Berikut Cara Sederhana Menjaga Otak Tetap Tajam

Ada yang bilang, bahkan pakar kesehatan otak, ingatan bukanlah segalanya. Tapi, ingatan yang buruk tentu akan menjadi persoalan.

Mengingat nama teman, misalnya, atau daftar belanjaan, ini juga terkait dengan kecepatan pemrosesan pada otak. Kemampuan untuk fokus pada seseorang juga sebetulnya masih dapat ditingkatkan.

Menurut Dr. Sherrie D. All, pemilik dan direktur Chicago Center for Cognitive Wellness yang juga penulis buku “The Neuroscience of Memory”, soal ingatan sebetulnya tidak melulu soal usia. Seseorang bisa menjaganya agar tetap tajam, tapi harus melakukan usaha.

“Apakah orang-orang di atas 40 tahun lupa bahwa mereka juga pernah melupakan hal-hal ketika mereka berusia 20-an,” kata All mengutip prevention.com.

Ada banyak informasi di luar sana yang membuat orang berpersepsi buruk soal otak. Misalnya, otak seorang berhenti tumbuh saat ia selesai sekolah atau menempuh pendidikan akademik.

Padahal, konsep ilmiah menyebut istilah neuroplastisitas yang berarti otak memiliki kemampuan untuk mengubah struktur dan fungsinya sepanjang hidup.

Sel-sel baru dapat diproduksi di otak bahkan ketika seseorang dianggap sudah tua. Artinya, jika seseorang ingin memperkuat otak, ia pasti bisa. Tapi dengan sejumlah langkah-langkah atau latihan.

Menurut Dr. All, ada sejumlah latihan sederhana yang bisa dilakukan untuk mempertahankan ketajaman otak, yaitu:

1. Rutin berolahraga

Tidak ada perdebatan bahwa olahraga bermanfaat bagi tubuh dan otak. “Kami memiliki bukti yang sangat kuat bahwa olahraga dapat membantu menumbuhkan lebih banyak sel otak, meningkatkan jumlah koneksi dan jalur di otak, dan menciptakan lebih banyak faktor pertumbuhan saraf,” kata Dr. All .

Meski tidak ada satu jenis olahraga tertentu yang direkomendasikan para ahli, tapi penelitian telah melihat manfaat dari beberapa jenis olahraga.

Satu penelitian kecil menunjukkan bahwa latihan interval intensitas tinggi pada orang dewasa usia 60 tahun ke atas, menghasilkan peningkatan kinerja memori otak hingga 30%. Ini akan membantu melakukan hal-hal seperti membedakan satu mobil dari mobil lain dengan merek dan model yang sama.

Penelitian ilmiah University of Illinois menggunakan gambar MRI untuk menunjukkan manfaat yoga. Latihan yoga teratur menghasilkan peningkatan volume di hipokampus, bagian otak yang terlibat dalam memori dan korteks prefrontal yang lebih besar, yang penting untuk perencanaan.

Jadi, pilihlah olahraga kebugaran yang Anda sukai dan pertahankan.

2. Tantang diri Anda mempelajari hal-hal baru

Anda mungkin pernah mendengar ini dan mengira berarti Anda harus belajar bermain gitar atau belajar bahasa Mandarin. Tentu, hal itu pasti bermanfaat untuk mengasah otak, tapi Anda mungkin bakal kewalahan.

Padahal inti dari tantangan itu adalah untuk melatih otak, bukan membebaninya.

“Masing-masing dari kita perlu menemukan titik masuk itu sehingga aktivitas baru yang kita pilih menarik dan kita termotivasi untuk melakukannya lebih baik,” kata Dr. All.

Jika Anda suka melukis misalnya, cobalah mengambil kursus menggambar. Mudahkan diri Anda menjadi sesuatu yang baru dengan membangun sesuatu yang Anda sukai.

3. Lakukan sesuatu yang meditatif dan penuh fokus

Anda tidak mungkin bisa mengingat nama orang yang baru Anda kenal atau mengingat lima hal saja yang diminta seseorang untuk dibeli dari toko, jika Anda tidak bisa fokus.

Untungnya, praktik berusia 7.000 tahun ini dapat membantu mempertajam perhatian Anda dalam waktu yang lebih singkat. Penelitian menunjukkan, meditasi yang singkat saja dapat memiliki manfaat.

Dalam satu penelitian kecil, seorang pemula yang menghabiskan 10 menit latihan meditasi yang dipandu audio, terlihat peningkatan langsung dalam perhatian, keakuratan, dan waktu reaksi mereka dalam tugas yang dilakukan setelahnya.

“Idenya adalah untuk melatih otak Anda, bukan membebani otak Anda,” kata Dr. All.

Studi jangka panjang lainnya dari Universitas California, melihat dampak yang baik dari meditasi selama tiga bulan pada kelompok 60 praktisi berpengalaman.

Fokus adalah cara yang baik untuk memfokuskan keinginan membangun otak Anda.

“Perhatian jelas merupakan domain kognitif yang paling lunak, dari apa yang dapat kami lihat atau buktikan,” kata Dr. All.

Sementara meditasi adalah strategi yang baik untuk memperkuat otak. Ketika orang bermeditasi selama berminggu-minggu, hipokampus mereka tumbuh, volume korteks prefrontal mereka meningkat, dan detektor ketakutan mereka (amigdala) kemungkinan besar menyusut. ”

Bagian terakhir itu adalah kuncinya, karena Anda tidak bisa fokus saat sedang dalam keadaan panik atau stres.

“Kortisol adalah racun bagi sel-sel otak. Anda tidak dapat menghilangkan semua stres Anda, tapi Anda dapat membiarkan meditasi membantu Anda keluar dari ketegangan,” kata Dr. All.

4. Lebih bersosialisasi

“Setelah melampaui dampak finansial dan fisik akibat pandemi, konsekuensi negatif yang bertahan paling lama adalah dampak kesehatan mental,” kata Dr. Adam Gazzaley, MD, pendiri dan direktur eksekutif Neuroscape, pusat ilmu saraf di Universitas California San Francisco.

Dia mencatat, isolasi tidak baik untuk kesehatan otak. Datanya cukup meyakinkan, isolasi dapat memengaruhi tidak hanya berapa lama Anda hidup tetapi juga seberapa baik Anda hidup.

Oleh sebab itu, kata dia, kita perlu menemukan cara untuk tetap berhubungan dengan keluarga dan teman secara teratur, bahkan selama pandemi.

Bbersosialisasi sangat bermanfaat bagi otak Anda, karena itu adalah cara lain untuk mempelajari hal-hal baru.

Saat seseorang bercakap-cakap dengan orang lain, itu melatih otak. Meski hanya 10 menit percakapan, bukan debat, dapat meningkatkan keterampilan fungsi otak.

5. Cobalah bermain game

Game pelatihan otak adalah industri bernilai miliaran dolar yang meroket dalam setahun terakhir karena kebutuhan e-learning yang dipicu pandemi.

Jika Anda pernah bertanya-tanya apakah aplikasi game yang Anda lihat diiklankan di feed Facebook itu layak, ketahuilah bahwa jawabannya adalah mungkin.

Namun yang perlu Anda ketahui, tidak semua game otak diciptakan bermanfaat. Tentu ada game yang bagus dan ada yang jelek.

Selain itu juga, permainan yang berbeda memiliki tujuan pelatihan otak yang berbeda. Beberapa game bertujuan meningkatkan keterampilan berpikir Anda, sementara yang lain dikemas dengan tujuan mempercepat pemrosesan otak Anda.

Tidak banyak penelitian tentang manfaat game permainan otak yang tersedia secara komersial. Karena itu lakukan sedikit riset tentang klaim penyedia game tersebut sebelum Anda membelinya, dan kemudian, jika Anda tertarik, cobalah.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...