Diperlukan ‘Multichannel Strategy’ untuk Gaet Konsumen Kekinian

Konsumen kekinian atau yang dikenal dengan konsumen 4.0 memiliki ciri-ciri spesifik yaitu fokus pada produk custom dan personal, membutuhkan banyak gambar dan video grafik, kental dengan hal-hal yang internet of things (IoT), menggunakan digital channel and communication, smartphone, dan marketplace.

Menurut pakar perilaku konsumen IPB University, Prof Ujang Sumarwan, sebagaimana dikutip dari ipb.ac.id, penting bagi pelaku usaha untuk mengetahui target dan perilaku konsumen.

“Kita harus menyesuaikan dengan itu. Sekarang salah satu perilaku konsumen adalah sangat akrab dan adaptif dengan IoT, software, aplikasi dan sebagainya,” ujar Prof Ujang saat menjadi pembicara pada Webinar “IPB Innovation and Business Sustainability,” beberapa waktu lalu.

Menurut Dekan Fakultas Ekologi Manusia itu, saat ini konsumen terbagi menjadi dua kategori, yakni multi-channel shopper dan omni-channel shopper. Baca juga >>

Perbedaannya, konsumen omni-channel mencari informasi di internet menggunakan kombinasi dari berbagai channel serta membandingkan dan membeli produk secara simultan.

Oleh karena itu, menurut Prof Ujang, para pemasar atau marketer seharusnya juga dapat memanfaatkan database seperti google trends untuk memahami tren konsumen saat ini.

“Pemahaman konsep marketing 4.0 ini menjadi penting dalam menanggapi perubahan perilaku konsumen,” kata dia.

Kini, konsumen terkoneksi dengan semua yang dibutuhkan, ditambah lagi dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dan internet. Karena itu, marketer perlu menggunakan ‘multichannel strategy’.

“Mengingat, baik marketer maupun konsumen kini sudah saling terkoneksi dengan pasar,” jelasnya.

Kegiatan webinar digelar oleh Science Techno Park (STP) IPB University sebagai upaya akselerasi inovasi untuk mewujudkan ‘Technosociopreneurial University’ sehingga dapat meningkatkan daya saing bangsa.

Menurut Wakil Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi STP IPB University Dr Tri Prartono, STP IPB University merupakan lembaga yang bisa menjadi pintu masuk bagi berbagai inovasi. Sebagai inventor (penemu) yang menjadi “dapur” dalam membangun startup. Baca juga >>

Lembaga tersebut juga melaksanakan alih teknologi meliputi kegiatan promosi inovasi, pemberian hibah, hingga pembiayaan start up business. Bentuk komersialisasi invensi biasanya berupa lisensi baik eksklusif maupun non-eksklusif, start up, spin off dan joint venture.

“Proses alih teknologi sangat penting agar dapat mentransferkan produk yang dikembangkan oleh lembaga riset ke masyarakat,” kata Dr Tri.

STP IPB University sendiri telah membuat sejumlah inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan, yang terencana berdasarkan peta jalan yang telah disusun.

Lembaga ini juga telah membuat pedoman komersialisasi inovasi (KKI) untuk mengantisipasi apabila ada inovasi yang diminati oleh industri tapi belum dilakukan valuasi teknologinya. Baca juga >>

“Sehingga kami sudah punya kisaran acuan besaran nilai royalti dari nilai revenue atau omset,” jelas Dr Tri.

#internet #ipb #marketplace

Baca Lainnya
Komentar
Loading...