Cara Mempercantik Warna Ikan Koi Menurut Ahli

Pandemi Covid-19 memaksa orang lebih banyak beraktivitas di rumah. Dengan begitu banyak orang yang kemudian memulai hobi baru, salah satunya memelihara ikan koi.

Memandangi ikan koi di dalam kolam dipercaya sebagian orang bisa membuat rileks dan mengurangi stres akibat pekerjaan.

Ikan koi bagi pemiliknya, selain bisa menjadi hiburan di kala penat, ternyata juga bisa diikutkan dalam kontes.

Kualitas ikan koi, terutama yang diikutkan dalam kontes, dapat dinilai dari tingkat kecerahan dan ketajaman warnanya.

Memang, warna ikan ini kebanyakan dipengaruhi oleh faktor genetik dan garis keturunan ikan tersebut. Tapi, tahukah Anda di samping faktor genetik, faktor nutrisi juga ternyata mampu berperan dalam meningkatkan keindahan warna ikan koi.

Hal itu seperti yang dijelaskan Nina Meilisza, peneliti di Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH) Depok dalam sebuah Webinar kerja sama dengan Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) UNAIR beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan itu, Nina menjelaskan, warna dari ikan koi dipengaruhi oleh pigmen yang dihasilkan oleh sel kromatofor.

Ikan koi memiliki 4 sel kromatofor sejati yakni Melanofora penghasil melanin (hitam), Eritrofor penghasil pteridine (merah), Xantofor penghasil karotenoid (kuning) dan iridofor penghasil kristal guanine dan purin (berkilau). Serta, satu lagi sel kromatofor yang tidak menghasilkan pigmen sehingga memberi warna dasar putih pada ikan yakni leukofor.

Menurut Nina, sejatinya ikan koi bisa memproduksi pigmen warna dengan sendirinya. Sehingga para pembudidaya tinggal memberi pakan dengan kualitas tinggi tanpa harus mensuplementasi kandungan pigmen spesifik untuk meningkatkan warna.

Tapi, berbeda dengan karotenoid. Ikan tidak bisa memproduksi karotenoid sendiri namun membutuhkan asupan dari luar.

“Oleh karena itu, untuk suplementasi pakan ikan guna meningkatkan warna, umumnya digunakan bahan yang memiliki kandungan karotenoid tinggi,” kata dia.

Karotenoid memiliki 800 jenis, namun yang memberi efek warna pada ikan adalah Astaxanthin. Karotenoid bisa didapatkan dari banyak sumber seperti sayuran, buah, alga (Chlorella), krustasea dan bahan sintetis.

Karotenoid lain yang masuk nantinya akan dimetabolisme menjadi astaxanthin yang memberi efek kuning, jingga dan kemerahan pada ikan.

“Ikan koi termasuk ikan yang mudah metabolisme astaxanthin sehingga bisa diberi beberapa jenis karotenoid kecuali beta-karoten,” terang Nina.

Namun, dalam mensuplementasi pakan dengan menggunakan karotenoid, khususnya yang sintetik perlu diperhatikan dosisnya. Sebab jika terlalu banyak hanya akan menyebabkan kerugian biaya.

Dosis minimalnya 100 mg/kg pakan, cukup untuk menjaga warna ikan. Namun jika ingin meningkatkan warnanya bisa menggunakan dosis 150 – 200 mg/kg pakan maksimal. Jika terlalu banyak, akan banyak biaya yang dikeluarkan namun performanya tetap sama.

Selain untuk dipelihara di kolam rumah sebagai hobi, ternyata jika mau, berbisnis ikan koi juga menggiurkan. Lebih-lebih sebagai alternatif di masa pandemi, ketika banyak orang mencari penghasilan tambahan.

#koi #karotenoid #ikanhias

Baca Lainnya
Komentar
Loading...