Berlangganan Internet ke PLN, Kok Bisa?

Berlangganan internet ke PLN? Kok bisa, tidak salah? Tentu saja tidak. Ini bukan gurauan, seperti banyak tersebar di media sosial: “PLN punya internet karena kabelnya sudah ada di mana-mana.”

Tentu bukan itu alasannya. Karena kabel PLN yang ada itu untuk mengalirkan listrik.

Layanan internet PLN, bukanlah produk atau layanan yang berada langsung di bawah PLN, karena memang fokus bisnis PLN adalah listrik. Layanan internet tersebut berada di bawah anak perusahaan PLN, yaitu PT Indonesia Comnet Plus (ICON+). Layanan internet tersebut bernama ICONNET.

“PLN terpanggil untuk ikut berkontribusi menerangi seluruh negeri dengan memberi akses informasi yang cepat melalui penyediaan internet,” kata Zulkifli Zaini, Dirut PLN saat meluncurkan layanan internet milik perusahaan tersebut.

Menurutnya, dengan sinergi antar anak perusahaan PLN, pihaknya yakin mampu mewujudkan cita-cita yang mulia tersebut melalui ICONNET, layanan Internet yang Reliable, Affordable, serta Unlimited dan siap bersaing dengan para kompetitornya.

Industri teknologi komunikasi Indonesia belakangan ini diwarnai banyak kejutan. Belum selesai euforia konektivitas 5G, kini orang dikejutkan dengan terobosan PLN, perusahaan milik negara yang selama ini mengurusi listrik, dengan menghadirkan layanan internet.

Kehadiran ICONNET sejatinya sudah diumumkan lewat siaran pers di laman resmi pln.co.id tanggal 1 Juni 2021 lalu.

Layanan internet yang mengandalkan jaringan fiber optic tersebut menyertakan ciri khas berupa tiga pilar sebagai prinsip layanan, yaitu dapat diandalkan (reliable), terjangkau (affordable), dan tanpa batas (unlimited).

Bisnis baru PLN ini dijalankan oleh ICON+, anak perusahaan yang didirikan 3 Oktober 2000 silam, tapi baru memulai kegiatan komersil tahun 2001 melalui layanan Network Operation Centre yang berlokasi di Gandul, Cinere. ICON+ memang difokuskan untuk melayani kebutuhan PLN terhadap jaringan telekomunikasi.

ICON+ memiliki beberapa jenis usaha diantaranya penyedia jaringan telekomunikasi, penyediaan konten telekomunikasi, dan penyediaan peranti lunak atau peranti keras, serta jasa teknologi informasi.

ICON+ juga mengklaim sudah memiliki lebih dari 3.000 pelanggan dan jaringan serat opticnya memiliki jangkauan sepanjang 152.069 kilometer.

ICONNET saat ini sudah hadir di beberapa kota besar di tanah air, diantaranya wilayah Jabodetabek, Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Indonesia Timur.

Bagaimana dengan harganya? Berdasarkan publikasi situs resmi, ICONNET memiliki 4 jenis paket yang ditawarkan. Harga paket termurah dibanderol Rp 185 ribu per bulan, memiliki kecepatan internet sampai dengan 10Mbps.

Sementara paket termahal dibanderol Rp 427 ribu per bulannya dengan akses kecepatan internet hingga 100 Mbps.

Kehadiran PLN di bisnis ini pada akhirnya menambah persaingan di bisnis layanan penyedia jasa internet. Dampak positifnya, masyarakat memiliki banyak pilihan dengan beragam kualitas dan harga. Di sisi lain, perusahaan penyedia layanan juga seharusnya berlomba menyediakan yang terbaik. Jika tidak, konsumen pergi.

Bagaimana, Anda tertarik berlangganan internet ke PLN?

Baca Lainnya
Komentar
Loading...