Belanja Kementerian dan Lembaga Rp 400 T, Peluang Bagi UMKM?

Sepanjang tahun 2021, anggaran belanja keseluruhan kementerian dan lembaga sebesar Rp 400 triliun. Seharusnya ini menjadi peluang bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) jika anggaran tersebut didorong untuk belanja produk-produk UMKM.

Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, saat membuka acara UKM Jabar Paten, Sabtu 3 Maret 2021, angka tersebut merupakan potensi dan peluang yang bisa dikejar para pelaku UMKM.

Belanja pemerintah sebesar Rp 400 triliun itu memang bertujuan untuk menggairahkan pelaku UMKM yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Selain itu juga untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Di Provinsi Jawa Barat saja, berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Jawa Barat ada sekitar 37.119 UMKM terdampak pandemi. Dari jumlah itu, 14.991 di antaranya, pelaku ekonomi kreatif. Ada juga UMKM yang sudah gulung tikar.

Provinsi Jawa Barat yang dikenal dengan kreativitas UMKM-nya memiliki sejumlah program untuk menangkap peluang tersebut. Misalnya, dengan melahirkan beberapa inovasi, seperti program ICALAN (Inovasi Cara Penjualan).

Selain itu, pemerintah Jawa Barat juga ikut membantu pemasaran atau melakukan promosi, bantuan kredit, hingga mewajibkan ASN untuk membeli produk UMKM lokal.

Terbaru, Gubernur Jawa Barat mewajibkan ibu-ibu rumah tangga untuk gencar berbelanja produk UMKM selama bulan April ini 2021 ini. Termasuk juga mempromosikan produk-produk UMKM tersebut di media sosial masing-masing.

Ini semua dalam rangka Gernas Bangga Buatan Indonesia (BBI) hasil inisiasi Kementerian Koperasi dan UKM (KUKM) yang dipusatkan di Jawa Barat.

Menteri KUKM Teten Masduki menyebut belanja kementerian dan lembaga hingga Rp 400 triliun ini merupakan salah satu hikmah dari pandemi Covid-19.

“Ketika daya beli masyarakat turun, maka penyerap produk UMKM haruslah pemerintah,” kata Menteri Teten.

Selain Jawa Barat, kementerian juga menggandeng pemerintah daerah lainnya untuk mendampingi UMKM yang bisa menjadi vendor pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Menurut data, saat ini ada lebih dari 64 juta UMKM yang berkontribusi 14 persen terhadap total ekspor non migas, 60 persen total investasi, 97 persen total tenaga Kerja, dan 61 persen total PDB nasional.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...