Bagaimana Anak SMA Ini Sukses Jadi Konsultan Medsos?

Joey Ruben namanya, usianya baru 18 tahun, masih duduk di bangku SMA. Tapi ia mampu mengubah Instagram dan TikTok sebagai pundi-pundi pendapatannya. Bagaimana ia melakukannya?

Dikisahkan Entrepreneur.com, Joey tinggal di sebuah kota di pinggiran Chicago Amerika Serikat. Ketika banyak anak seusianya masih sibuk pelajaran sekolah atau bekerja paruh waktu, Joey sudah punya perusahaan yang bergerak di bidang konsultan media sosial.

Klien yang Joey tangani pun tak main-main, termasuk sejumlah perusahaan besar di Amerika seperti Fashion Nova dan media olahraga Lines.com.

Joey saat ini juga merupakan salah satu pemilik Happiness Project, sebuah perusahaan yang bertujuan meningkatkan kesadaran kesehatan mental.

Tahun ini, Happiness Project telah mendonasikan USD 50 ribu (setara Rp 707,7 juta) kepada lembaga bernama National Alliance of Mental Illness.

Apa yang dilakukan Joey dengan bisnisnya?

Sebagai seorang konsultan peran Joey tergantung dengan kebutuhan masing-masing klien atau perusahaan yang menyewanya.

Misalnya, untuk sebuah perusahaan media olahraga ia bertanggungjawab menangani semua platform media sosial mereka, bekerja sama langsung dengan sejumlah perwakilan merek dari berbagai platform media sosial.

Selain itu, ia juga bertugas membangun audiens di situs web mereka, audiens TikTok dan Instagram di halaman-halaman akun milik mereka, seperti @kickoffs dan @real_nbamemes.

Sementara untuk perusahaan seperti Happiness Project, fokus utamanya adalah melakukan pemasaran melalui influencer, membuat konten, dan menangani layanan media sosial yang diinginkan di berbagai platform media sosial.

“Hanya dalam waktu sebulan, kami telah memperoleh lebih dari 150 ribu followers di profil TikTok kami,” kata Joey tentang pekerjaanya di Happiness Project.

Memulai sejak kelas dua SMP

Joey memulai segala aktivitas media sosialnya sejak tahun 2016, ketika ia duduk di kelas 8 (kelas 2 SMP).

Awalnya, ia bersama teman-teman sekelasnya masing-masing membuat akun meme sendiri di Instagram sebagai lelucon. Mereka pun berlomba untuk mendapatkan followers terbanyak.

Dalam beberapa minggu, Joey memperoleh lebih dari 10 ribu followers dan mulailah ia senang bermain media sosial.

Sekitar dua bulan kemudian, followersnya bertambah hingga 40 ribu. Setelah itu, mulailah orang-orang mengirimkan pesan untuk beriklan di akun Instagramnya. Dari mulai perusahaan pakaian, musik, hingga akun Instagram lain.

Joey kemudian mencari informasi di internet tentang tarif iklan, lalu mulai membuka harga iklannya dari mulai USD 30 atau sekitar Rp 424 ribu per iklan. Tentu, itu harga yang konyol, tapi untuk anak kelas 2 SMP sangat lumayan untuk memotivasi.

“Ini membuka mata saya tentang peluang mendapatkan uang yang tak ada batasnya di media sosial,” kata Joey.

Cara Menghasilkan Uang

Pada tahun 2018, setelah sekitar 18 bulan mengembangkan akun miliknya ia memperoleh lebih dari 1 juta followers di Instagram.

Setelah mencapai angka tersebut, Joey mulai memposting lebih banyak iklan, tentu saja dengan jumlah uang yang lebih besar.

Ia memposting sekitar 2 hingga 3 iklan per minggu dengan biaya sekitar USD 150 (Rp 2 juta) hingga USD 300 (Rp 4,2 juta) per posting.

“Itu mungkin tampak harga yang mahal, tapi jika dibandingkan dengan berapa tarif iklan saat ini dengan pasar yang lebih mapan, harga-harga itu sangat murah,” katanya.

Joey menggambarkan, beberapa halaman meme di Instagram, seperti @fuckjerry, dapat mengenakan biaya hingga USD 50 ribu (setara Rp 707,7 juta) per iklan.

Menurutnya, tidak ada tarif harga yang pasti. Tergantung berbagai faktor seperti ceruk pasar, tingkat keterlibatan dan jumlah followers.

Halaman akun yang memiliki 1 juta -3 juta followers aktif dapat menghasilkan kisaran 6 digit US dolar setiap tahunnya, ini jika mereka melakukannya dengan benar.

Mental Jatuh karena Kehilangan Akun

Pada Agustus 2018, akun Instagram Joey diretas orang, dan ia tidak pernah dapat memulihkannya lagi.

Kehilangan akun, jelas sangat mempengaruhi finansialnya. Tapi menurutnya, kerugian yang jauh lebih besar adalah karena mentalnya sempat jatuh.

“Saya beralih dari memiliki kehidupan persis seperti yang saya inginkan, menjadi kehilangan pekerjaan dalam semalam,” katanya.

Ia pun merasa seperti telah kehilangan jati dirinya. Nilai sekolahnya langsung turun drastis, dan ia menjadi mudah marah.

Beruntung, ia kemudian menyadari, dan bisa mengambil pelajaran dari semua yang telah menimpanya.

“Saya belajar bahwa tanpa kegagalan, tidak mungkin kita berhasil. Setelah kehilangan segalanya, saya mulai mengasihani diri saya sendiri, ketimbang memikirkan kerugian,” katanya.

Joey kemudian mencoba membangun kembali apa yang pernah diraihnya.

Bangkit dari Keterpurukan

Pada tahun 2019 atau 10 bulan setelah kehilangan akun, Joey masih belum tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya, hingga ia menemukan platform media sosial baru yang sedang naik daun: TikTok.

Setelah melakukan sedikit riset, Joey mengetahui bahwa TikTok dulunya aplikasi bernama Musical.ly, yang dibeli oleh perusahaan teknologi besar bernama ByteDance yang mengalirkan jutaan dolar untuk mengiklankan aplikasi baru mereka.

“Saya langsung tertarik dan mengunduh aplikasinya. Saya mulai menonton video di halaman ‘For You’ dan menyadari bahwa ini bisa menjadi kesempatan saya untuk kembali,” kisahnya.

Ia memulai TikTok pertamanya. Saat itu, masih sangat sedikit orang yang menggunakannya karena belum menganggap bisa mengalirkan pendapatan seperti platform media sosial pendahulunya, Instagram.

Tapi instingnya jalan, ia berpikir bahwa pada akhirnya platform media sosial tersebut bakal menghasilkan keuntungan. Dan, ketika itu benar-benar terjadi, Joey adalah orang sudah berjalan jauh di depan.

“Saya mulai memposting berbagai jenis konten selama beberapa bulan untuk mengetahui algoritma. Mempelajari apa yang berhasil dan apa yang tidak,” katanya.

Saat ini Joey memiliki lebih dari 1,8 juta followers di akun pertama yang dibuatnya: @funny, serta lebih dari 700 ribu followers di akun keduanya: @gods.

https://www.tiktok.com/@gods/video/6911492439484239109?sender_device=pc&sender_web_id=6896727638044640770&is_from_webapp=v2

Selain itu, ia juga memiliki 5 akun lain dengan followers antara 100 ribu – 400 ribu, seperti @viral yang memiliki lebih dari 300 ribu followers.

Bagaimana Joey Melakukan Monetisasi?

Menurutnya, salah satu cara terbesar bagi influencer menghasilkan uang di TikTok adalah melalui label rekaman yang akan membayar mereka untuk merekam diri mereka sendiri menari mengikuti lagu milik label tersebut.

Label rekaman berani menggelontorkan jutaan dolar untuk iklan TikTok, karena lagu-lagu yang sedang trending di TikTok cenderung menjadi lagu yang trending di puncak tangga lagu.

Namun, meskipun TikTok telah meledak selama setahun terakhir, dan menjadi platform media sosial yang tumbuh paling cepat dalam sejarah, tarif iklannya tidak sama seperti Instagram, karena pasarnya dinilai kurang mapan.

Joey sendiri biasanya akan memposting satu atau dua iklan per minggu yang bisa menghasilkan sekitar USD 600 (Rp8,4 juta) hingga USD 800 (Rp 11,3 juta) per posting di akun miliknya dengan 1,8 juta followers itu.

“Saya sebetulnya bisa dapat menghasilkan lebih banyak dari TikTok, tapi saya tidak ingin membuat followers saya terlalu banyak kehilangan keterlibatan karena saya memposting terlalu banyak iklan,” jelasnya.

Joey sendiri mengaku saat ini memiliki banyak pekerjaan lain sebagai konsultan medsos, yang menghasilkan pendapatan jauh lebih besar ketimbang dari TikTok. Ia melihat TikTok sebagai investasi jangka panjang, dan ia berencana menjualnya nanti.

“Saya mendapat tawaran USD 70 ribu (sekitar Rp 990,8 juta) untuk halaman TikTok saya, tapi saya menolak tawaran tersebut,” katanya.

Saat ini Joey memang kurang terlibat langsung menangani akun TikTok miliknya. Ada tim yang ia bayar untuk menjalankan semua itu. Ini memungkinkan dirinya lebih fokus pada pekerjaannya sebagai konsultan.

Tapi pada bulan Maret lalu, ketika seluruh dunia terkunci karena pandemi, ia rata-rata menggunakan waktu lebih dari 12,5 jam per hari.

Ia menyadari, semua orang yang tinggal di rumah sama bosannya dengan dirinya, dan akan tanpa henti melihat halaman “For You” di TikTok-nya.

Di Amerika, penggunaan internet naik 18% selama bulan Maret dibanding tahun sebelumnya.

Dulu, kata Joey, ia biasanya aktif mencari klien baru, tapi sekarang, karena kesibukannya yang bertambah, ia tidak lagi terlalu disibukkan mencari klien baru.

Dua Tips Penting

Untuk sukses dalam bisnis di media sosial, Joey Ruben memberikan dua tips.

Pertama, riset hanya akan bisa membantu Anda. Tapi selebihnya, membuat kesalahan, coba-coba, adalah asal dari pengetahuan sejati.

“Saya telah gagal ratusan kali, dan setiap kegagalan telah mengajari saya sesuatu yang berharga,” kata Joey.

Kedua, jangan takut untuk mengorbankan uang untuk jangka pendek, untuk menghasilkan keuntungan jangka panjang.

Dulu, beberapa perusahaan, seperti Fashion Nova, menawari Joey kontrak satu pekerjaan dengan jumlah uang yang signifikan.

Tapi, Joey malah menawarkan untuk bekerja pada bulan pertama secara gratis. Hal ini memungkinkan dirinya untuk membuktikan kemampuan, sebelum menandatangani kontrak jangka panjang.

Bagaimana, Anda tertarik?

Baca Lainnya
Komentar
Loading...