“Bukit Algoritma” Bakal Jadi Silicon Valley-nya Indonesia

Indonesia bakal punya “Silicon Valley” seperti di Amerika Serikat. Proyek ini yang diberi nama “Bukit Algoritma”. Lokasinya bakal berada di Sukabumi, Jawa Barat.

Proyek ini masuk dalam rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pengembangan Teknologi dan Industri 4.0.

Tahap awal pembangunan akan dikerjakan oleh PT Amarta Karya (AMKA), sebuah BUMN konstruksi yang sudah ada sejak 1962 dan sudah berpengalaman menggarap proyek konstruksi di 30 provinsi di Indonesia.

Kontrak kerja sama sudah ditanda tangani di Jakarta pada Rabu 7 April 2021. Yaitu antara pihak AMKA sebagai pengembang, dan pelaksana yaitu PT Kiniku Bintang Raya KSO yang diketuai Budiman Sudjatmiko dan PT Bintang Raya.

Untuk tahap awal selama tiga tahun ke depan, mega proyek ini bakal menghabiskan biaya Rp 18 triliun (1 miliar euro). Dana sebesar itu digunakan antara lain untuk peningkatan kualitas ekonomi 4.0; peningkatan pendidikan dan membangun pusat riset dan development; serta meningkatkan sektor pariwisata di kawasan ekonomi khusus ini.

“Lokasi tepatnya, berada di atas lahan seluas 888 hektare di Cikidang dan Cibadak Sukabumi,” kata Dirut AMKA Nikolas Agung.

Mendukung Inovasi Milenial

Bukit Algoritma nantinya bakal dibangun laksana Silicon Valley di AS, yang diharapkan dapat menjadi pusat R&D dan pengembangan sumber daya manusia masa depan.

Politisi yang sekarang menjadi pegiat inovasi, Budiman Sudjatmiko mengatakan, kelak kawasan ini akan menjadi salah satu pusat pengembangan inovasi dan teknologi tahap lanjut, khususnya di kalangan milenial.

Inovasi dimaksud seperti kecerdasan buatan, robotik, drone (pesawat nirawak), hingga panel surya untuk energi yang bersih dan ramah lingkungan.

Sebab itu, menurutnya, ini merupakan mimpi jangka panjang. Dan untuk tahap awal, tiga tahun ke depan baru akan dilakukan pembangunan infrastruktur, termasuk akses jalan raya, fasilitas air bersih, pembangkit listrik, gedung konvensi, dan fasilitas-fasilitas lainnya.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...