Belajar Pendidikan Vokasi dari Negeri China

Harus diakui, bangsa China memiliki banyak keunggulan, khususnya di bidang ekonomi, perdagangan dan pendidikan.

Pendidikan vokasi yang berorientasi pada penguasaan keahlian terapan tertentu, menjadi salah satu yang menarik dari China karena negara itu merupakan kekuatan ekonomi kedua di dunia, yang salah satunya dihasilkan dari industri.

Dalam pendidikan vokasi, Indonesia mesti belajar banyak dari China. Ada beberapa hal kenapa kita harus belajar dengan China.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan pada Kedutaan Besar RI di Beijing, Yaya Sutarya menjelaskan:

1. Bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi di China salah satunya ditopang oleh sistem pendidikan kejuruan (vokasional).

2. China mengintegrasikan industri dengan pendidikan.

3. Ada 56 komite pengawas pendidikan kejuruan dan 1.400 kelompok pendidikan kejuruan dengan melibatkan lebih dari 30.000 perusahaan yang berpartisipasi di sana.

4. Pemerintah China mewajibkan semua perusahaan bekerja sama dengan lembaga pendidikan vokasi.

5. Pihak perusahaan bisa mendapat akses permodalan, perbankan, perizinan, dan ketersediaan lahan karena di China lahan dikuasai oleh negara.

6. China telah memiliki 11.700 unit lembaga pendidikan vokasi dengan jumlah siswa sebanyak 26,9 juta.

7. Dalam lima tahun ke depan China berencana membangun 50 kota industri yang terintegrasi dengan lembaga pendidikan vokasi terintegrasi.

8. Gaji pekerja lulusan sekolah menengah kejuruan di China melampaui gaji lulusan sarjana (S1). Di China, pekerja lulusan SMK bisa menerima gaji pertama sebesar Rp5-8 juta, sedangkan gaji lulusan sarjana baru hanya Rp4-5 juta.

9. Sistem pendidikan di China tidak mengarahkan lulusannya untuk bekerja di luar negeri karena pangsa pasar tenaga kerja dalam negeri sangat besar, terutama untuk menggerakkan sektor industri.

Belakangan, pemerintah Indonesia mulai menyeriusi kerja sama program pendidikan vokasi (kejuruan) dengan China.

Indonesia ingin belajar dari China soal pendidikan vokasi. Lima belas tahun yang lalu China pun bukan siapa-siapa. Sekarang mereka telah menjadi negara kedua ekonomi terbesar di dunia. Tidak ada salahnya toh, belajar sampai ke negeri China?

Baca Lainnya
Komentar
Loading...