Cek! Siklus Bisnis Anda Sudah Sampai Tahap Apa?

Hidup memiliki siklus dan dikenal sebagai daur hidup (life cycle). Secara umum, siklus terbagi 4 yakni: mulai (start-up), tumbuh (growth), ranum (mature) dan senja (decline). Siklus ini perlu dipahami oleh pebisnis, karena akan memengaruhi beberapa kebijakan strategisnya. Yuk kita obrolkan.

Start up adalah bisnisnya baru saja dimulai. Penekanannya bukan pada anda sebagai pengusaha baru memulai, melainkan bisnis itu sendiri. Kondisi ini bisa terjadi karena ada permintaan produk baru, atau Anda sedang berupaya menciptakan pasar baru berdasarkan hasil riset yang telah dilakukan.

Jadi, rintisan usaha baru bisa terjadi karena Anda yang mencipta atau Anda memenuhi selera baru.

Pada tahap awal bisnis ini masih bersifat potensi, maka arah perkembangan masih samar, belum terlalu tampak, dan mengandung risiko yang juga besar. Bahkan bisa jadi potensi besar ini, tetiba tidak terjadi. Perlu kewaspadaan dalam hal investasinya.

Pada tahap ini, masyarakat belum mengenal perusahaan atau produk Anda, sehingga perlu promosi yang kuat, disamping menciptakan produk yang bermutu.

Tumbuh, sudah melewati start-up, sudah tampak gambaran pasar dari bisnis. Kita melihat potensi dan mulai menambah investasi. Pada kondisi ini, biasanya cashflow berdarah mengingat besarnya kebutuhan dana.

Laba perusahaan tidak dapat diambil, melainkan di-re-invest; dan belum cukup juga, perlu tambah dana eskternal.  Kita mungkin perlu membangun pabrik baru, memiliki ruko-ruko cabang untuk penjualan, dan lain lain.

Dari sudut pandang valuasi perusahaan, yang dijadikan ‘pintu’ penilaian pada kedua tahapan ini adalah potensi ke depan. Gambaran potensinya sangat tinggi, sehingga nilai valuasinya dapat berkisar 10 kali lipat dari (real asset yang ada).

Sedemikian tinggi, karena risiko yang menyertainya juga tinggi. Karena masih bersifat potensi, maka bisa saja ke depan potensi tersebut hilang atau berkurang.  Jadi jika anda berinvest pada perusahaan ini sebesar Rp1.000, Anda berharap dalam 5 tahun ke depan nilainya sebesar Rp10.000.

Harapan ini dianggap fair, karena bisa saja bisnis ini gagal. Diperlukan kecermatan menghitung dan kepiawaian mendayung ‘perahu di samudera’ agar investasi yang dilakukan tidak gagal.

Mendapatkan dana dari pihak eksternal (utang), mungkin sulit, karena risiko yang dihadapi oleh kreditur. Untuk itu penyertaan modal tampaknya cara yang paling pas, dapat melalui venture capital, private equity, patungan usaha.

Para pihak yang terlibat, akan mengandung risiko yang besar sehingga menuntut return tinggi. Bisnis yang anda sharing juga memiliki potensi return yang tinggi, sehingga anda juga menuntut dari pihak terlibat jumlah investasi memadai.  Mungkin perlu beberapa cangkir kopi, untuk menyamakan persepsi ini.

Tahap ranum (mature) adalah kenikmatan, ketika bisnis sudah mendapatkan hasil, dan laba. Bisa dinikmati secara konsisten.

Anda mungkin tidak perlu memperbesar bisnis, tetapi perlu mempertahankannya melalui variasi (diferensiasi)  produk agar sumber pemasukan ada variasinya.

Diferensiasi diperlukan (utamanya consumer goods) untuk menjangkau berbagai kalangan konsumen. Pada tahap ini, ada banyak pesaing, muncul produk baru yang lebih keren. Pasar bisa masuk dalam kondisi jenuh.

Pada tahapan decline atau tahapan memasuki senja,  tiada tambahan revenue. Laba yang ada, dilarang untuk diinvestasikan, karena akan memperbesar biaya. Anda jangan tergoda membeli ruko sebelah, padahal pengunjung resto anda jumlahnya tidak bertambah.

Secara umum, daur hidup ini tidak identik dengan waktu. Pada bisnis berbasis teknologi (atau terkena imbas teknologi), daur hidupnya sangat cepat, sehingga produk cepat ‘usang’.  Berhati-hati investasi pada bisnis seperti ini.

Membaca tetap menjadi kebutuhan, tetapi toko buku sudah beralih dari ‘fisik’ menjadi ‘maya’. Kuliner mungkin bisa sedikit lebih lama menikmati masa tumbuh dan atau mature. Konsumen membeli dengan jumlah konstan atau tertentu, laba yang didapat cukup memadai untuk wirausaha.

Bisnis yang hambatan masuknya tidak ada (sedikit), sekalipun menarik, akan cepat sekali berada pada posisi ranum dan senja. Anda harus terus mengelola dengan baik dan unggul agar mendapatkan posisi di pasar.

Latah berbisnis karena trend, biasanya juga akan tutup karena trend itu tutup.

Bagaimana bisnis Anda? Sudah pada tahap apa?

Lakukan terus inovasi dan diferensiasi agar selalu diterima oleh pasar dan tidak terhapus dalam peta.

Tetap semangat dan jangan lupa: sruput kopi!

Baca Lainnya
Komentar
Loading...