Begini Caranya Agar Anak Mudah Diajak Shalat

Anakku kok gak mau shalat sih? Anakku kok susah ya disuruh shalatnya? Anakku kok harus diingatkan terus ya buat shalat? Dan berbagai pertanyaan lain yang sering dihadapi orang tua saat menghadapi anaknya yang sulit diajak melaksanakan shalat.

Lalu gimana sih caranya agar anak mudah diajak shalat?

Pertama, berikan keteladanan

Jangan berharap anak akan mendirikan shalat kalau orang tuanya sendiri masih lalai dalam mengerjakannya. So, kasih anak-anak contoh terlebih dahulu. Berikan keteladanan dari ayah dan bundanya. Anak adalah peniru ulung. Apa yang dilihat, didengar, di sekitarnya akan mudah ditirunya. Anak pasti akan meniru apa yang biasa dipraktekkan oleh ayah bundanya di rumah. Ajak anak untuk shalat bersama. Orang tua juga bisa mengajaknya shalat berjamaah di masjid.

Kedua, ajarkan sejak dini

Untuk sampai pada tahap anak shalat secara mandiri, artinya gak perlu diperintah atau diingatkan. Maka orang tua harus secara bertahap mengajari anaknya shalat sejak dini. Rasul sendiri memerintahkan agar anak mulai dilatih shalat sejak usia 7 tahun. Artinya orang tua mesti mempersiapkan apa yang dibutuhkan anak untuk belajar shalat seperti perlengkapan shalatnya. Anak bisa mulai diajari tata cara, adab, syarat, rukun, dan sunah dalam shalat. Biarkan anak belajar mempraktekkan shalat walau masih belum sempurna. Jangan sampai telat mengajarkannya ya!

Ketiga, lakukan pembiasaan

Pembiasaan penting dilakukan agar anak terbiasa dengan rutinitas shalat. Anak bisa dilatih untuk dibangunkan pada saat shalat subuh. Mungkin awalnya berat dan penuh drama. Tapi lambat laun, anak akan terbiasa bangun subuh. Pembiasaan terhadap anak juga mesti dilakukan dengan penuh kasih sayang dan penghormatan. Sehingga terbangun perasaan positif anak terhadap kebiasaan shalat ini.

Keempat, berikan pemahaman

Anak bisa diberikan pemahaman tentang pentingnya shalat. Sehingga anak mengerti bahwa sebagai seorang muslim memiliki kewajiban untuk melaksanakan shalat dalam apapun kondisinya. Berikan apa hikmah dari shalat, tujuan dari shalat, dan manfaat dari shalat yang ia kerjakan. Terlebih jika dia sudah mulai memasuki usia baligh. Hal ini akan membangun kesadaran diri anak. Sehingga anak mengerti bahwa setiap yang dilakukan itu memiliki makna dan nilai.

Kelima, lakukan kontrol

Setelah anak dibiasakan untuk melakukan shalat dengan pengawasan dan pendampingan. Orang tua bisa mengontrol bagaimana kedisiplinan shalat anak. Menjadi hal yang wajar ketika anak lupa atau sedang asik bermain. Karenanya komunikasi yang baik dan positif dengan anak perlu dibangun. Ingatkan anak dengan tutur kata yang sopan dan lembut. Kesabaran dan kontrol emosi dari orang tua sangat diperlukan. Sebab membangun kesadaran anak memerlukan kebijaksanaan. Jika sudah berusia 10 tahun, tidak shalat maka berilah anak konsekuensi yang mendidik. Agar dia menyadari bahwa shalat adalah hal yang penting untuk dilakukan.

Keenam, doakan

Berdoa juga bagian dari usaha agar anak selalu mendirikan shalat di sepanjang hidupnya. Bisa jadi orang tua lupa berdoa agar anak istiqamah mendirikan shalat. Misalnya, orang tua bisa membaca doa yang dibaca Nabi Ibrahim yang diabadikan dalam Al Quran.

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan shalat, ya Tuhan Kami perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim: 40). Doa ini sangat baik sekali untuk diamalkan bahkan untuk mereka yang belum memiliki anak. Sehingga saat anaknya lahir akan tumbuh menjadi orang yang istiqamah menjalankan shalat.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...