Ada 7 Langkah Praktis Membangun Personal Branding

Jika ada orang mencari nama Anda di Google, kira-kira apa yang akan dia temukan?

Jika Anda tidak tahu jawabannya, berarti ini adalah kesempatan Anda untuk memperbaiki personal brand Anda.

Bagaimana caranya?

Ryan Foland, konsultan, mentor bagi para eksekutif memberitahu langkah demi langkah lewat bukunya ‘Ditch the Act’. Ryan telah menjadi pembicara di sejumlah media seperti Entrepreneur, Forbes, Fortune dan banyak lagi untuk berbagi tips tentang personal branding.

Berikut langkah-langkah praktisnya sebagaimana dikutip dari influencive.com:

Langkah Pertama: Pastikan Anda ingin dikenal sebagai apa

Ini seringkali menjadi pertanyaan yang sulit dijawab. Itulah sebab kenapa banyak orang sulit mulai membangun personal brand mereka. Mereka tidak tahu apa personal brand mereka sendiri.

Parahnya lagi, ketika tidak tahu mereka tidak melakukan apa-apa. Mereka menyia-nyiakan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, karena tidak tahu mau membangun brand dari mana.

Tulislah daftar tentang Anda ingin dikenal. Lalu pilih satu, dua atau tiga di antaranya.

Apakah Anda ingin dikenal sebagai orang yang suka bicara? Orang yang lucu, ramah, perhatian, penyayang, atau seorang profesional? Sebut saja.

Tuliskan sebanyak mungkin sifat, kualitas, bakat dan keterampilan yang Anda inginkan untuk dikenal orang.

Langkah Kedua: Mintalah orang lain mendeskripsikan tentang Anda dalam beberapa kata

Mintalah kepada 10 orang untuk menuliskan bagaimana mereka menggambarkan diri Anda, tetapi dengan anonim. Sebab Anda menginginkan jawaban yang jujur dari orang yang Anda tanyakan.

Mintalah mereka menuliskan sifat positif dan negatif pada diri Anda. Ini mungkin bisa meminta bantuan pada teman Anda.

Pilih orang-orang dari kelompok sosial berbeda, misalnya dari sisi pekerjaan, keluarga, dan lain sebagainya. Ini agar hasilnya seimbang.

Berikan waktu sekitar satu minggu setelah Anda memberikan pertanyaan, lalu pastikan mereka untuk mengirimkan jawabannya.

Nah, sekarang Anda punya dua data berbeda. Yaitu daftar tentang bagaimana Anda ingin dikenal dan daftar tentang apa yang dipikirkan orang lain tentang Anda.

Langkah Ketiga: Kelompokkan semua jawaban

Kumpulkan daftar jawaban Anda dan jawaban dari orang lain. Lalu kelompokkan sifat dan kualitas Anda yang serupa.

Transkripsikan ciri-ciri tersebut ke dalam dua kertas tempel berwarna berbeda.

Satu warna tertentu untuk jawaban Anda, dan warna lainnya untuk jawaban dari orang lain.

Pastikan Anda meletakkan satu item per kertas tempel. Jika Anda mengumpulkan banyak data, Anda mungkin akan memiliki cukup banyak catatan yang ditempel. Ini akan memberi hasil lebih baik.

Lalu, tempelkan semua itu ke dinding, cermin atau papan tulis. Jangan lupa, kelompokkan catatan yang serupa.

Langkah Keempat: Bandingkan catatan Anda dengan yang Anda dapat dari orang Lain

Gunakanlah informasi yang Anda peroleh tersebut untuk meningkatkan kualifikasi diri Anda.

Banyak cara, misalnya mengambil kursus, membaca buku-buku, belajar, dan melakukan upaya untuk meminimalkan hal negatif pada personal brand Anda yang ditimbulkan oleh sifat-sifat Anda.

Tindakan yang Anda ambil dalam jangka pendek atau panjang akan mengubah kelemahan Anda itu menjadi kekuatan.

Langkah Kelima: Teliti dan lihat bermacam-macam sifat

Beberapa catatan mungkin memiliki kemiripan, yaitu yang Anda dan orang lain identifikasi. Ini berarti merupakan ciri-ciri yang selaras dengan personal brand Anda.

Beberapa mungkin hanya memiliki ciri-ciri yang disebutkan oleh orang lain tentang Anda. Ini artinya, ada ciri-ciri yang dilihat orang lain dalam diri Anda tapi Anda sendiri tidak melihatnya.

Jika hanya ada satu orang yang mengatakan Anda memiliki sifat tertentu, sementara Anda sendiri tidak melihatnya, jangan masukkan sebagai personal brand Anda.

Beberapa lainnya, mungkin merupakan ciri-ciri yang hanya Anda mengidentifikasinya, sementara orang lain tidak. Ini mungkin bukan kekuatan Anda.

Misalnya, ada orang yang mengatakan Anda pandai berbicara di depan umum. Sementara Anda juga mengidentifikasi bahwa Anda ingin dikenal sebagai pembicara.

Anda bisa mengumpulkan dua catatan itu dan meletakkannya berdampingan. Ulangi proses ini sampai semua catatan terverifikasi.

Langkah Keenam: Beri nama kelompok

Untuk kelompok catatan yang memiliki ciri-ciri sama, di mana Anda dan orang lain melihat hal serupa pada diri Anda, beri nama kelompok ini dengan kata yang paling mewakili.

Langkah Ketujuh: Buat Kategori

Anda pada akhirnya harus memiliki tiga atau lebih kategori kelompok.

Ini adalah kategori seperti apa Anda ingin dikenal, yang cocok dengan apa yang dipikirkan orang lain tentang Anda, yaitu kategori: Karier, Kehidupan, dan Kepribadian. Pilih satu kelompok dari masing-masing tiga kategori tersebut.

Sekarang Anda telah menemukan titik temu antara apa yang orang lain pikirkan tentang Anda, dan bagaimana Anda melihat diri Anda sendiri.

Lihatlah kembali nama-nama yang Anda berikan untuk setiap kelompok, dan pastikan Anda menyukainya.

Langkah Berikutnya

Di era digital seperti sekarang sangat penting membangun personal brand. Apakah Anda seorang eksekutif di perusahaan besar atau entrepreneur yang sedang membangun perusahaan rintisan.

Semakin baik Anda melakukannya, semakin besar peluang orang lain menemukan Anda.

Ini artinya, penting untuk memiliki situs web, blog, atau media sosial dengan konten-konten yang mampu menjelaskan tentang siapa Anda, sesuai yang Anda inginkan.

Dengan begitu, ketika orang meng-Googling tentang Anda, Anda memiliki semacam kontrol atas apa yang bakal mereka lihat.

Personal branding pada dasarnya membuat keseimbangan. Ini tentu saja membutuhkan partisipasi aktif Anda. Anda bisa membangun narasi tentang siapa Anda, keterampilan, pengalaman, dan pada akhirnya, keahlian Anda.

Jika Anda tidak membuat konten yang sesuai di platform media sosial Anda misalnya, Anda bisa gagal menciptakan narasi tentang personal brand Anda.

Sebab, hal yang lazim dilakukan orang sekarang adalah mencari informasi tentang Anda secara online ketika dia akan bertemu atau bahkan melakukan kesepakatan bisnis dengan Anda.

Kenyataannya, algoritma Google akan menggali informasi bagi siapapun yang menginginkannya. Semakin Anda aktif dan sengaja terlibat memberitahu Google tentang siapa Anda sebenarnya, akan semakin cepat orang lain dapat mengenal Anda.

Tidak ada brand yang sempurna

Namun begitu, Anda juga harus menyadari bahwa Anda tidak mungkin menampilkan diri sebagai yang paling sempurna. Ini bukan tujuan sejati dari personal branding. Dengan mencoba tampil seolah paling sempurna justru akan semakin tampak ketiksempurnaan. Bersikap wajar dan proporsional tentu lebih bijaksana.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...