Bagaimana Cara Influencer Mendapat Uang dari Instagram?

Apakah Anda punya 1K atau 100K followers di Instagram? Anda mungkin pernah mendengar cerita tentang seseorang yang mendapatkan uang dari foto-foto yang mereka bagikan setiap hari di akun Instagram mereka. Dan Anda berpikir, “mungkin saya bisa melakukannya.”

Sama seperti para blogger, YouTuber atau siapa pun yang mengumpulkan viewers untuk konten yang mereka hasilkan, seorang pembuat konten punya jangkauan, pengaruh dan algoritma, tiga hal yang terkadang sulit dihadapi banyak perusahaan.

Jangkauan dan pengaruh mereka adalah potensi untuk mendapatkan pundi-pundi pendapatan. Pilihannya, apakah mereka ingin membangun “kerajaan” bisnis dari sini, atau hanya sekadar untuk mendapatkan uang tambahan dan barang gratis.

Berapa banyak followers yang Anda butuhkan untuk menghasilkan uang?

Jika sekarang Anda bertanya berapa banyak followers yang dibutuhkan untuk mulai menghasilkan pendapatan, jawaban singkatnya adalah, “tidak sebanyak yang Anda bayangkan”.

Tapi, ada jawaban yang lebih panjang, yaitu tergantung dari beberapa faktor:

Pertama, ceruk. Seberapa mudah Anda dapat langsung mengaitkannya dengan kategori produk seperti mode, makanan, kecantikan, atau kebugaran (ini adalah topik paling populer di Instagram).

Kedua, seberapa terlibat pengikut Anda. Apakah 100K itu follower robot? Berarti mereka tidak banyak.

Ketiga, saluran pendapatan mana yang ingin Anda eksplore.

Pastinya, semakin banyak followers akan semakin baik. Untuk mendapatkan banyak followers, apa yang harus diposting di Instagram untuk mendapatkan lebih banyak like dan followers, ada caranya tersendiri.

Instagrammer papan atas bisa menghasilkan ribuan dolar per posting. Bahkan mereka yang punya follower kecil sekalipun misalnya cuma 1K tetap punya potensi untuk mulai menghasilkan uang, asalkan followersnya benar-benar terlibat secara aktif.

Cara menghasilkan uang di Instagram

Bagaimana cara menghasilkan uang di Instagram?

Ini sangat tergantung pada konten Instagram Anda, audiens, dan tingkat komitmen Anda.

Anda bisa menghasilkan uang di Instagram dengan cara berikut:

  1. Bekerja sama dengan merek pada posting bersponsor
  2. Menjadi Afiliasi
  3. Membuka toko online sendiri
  4. Menjual foto secara online atau lainnya.

Yang menarik di sini, mengejar salah satu sumber pendapatan tidak harus mengesampingkan yang lainnya. Keempatnya bisa saja berjalan secara paralel.

Bermitra dengan merek sebagai influencer

Istilah “influencer” sekarang banyak digunakan. Pada dasarnya seorang influencer adalah siapa saja yang mampu membangun reputasi secara online dengan melakukan berbagai hal hebat.

Bagi audiens mereka, influencer adalah pencipta selera, pencipta tren, atau seorang pakar tepercaya yang pendapatnya tentang sesuatu didengar dan dihormati.

Banyak merek tidak dapat bersaing dengan mereka, jadi mereka lebih baik bermitra dengan influencer pada postingan bersponsor yang menyebarkan informasi tentang produk mereka.

Tapi, sekali lagi, bukan hanya jangkauan dari akun Instagram Anda yang diinginkan oleh pemegang merek, melainkan juga kepercayaan dan keterlibatan audiens terhadap konten Anda.

Bagaimana memasang tarif atau biayanya?

Anda mungkin bertanya, berapa biaya yang bisa Anda tarik untuk sebuah merek yang menggunakan jasa Anda sebagai influencer.

Biasanya, kesepakatan influencer meliputi pembuatan konten, iklan Instagram, postingan, video, atau Story, dan terkadang juga akan menyertakan izin bagi merek untuk menggunakan konten tersebut di situs mereka sendiri atau pada iklan.

Kesepakatan ini dapat dinegosiasikan dengan imbalan berupa biaya, produk gratis, layanan, hadiah, atau kombinasi dari semuanya.

Perlu diingat, ketika bernegosiasi Anda tidak hanya menawarkan konten tapi juga akses ke audiens Anda dan hak penggunaannya.

Dalam sebuah survei, rata-rata di dunia sekitar 42% influencer mengatakan mereka mengenakan biaya USD 200 (Rp2,8 juta) hingga USD 400 (Rp5,6 juta) per postingan. Tentu, ini sangat fleksibel tergantung dengan kesepakatan Anda dan klien.

Sebagai influencer, sangat penting bagi Anda untuk mengenal audiens Anda sendiri. Anda bisa menggali data dan angka-angka pada laporan Analytics Instagram Anda. Ini akan membantu Anda ketika tiba saatnya untuk bernegosiasi.

Cara menemukan merek untuk bekerja sama

Jika Anda sudah merasa cukup besar, kemungkinan merek akan menemukan Anda. Tapi Anda juga bisa mencari merek untuk bekerja sama. Yaitu merek yang memiliki kesamaan dalam hal karakteristik dan nilai, sehingga audiens Anda tidak akan merasa seperti Anda “berjualan”.

Anda dapat mencoba menghubungi merek tersebut secara langsung untuk membuat kesepakatan.

Memang aturannya berbeda-beda dalam hal konten bersponsor, tapi untuk menjaga keamanan dan menghormati kepercayaan audiens Anda, pertimbangkan untuk menggunakan hashtag #sponsor untuk menunjukkan bahwa postingan itu bersponsor.

Instagram sendiri juga memiliki tag “Kemitraan Berbayar dengan” yang secara jelas mengidentifikasi pos bersponsor. Mungkin saja harus Anda gunakan ketika bermitra dengan sebuah merek.

Menjadi Afiliasi

Tidak seperti influencer, afiliasi lebih banyak berinvestasi dalam melakukan penjualan untuk merek mitra, tentu dengan imbalan komisi.

Ini biasanya dilakukan dengan tautan yang dapat dilacak (trackable link) atau kode promo unik untuk memastikan klik benar-benar menjadi penjualan.

Namun, karena Instagram belum mengizinkan tautan kecuali di bio dan IG Stories Anda, jadi Anda hanya bisa fokus pada satu produk saja di satu waktu, kalau Anda memilih menjadi afiliasi.

Coba hubungi salah satu dari banyak toko online yang menawarkan program afiliasi.

Sedikit tips, URL tautan afiliasi yang panjang bisa Anda singkat menggunakan bit.ly, terutama jika mereka masuk ke bio Instagram Anda.

Buka toko online sendiri

Menghasilkan uang adalah dengan menjual dan bekerja dengan merek lain bukan satu-satunya cara di Instagram. Mereka juga bisa menjual produk sendiri. Caranya, membangun bisnis dengan audiens sebagai pusatnya.

Memang Anda perlu menginvestasikan waktu di awal. Tetapi, saat ini adalah hal yang wajar bagi pembuat konten untuk melompat menjadi seorang wirausaha.

Dengan menjual barang Anda sendiri, Anda tidak perlu khawatir tentang mengintegrasikan pesan dari merek lain ke dalam strategi postingan Anda. Terlebih, Anda bisa berjuang untuk merek milik Anda sendiri.

Followers Anda dapat menunjukkan kecintaan mereka dan mendukung pekerjaan Anda dengan membeli produk Anda.

Anda juga perlu beralih ke akun bisnis Instagram dan memiliki halaman Facebook dan toko Facebook yang disetujui.

Menjual foto Anda secara online

Seseorang mungkin menjadi terkenal di Twitter dengan menceritakan lelucon dalam 140 karakter, tapi Instagram adalah aplikasi berbagi foto. Dan foto adalah aset yang dapat dilisensikan, dicetak, dan dijual dengan berbagai cara.

Jika fotografi adalah yang pertama kali membawa Anda ke Instagram, Anda mungkin bisa menjual foto Anda di pasaran melalui 500px atau Twenty20 yang memungkinkan beberapa merek dan penerbit melisensikannya. Namun Anda juga dapat menjualnya sebagai cetakan dan produk fisik.

Punya akun Instagram pada awalnya mungkin sekadar hobi bagi Anda. Membuat orang senang, tertawa, dengan foto-foto postingan Anda. Tapi apa salahnya kalau kemudian hobi Anda menghasilkan. Instagram Anda bisa berubah menjadi sumber pendapatan, dengan catatan, tambah terus dan libatkan followers Anda.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...