Corona dan Pendidikan (3/3)

Ketiga, Kedisiplinan

Kedisiplinan merupakan modal utama bagi umat Islam, mengajarkan manusia akan pentingnya menghargai diri sendiri dan orang lain, waktu dan usia.

Ke-wajib-an dan Ke-sunnah-an. Jika diurai dalam terminologi pendidikan maka, shalat, zakat dan puasa, serta belajar dan sebagainya merupakan kedisiplinan yang harus dilaksanakan dan ditaati bagi umat Islam. Buah dari kedisiplinan mengajarkan arti tanggung jawab, terhadap diri sendiri dan orang lain.

Disinilah tampak bahwa kedisiplinan dalam Islam itu indah, karena segala yang dilakukan pada waktunya akan memberikan keberkahan hidup.

Dengan demikian, Islam itu ramah bukan marah. Bahkan ketika orang fokus pada sisi positif, justru pertumbuhan akan terus melejit, menjulang dan makin luas manfaat yang dirasakan.

Membiasakan diri untuk berlaku disiplin, akan terasa nikmat, tatkala seorang berpasrah kepada Tuhan dengan mengucapkan Bismillah, Alhamdulillah; semata-mata ia disiplin berlatih bersyukur agar hidup lebih berkah dan makmur.

Mari kita jadikan kedisiplinan ini dengan menjaga jarak fisik (physical distancing) dengan komunikasi yang baik terarah dan terukur sehingga, wabah Corona Virus Disease-Covid-19 dapat diminimalisir serta terputus mata rantainya.

Keempat, Pendidikan di Era Industri 4.0 (Disrupsi)

Sebelum dan sudah tersebarnya wabah Corona Virus Disease-Covid-19. Dunia pendidikan memang sudah dihadapkan dengan Era disrupsi.

Proses pembelajaran sebelumnya, masih banyak menggunakan white board penggunaan laptop berbasis offline dengan klasikal learning kini berpindah pada ruang virtual dengan banyak suguhan yang disajikan oleh penyedia jasa aplikasi pembelajaran. Dimulai dari WA Group, Google Classroom, Youtube, Zoom.us, Edmodo, Schoology dan E-Learning.

Hal ini membuat percepatan perubahan proses pembelajaran berdasarkan instruksi dari presiden beserta para menterinya. Yang mengharuskan seluruh komponen masyarakat Indonesia di sebagian wilayah Indonesia untuk bekerja dan belajar dari rumah (Work and Study From Home).

Terdapat sejumlah faktor yang mendorong manusia pada umumnya dan umat Islam pada khususnya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai berikut;

  • Faktor ajaran Islam (QS. al-`Alaq [97]:1-5).
  • Faktor lingkungan dan budaya.
  • Semangat berlomba-lomba untuk mencapai kemajuan (bidang ilmu pengetahuan, kebudayaan dan peradaban).
  • Adanya tradisi ilmiah yang sangat kuat seperti mencintai ilmu, membaca dan menulis, meneliti, membangun lembaga pendidikan, mengoleksi buku, manuskrip dan membangun perpustakaan, menerjemahkan manuskrip, mewakafkan tanah dan segala sesuatu untuk pendidikan.
  • Ajaran Islam wewajibkan pada seluruh penganutnya agar melakukan pelbagai kegiatan dalam bidang apa saja dengan berbasis pada ilmu pengetahuan yang dihasilkan melalui bacaan, riset dan sebagainya.
  • Adanya pandangan yang bersifat integrated, komprehensif dan holistic dalam memandang ilmu pengetahuan dan agama.

Berangkat dari faktor di atas, Ilmu pengetahuan dan teknologi menurut Islam harus ditujukan untuk membawa manusia semakin bertakwa kepada Allah Swt. Melalui berbagai teori ilmu pengetahuan yang ia peroleh dari hasil pengamatan, penelitian dan percobaan terhadap pelbagai tanda kekuasaan Tuhan yang terdapat di alam jagat raya, pada hakikatnya adalah ciptaan Tuhan dan hukum Tuhan.

Adanya dorongan atas intruksi tersebut, sejatinya pemerintah harus segera memetakan dan menyusun proses pembelajaran dengan aturan dan fasilitas yang baik, mengingat pembelajaran berbasis daring (dalam jaringan) ini bertumpu pada kekuatan signal dan akses internet yang stabil.

Banyak kendala tatkala melakukan daring menggunakan fasilitas aplikasi yang ada, semisal terputusnya konektifitas jaringan komunikasi, lambannya suara yang diterima, menyebabkan daring ini menjadi tidak kondusif. Oleh karenanya segera lakukan kerjasama untuk peningkatan kualitas pembelajaran berbasis daring yang semakin baik dan maju.

Semoga dengan merebaknya wabah Covid-19 ini dapat memberikan hikmah menjadikan kita lebih mendekatkan diri dengan keluarga, saudara, terlebih dan utama pada sang pencipta Allah Swt. Bersyukur atas nikmat-Nya berikhtiar atas Usaha, berdo`a kepada-Nya. dan sabar serta tawakkal kepada-Nya. Wallahu `alam.

(Prof. Dr. H. Armai Arief, M.A., Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat, Ketua Dewan Pembina Asosiasi Dosen Indonesia-ADI)

Baca Lainnya
Komentar
Loading...