Asal-usul Food Delivery

Makanan siap saji dengan sistem antar atau delivery adalah pemandangan lumrah di era sekarang. Tapi, jangan bayangkan itu terjadi di masa lalu. Meski sulit membayangkan dunia tanpa restoran, faktanya makanan siap saji, dan diantar pula, merupakan tradisi yang relatif modern.

Saat ini, terlebih di era pandemi Covid-19, adalah hal biasa saat makan siang atau makan malam tiba, berbagai jasa pengiriman makanan berseliweran di jalanan. Mulai dari mengantar pizza, nasi kotak, hingga beragam makanan ringan.

Restoran Kuno

Mengutip historydaily.org, sejarah food delivery tidak terlepas dengan kebutuhan orang akan makanan siap saji. Tapi, kapan makanan siap saji mulai populer?

Ada sejumlah bukti tentang budaya menjual makanan siap saji di masa lalu, seperti Thermopoliums of Ancient Rome di Roma, di mana ketika itu seorang juru masak menyiapkan makanan untuk kelas pekerja, karena beberapa di antaranya tinggal di rumah kecil yang kadang-kadang tidak punya dapur untuk memasak.

Namun demikian, ide untuk makan di restoran, menghadap meja yang tertata sedemikian rupa, bersantai sambil menikmati makanan panas, dan tidak perlu membersihkan sisa makanan setelahnya, baru populer di dunia Barat pada tahun 1780-an. Yakni saat orang-orang Paris mulai mendirikan restoran. Waktu itu, restoran menjadi tujuan orang yang ingin memulihkan kesehatannya dengan makan.

Di Amerika Serikat, makanan take away mulai populer di tahun 1800-an. Seperti halnya terjadi di Roma, ketika itu ditujukan untuk para pekerja yang sibuk atau orang yang sedang bepergian. Mereka bisa membeli sandwich dan salad yang sudah jadi dari toko.

Di era Jim Crow, orang kulit hitam di Amerika Selatan sering harus memesan makanan di restoran dengan sistem take away, karena banyak restoran yang tidak mengizinkan mereka makan di tempat.

Sebaliknya, banyak juga wanita kulit hitam akhirnya mulai memasak dan menjual makanan mereka sendiri kepada para pekerja ketika jam makan siang. Di antara mereka bahkan ada yang menjadi populer dan sukses dengan bisnisnya ini.

Gordonsville di Virginia bahkan menjadi tujuan wisata bagi para pelancong karena terkenal dengan ayam goreng terbaik di wilayah ini.

Pizza Delivery yang Pertama

Mungkin, food delivery pertama terjadi pada tahun 1889, ketika Raja dan Ratu Italia mengunjungi wilayah Napoli dan tidak menemukan makanan lokal yang disukainya.

Setelah Ratu jatuh sakit, keluarga kerajaan pun mencari makanan khas Italia. Jadilah seorang koki bernama Raffaele Esposito dari Pizzaria di Pietro e Basta Cosi, menyiapkan pizzanya yang terkenal lalu mengirimkannya sendiri kepada sang Ratu.

Dia bahkan menamai mozzarella dan basil pada pizzanya setelah mendengar ulasan positif sang Ratu tentang makanan tersebut. Dan di sinilah pizza Margherita, sebagaimana nama sang Ratu, lahir.

Namun, food delivery bukan saja hanya tentang pizza. Makanan Cina juga termasuk pelopor dalam sistem restoran take away dan delivery.

Pada tahun 1922, Kafe Kin Chu, yang terletak di pusat kota Los Angeles, mengiklankan layanan khusus. Mereka mengklaim sebagai satu-satunya restoran di Pantai Barat Amerika yang membuat dan mengantarkan hidangan Cina asli.

Namun sayangnya, industri food delivery yang sedang berkembang saat itu surut akibat jatuhnya pasar saham pada tahun 1929 dan kemudian terjadi depresi besar. Orang-orang tidak bisa lagi menghabiskan uang mereka untuk kemewahan atau kenyamanan mendapatkan food delivery.

TV Dinners

Sebelum akhir Perang Dunia II, pada tahun 1945 food delivery akhirnya kembali meledak di kancah kuliner Amerika. Setidaknya karena dua alasan:

Pertama, pizza menjadi sangat populer ketika tentara Amerika yang kembali dari garis depan Italia membawa pulang kebiasaan makan pasta dan pizza yang mereka temukan saat berada di luar negeri. Pada 1950-an, kedai pizza pun akhirnya berkembang di seluruh Amerika.

Kedua, terjadi migrasi besar-besaran orang-orang kota ke pinggiran kota setelah perang, hal ini karena perumahan di pinggiran kota terjangkau harganya.

Namun, gaya hidup baru di pinggiran kota yang lebih berfokus pada keluarga, yaitu dengan makan makanan rumahan, sempat menggoyang industri food delivery.

Untungnya, dengan pendapatan mereka yang lumayan dan tidak banyak yang bisa dilakukan di pinggiran kota, televisi akhirnya menjadi hobi utama di tahun 50-an. Semakin banyak keluarga yang membiasakan makan malam sambil terpaku di depan kotak bercahaya itu.

Sehingga pada tahun 1953, perusahaan Swanson and Sons sempat meluncurkan novel berjudul “TV Dinners”. Di era inilah makanan beku (frozen food) menjadi populer karena bisa dengan cepat dihidangkan, cukup dengan dihangatkan.

Para pemilik restoran yang mengalami penurunan, menangkap peluang dan mulai menawarkan layanan delivery kepada pelanggan mereka dengan biaya tertentu. Tidak disangka, pendapatan mereka meningkat lagi hingga 50%.

Sebuah restoran di Los Angeles, bernama Casa D’Amore adalah yang pertama menawarkan biaya pengiriman gratis untuk pesanan lebih dari 2,50 dolar, dan karenanya lahirlah para pengantar pizza pemberani karena mereka harus membawa makanan cukup banyak.

Food Delivery di Era Modern

Internet mengubah segalanya, termasuk dalam industri food delivery. Saat ini, sistem food delivery terbilang benar-benar baru.

Pada tahun 1994, perusahaan seperti Pizza Hut mulai menyesuaikan diri dengan membuka pemesanan pizza dari situs web mereka.

Tak lama kemudian, bisnis dot com lainnya bermunculan. Mereka tidak hanya menawarkan layanan yang lebih mudah tapi juga pilihan yang lebih beragam.

Pada tahun-tahun berikutnya, food delivery sama sekali berubah, mereka tidak hanya membantu pelanggan memesan makanan, tapi juga sekaligus menyediakan jasa pengiriman itu sendiri.

Ini memungkinkan sebuah restoran yang menjalankan bisnis food delivery tidak harus punya staf pengiriman. Dunia kuliner yang baru dan nyaman pun terbentuk.

Saat ini, konsumen dapat memilih makanan dari berbagai aplikasi pesan-antar makanan. Tentu saja tidak seperti tahun 1889, tidak perlu menjadi bangsawan Italia dulu untuk mendapatkan layanan food delivery yang terbaik.

Saat pandemi Covid-19 muncul di akhir 2019, layanan pesan antar makanan hampir menjadi kebutuhan semua orang. Industri restoran pun menghadapi perjuangan berat di zaman modern ini. Mereka harus bisa beradaptasi, di mana orang-orang saat ini menghindari risiko kontak fisik dengan orang lain.

Berkat food delivery mereka yang berada di daerah berisiko tinggi Covid-19 tetap dapat menikmati makanan panas di rumah mereka sendiri yang aman, dan tidak perlu repot memasak. Mungkin, ini salah satu jasa Ratu Italia.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...