Bagaimana Cara Mendidik Sistem Imun?

Agar sistem imun kita dapat bekerja secara optimal, bukan saja harus kita penuhi syarat-syarat biologisnya, melainkan harus dididik semenjak dini.

Menurut Tauhid Nur Azhar & Bambang Trim dalam Jangan ke Dokter Lagi! (2007), proses pendidikan sistem imun banyak ditentukan oleh ibu, mengingat ibu telah beriteraksi dengan anaknya sejak sang anak masih berada dalam kandungan.

“Dalam proses kehamilan, perubahan apapun yang terjadi pada ibu, senantiasa akan dibagi bersama dengan anak yang dikandung,” tulis mereka dalam karyanya itu.

Lebih lanjut mereka menulis bahwa jika ibu senantiasa mengisi masa kehamilan dengan kecemasan atau kesedihan, hormon sedih dan cemas ibu akan disampaikan kepada anak melalui saluran darah di tali pusat.

“Karena adanya stimulasi itu, bagian-bagian dari sistem imun anak akan ditekan, mengingat hormon kesedihan bersifat negatif bagi sistem imun,” tambah mereka.

Tidak hanya itu, tulis mereka, bagian otak yang berfungsi sebagai daerah asosiasi juga akan dipengaruhi pertumbuhannya. Bagian apakah yang terpengaruh?

“Tentu saja bagian yang mengatur kesedihan dan kekecewaan,” tulis mereka lebih lanjut.

Dengan demikian, lanjut mereka, ketika lahir dan beranjak dewasa, seorang anak telah di-setting sedemikian rupa untuk menjadi pribadi pemurung dan berpotensi untuk memiliki sistem imun dengan efektivitas rendah.

“Karena secara genetika anak mewarisi lebih banyak materi genetika dari ibu daripada ayah, proses pewarisan genetika dari ibu kepada anak selama masa kehamilan akan menjadi tidak sempurna. Hal tersebut berpotensi pula menurunkan kualitas sistem imun,” jelas mereka.

Menurut mereka, salah satu unit sel yang hanya diwariskan dari ibu adalah mitokondria. Pada mitokondria terdapat seutas DNA yang menyerupai DNA di inti sel. Hanya saja, isinya adalah kode gen bagi pembentukan enzim yang terlilbat dalam proses pembentukan energi biologi.

“Jika mitokondria tidak sempurna, sistem imun akan kehilangan sumber energi, alias tak berdaya,” tulis mereka mengakhiri.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...