Ayo Bosque, Jadilah Pengusaha Muda

Pasar adalah pertemuan permintaan (demand) dan penawaran (supply). Ada dua hal yang menjadi indikator yakni harga dan barang.

Pasar secara khusus dihubungkan dengan bisnis. Karena itu, untuk yang (akan) berbisnis, memahami demand-supply (d-s) adalah hal yang wajib dilakukan. Setelah itu ketrampilan mengelola, dan watak melayani. Banyak hal menarik yang bisa kita dapatkan di dunia bisnis. Mulai dari jaringan, wawasan, keahlian hingga kepemimpinan. Jadilah pebisnis.

Demand-Supply (d-s)

Pebisnis mendapatkan dan mengeluarkan uang, untuk harga dan jumlah barang yang dijual (dipakai), dengan laba sebagai selisihnya. Dalam konteks ini, memiliki produk bagus dan bermanfaat sangat penting agar dapat jadi pilihan atau skala prioritas.

Harga adalah kesepakatan yang dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kelangkaan produk. Kelompok konsumen rasional (mempunyai daya beli) yang merasakan manfaat dari produk, akan membeli produk sepanjang harga rasional.

Demand dan supply dapat bersifat real maupun imajiner, bukan fisik.  Sehingga bisnis dapat berupa pertukaran barang, hiburan, keamanan, kesehatan, kenyamanan, psikologis dan sebagainya. Kita tentu mengonsumsi produk-produk tersebut dengan berbagai diferensiasinya. Ada peluang besar yang bisa diambil anak muda yang belum (akan) berbisnis.

Langkah awal adalah memahami kelebihan dan bakat anda. Sadari tidak ada manusia yang hebat dalam segala hal. Jika anda merasa sebagai an ordinary person tidak masalah. Lakukan persiapan secara ordinary, apa yang dapat dipertemukan d-s berkenaan dengan produk dan kemampuan anda.

Niatkan diri untuk selalu lebih produktif, bisa menghasilkan sesuatu lebih baik. Tentu ada pengorbanan waktu, energi, pikiran dan biaya ketika akan menjadi pribadi yang lebih produktif. Ini adalah modal untuk memulai bisnis.

Bisnis identik dengan pasar, namun pasar tidak identik dengan ‘fisik’. Kita dapat menjadi pasar, tempat bertemu d-s. Jika orang memerlukan informasi, layani dan mudahkan selama wajar dan legal. Jika anda tidak mendapatkan ‘moneter’, dan mungkin juga tidak harus semua begitu; setidaknya kehadiran anda sudah dalam ingatan-lingkaran baik. Nama anda ada pada rekomendasi pertama.

Berusaha lah menjadi orang baik, karena bisnis yang baik hanya dijalankan oleh orang baik. Dan, orang baik akan bertemu orang baik (menghasilkan) dan orang tidak baik (memanfaatkan).

Ketrampilan-Pengetahuan

Sedih, beberapa pebisnis muda dengan arogan merujukkan seolah pendidikan itu tidak penting. Lebih kasihan pada Om Bob Sadino (alm), yang namanya sering digunakan sebagai justifikasi. Padahal Om Bob orang terpelajar namun tidak berpendidikan (formal).

Google berbisnis dengan meletakkan ‘ballon’ di luar lapisan bumi.  Pendiri gojek berpendidikan memadai, dan mampu melihat peluang. Jack Ma, berketrampilan Bahasa Inggris (saat itu langka orang China bisa berbahasa Inggris) mampu menciptakan pasar, bertemu d-s produk China.

Bisnis memerlukan dua hal yang wajib dimiliki; keterampilan dan pengetahuan. Pengetahuan menuntun anda untuk mengatasi masalah harian, menjaga kestabilan emosi, memberi imajinasi, membantu membuat keputusan tepat dan canggih. Sementara keterampilan akan menghasilkan ‘barang dan jasa’ sesuai harapan.

Jika di sebuah tempat (misal di hutan), terdapat banyak buah lezat yang sering habis membusuk, anda dapat berimajinasi, ada potensi bisnis.  Sudah ada supply, namun belum ada demand.

Pertanyaannya bagaimana menciptakan demand? mengolah produk? memasarkan? mendistribusikan? Hal-hal seperti ini, akan sangat terbantu jika anda memiliki pengetahuan.

Pebisnis dan Pekerja

Pekerja menjadi biaya bagi perusahaan, namun dia juga  menghasilkan produk untuk mendapatkan uang.

Jadi, pebisnis dan pekerja (tangguh) di bidangnya adalah sama penting. Pekerja tangguh, setara dengan pebisnis, menjadi key person. Bedanya pekerja, suatu saat bisa diganti (pensiun), dan mungkin pebisnis bisa langgeng perusahannya.

Terkait kompensasi pebisnis, dia memiliki ketidakpastian (usaha), memerlukan modal (capital) yang bisa hilang, menanggung risiko lainnya.

Bagiamana dengan pekerja? Dia memiliki kepastian (gaji), namun pada saat pensiun menjadi ketidakpastian 100%, dan sangat besar risikonya.  Karena itu pekerja harus bermental pebisnis; melayani dan bertekun.  Bertekun, membuat pekerja mendapatkan kelanggengan keahlian. Sementara dengan melayani akan banyak orang membutuhkan jasa anda.

Oh yaa, pebisnis sangat diperlukan berkisar 4% dari penduduk, sedangkan di Indonesia saat ini berkisar 2%-an. Terbuka lebar peluangnya untuk anda. Mumpung masih muda, ayo bertekad: saya pekerja, saya juga pebisnis!  Ayoo, seruput kopinya!

Baca Lainnya
Komentar
Loading...