarak bertanya, “Apakah engkau pernah mengutuknya?”

Lelaki itu menjawab, “Benar, pernah!”

Ibnul Mubarak berkata, “Engkau sendirilah yang telah membuatnya menjadi rusak.”

Kisah ini pernah dimuat dalam Kitab Ihya Ulumud Din (2/217) dan menjadi pembelajaran bagi kita semua bahwa mendoakan hal yang buruk untuk anak tidak baik untuk dilakukan. Ketika kita (orang tua) sedang marah karena ulahnya, tetaplah dilarang untuk mengeluarkan kata-kata kasar. Bisa jadi, kata-kata itu dikabulkan oleh Allah dan kelak mereka tumbuh benar-benar menjadi anak yang nakal.

Menurut Jamaal Abdur Rahman dalam Athfaalul Muslimin, Kaifa Rabbaahubun-nabiyyul Amiin yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul “Tahapan Mendidik Anak: Teladan Rasulullah”, seorang murabbi [pendidik] tidak boleh putus asa dari rahmat Allah. Misalnya, dia mengatakan, “Aku telah berdoa untuk kebaikan anakku, tetapi tidak ada faidahnya.”

Sebaliknya, kata Jamaal, hendaklah dia terus berdoa dan berharap. “Demi Allah, jika Dia menghendaki, tidak akan mengecewakan harapan Anda dan Dia akan memberi petunjuk pada anak-anak Anda,” tulis Jamaal mengakhiri [h.138].

Pentingnya mendoakan yang baik-baik juga merupakan perintah Rasulullah Saw. Suatu ketika Ummu Anas mendatangi Rasulullah Saw dan berkata, “Wahai Rasulullah, inilah Anas, anak lelaki kesayanganku. Sengaja aku bahwa dia datang kepada engkau untuk menjadi pelayanmu, maka doakanlah dia olehmu kepada Allah.”

Nabi pun berdoa, “Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya.”

Menurut Riwayat Bukhari disebutkan, “Dan berkatilah dia dalam semua pemberian yang telah Engkau anugerahkan kepadanya.”

Selanjutnya, Anas mengatakan, “Maka demi Allah, sesungguhnya anak cucuku sekarang jumlahnya benar-benar mencapai kurang lebih 100 orang.” (Muslim, Kitab Fadhaa-ilish Shahabah 4531)

Dari hadits ini bisa diambil sebuah kesimpulan bahwa doa kebaikan dari orang tua untuk anak adalah hal yang sangat penting. Dalam kondisi yang paling menyebalkan sekalipun dari sikap anak, orang tua tetap mendoakan yang terbaik untuknya. Sebab, doa orang tua untuk anak merupakan salah satu yang dikabulkan oleh Allah Swt.

Rasulullah Saw pernah bersabda, “Ada tiga macam doa yang tidak diragukan lagi pasti diterima, yaitu doa orang yang teraniaya, doa seorang musafir, dan doa orang tua kepada anaknya.” (Tirmidzi, Kitabul Birri was Shilah 1828)

Lalu, masihkah Anda mendoakan yang terburuk untuk anakmu?

Baca Lainnya
Komentar
Loading...