Bolehkah Menambah Baiat Thariqah Lainnya, Sedangkan Sebelumnya Sudah Berthariqah?

Dalam Musyawarah Kubra Nasional Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) di Bandung pada 15-17 Juli 2002 muncul satu pertanyaan.

Bagaimana hukumnya seseorang yang sudah berbaiat Thariqah Qadiriyah dan Naqsyabandiyah, kemudian berbaiat Thariqah Syadziliyah, lalu berbaiat Thariqah Syathariyah. Dalam arti ketika itu dia tidak bermaksud intiqal (berpindah) thariqah, akan tetapi bermaksud menambah amalan thariqah?

Jawabannya berdasarkan keterangan yang diperoleh dalam Kitab Al Fatawa Al Haditsiyah karya Al ‘Allamah Ahmad bin Muhammad bin Ali Ibnu Hajr Al Haitamy As Sa’dy Al Anshary (w. 974 H).

والأخذ عن مشايخ متعددين يختلف الحال فيه بين من يريد التبرك ومن يريد التربية والسلوك، فالأول يأخذ عمن شاء إذ لا حجر عليه…..

“Dan berguru kepada beberapa Syekh Thariqah itu maka hukumnya berbeda antara orang yang menghendaki tabarruk dan orang yang menghendaki suluk dan tarbiyah. Maka yang pertama (yakni yang menghendaki tabarruk) dapat berguru kepada Syekh yang dikehendakinya, karena tidak ada batasan baginya…”

Lalu keterangan dalam kitab Majmu’ah An Nafahat Ar Rabbaniyah yang mencakup lima kitab di dalamnya, sebagai berikut;

قد تلقى السيد الختم عن كثير من فحول الرجال هذه الطرق الخمس المتصلة أسانيدها بالنبي صلى الله عليه وسلم عن جبريل عن رب العزة جل جلاله

Dan Sayyid telah menerima khatam dari tokoh-tokoh kelima tarekat yang agung yang sanadnya muttashil (bersambung) dengan Nabi Saw, dari Jibrill as, dari Tuhan Yang Maha Agung Jalla Jalaluh.

Maka keputusan musyawarah saat itu menjawab tidak boleh menambah baiat thariqah, kecuali baiat yang kedua ataupun ketiga itu li ajl at tabarruk (karena mengharap berkah) dan telah selesai tarbiyahnya dari thariqah pertama dan telah mendapatkan izin.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...