Begini Cara Teknologi VR Percepat Pembelajaran dan Pengembangan Bakat

Dalam dekade terakhir, kita telah menyaksikan betapa inovasi teknologi yang luar biasa telah mengubah hampir setiap industri yang ada di dunia. Orang bilang, dunia mengalami disrupsi karena adanya perubahan fundamental.

Blockchain misalnya, mendisrupsi sistem keuangan tradisional. Cetak 3D mengubah cara orang mendirikan bangunan dan berkreasi. Kecerdasan buatan (AI) bermunculan di berbagai bidang industri, dan semakin berkembang dari hari ke hari.

Tak ketinggalan pula dunia pendidikan. Sekarang, para profesional di bidang pendidikan, guru, dosen, pelajar dan mahasiswa, bahkan perusahaan mulai memanfaatkan teknologi modern ini untuk mengubah cara belajar dan mengajar. Tujuan dari semua itu: efisiensi, efektivitas, dan tentu saja ada nilai hiburan di dalamnya.

Ini pula yang membuat kenapa virtual reality (VR) atau realitas virtual menjadi populer saat ini. VR menjadi alat training yang sangat baik untuk berbagai jenis pelatihan, termasuk untuk pembelajaran.

Lebih-lebih, di era ‘new normal’ nanti orang-orang pasti membutuhkan keterampilan baru. Tentu saja, pembelajaran akhirnya menjadi penting. Namun, harus ada alat yang mampu menembus batas dan jarak, salah satunya VR.

Kata Benjamin Franklin, “Katakan padaku dan aku lupa, ajari aku dan aku mungkin ingat, libatkan aku dan aku belajar.” Sains membuktikan bahwa kutipan ini benar.

Saat seseorang terlibat dalam pembelajaran berdasarkan pengalaman maka retensi informasinya meningkat. Keterlibatan selalu dan akan terus menjadi kunci pembelajaran.

VR adalah jawaban agar orang-orang bisa tetap melibatkan diri dalam pembelajaran meskipun jarak fisik masih harus dijaga untuk menghindari penularan virus selama pandemi Covid-19.

VR adalah lingkungan tiga dimensi buatan yang bisa dialami melalui rangsangan sensorik yang disediakan oleh komputer seperti headset khusus. Dengan VR tindakan seseorang menentukan apa yang terjadi di lingkungan tersebut.

Mengutip entrepreneur.com, penulis buku “Wired to Grow: Harness the Power of Brain Science to Learn dan Master Any Skill” Dr. Britt Andreatta menjelaskan bagaimana VR menjadi alat paling baik untuk mempercepat pembelajaran.

Menurutnya, pembelajaran dengan pengalaman (eksperiensial) adalah jenis pembelajaran yang paling melekat.

“Pembelajaran tersebut menciptakan memori episodik di mana kita berada di tengah tindakan, dengan semua indera kita mengkodekan data tentang apa yang terjadi,” kata dia.

Dari sembilan jenis ingatan manusia, ingatan episodik inilah yang paling mendorong penyimpanan informasi dan perubahan perilaku seseorang.

Menurut Andreatta, VR sangat kuat karena meniru metode pembelajaran ini. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa VR mengalami kode di otak sebagai memori yang hidup.

VR juga sangat berbeda dengan menonton video tutorial atau instruksional para layar, karena pelajar masih merasakan bahwa mereka berada di dalam ruangan untuk menonton video.

Dengan VR otak manusia percaya apa yang dialaminya itu nyata sehingga mempercepat pembelajaran.

Berikut ini jenis-jenis pelatihan dan pembelajaran yang ideal untuk menggunakan VR:

Geospasial

VR bisa digunakan untuk pelajar yang perlu terbiasa dengan lokasi tertentu tanpa secara fisik berada di sana.

Sebuah perusahaan kapal pesiar misalnya, menggunakan VR untuk membantu para calon pelayannya mempelajari lokasi ratusan meja di ruang makan di atas kapal. Ini untuk memastikan makanan disajikan dengan lancar.

Interaksi Manusia

Jika peserta didik perlu memperoleh keterampilan perilaku tertentu, VR bisa membantu. Misalnya, seorang reporter dapat memanfaatkan VR untuk berlatih mewawancarai kandidat buatan dengan mengidentifikasi dan memantau bahasa tubuh.

Manajer dapat berlatih melakukan percakapan yang sulit tanpa merusak hubungan yang sebenarnya.

VR juga bisa digunakan oleh penegak hukum untuk mensimulasikan skenario tertentu, melatih peserta cara menangani berbagai situasi.

Proses

Jika seorang pelajar perlu menguasai proses tertentu, VR menawarkan efisiensi dan skalabilitas. VR dapat melatih staf penjualan yang baru dipekerjakan dengan simulasi. Mereka dapat “mengintip” dari balik bahu karyawan yang berpengalaman bagaimana berinteraksi dengan pelanggan.

Sebuah perusahaan alat berat bisa menggunakan VR untuk melatih karyawan tentang cara menggunakan peralatan besar seperti eskavator. Sudut pandang orang pertama memungkinkan peserta VR memiliki pengalaman simulasi dengan tangan mereka sendiri.

Ke depan, perlu dipertimbangkan oleh lembaga pendidikan atau balai pelatihan bahkan perusahan untuk menggunakan VR dalam proses pembelajaran. Model ini juga bisa digunakan untuk sekolah-sekolah vokasional yang lebih menekankan praktik ketimbang teori, seperti di SMK-SMK.

Terlebih lagi, di masa pembelajaran jarak jauh akibat pandemi seperti sekarang ini.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...