9 Kebiasaan Sehat ala Nabi

Rasulullah Saw dikenal menerapkan cara atau kebiasaan hidup yang sehat. Dari mulai makan, minum, menjaga kebersihan, hingga tidur pun beliau menerapkan kebiasaan yang sehat.

Cara-cara hidup sehat ala Nabi ini kemudian diamini atau dikonfirmasi oleh ilmu kesehatan modern sebagai cara yang direkomendasikan.

Berikut 9 kebiasaan sehat Nabi Muhammad Saw:

Pertama: Bangun Pagi

Nabi Saw terbiasa tidur lebih awal dan bangun subuh hari. Secara ilmiah, orang yang bangun lebih pagi memiliki produktivitas yang lebih baik, juga secara umum memiliki kesehatan mental yang lebih baik.

Bagi muslim, bangun subuh adalah rutinitas yang harus dilakukan, karena kewajiban menunaikan ibadah salat subuh. Namun, bagi non-muslim pun kebiasaan sehat ini banyak diikuti. Meski awalnya sulit tapi karena terbukti bisa meningkatkan kualitas hidup, mereka pun membiasakannya.

Kedua: Kurangi Makan

Nabi Saw menekankan kebiasaan mengurangi makan untuk mencegah berbagai penyakit. Pola hidup seperti ini sekarang sudah banyak didukung oleh sains dengan berbagai pola diet.

Konsep Nabi Saw bahwa 1/3 tubuh kita untuk makanan, 1/3 untuk cairan, dan 1/3 lagi untuk bernapas, ini cocok dengan konsep hidup sehat masyarakat Jepang “hara hachi bu”, yang artinya “makan sampai 80% kenyang”.

Ketiga: Makan Secara Perlahan

Nabi Saw. mempraktikkan dan menganjurkan makan secara perlahan. Sains modern kini menemukan fakta bahwa tubuh manusia membutuhkan sekitar 20 menit untuk mengirim sinyal ke otak, bahwa perut sudah penuh.

Nah, makan secara perlahan membantu agar orang makan lebih sedikit dan dapat meningkatkan pencernaan.

Keempat: Berbagi Makanan

Makan bersama saat ini diterapkan pada sejumlah perusahaan modern. Nabi Saw menganjurkan agar kita berbagi makanan. Misal, jika memasak makanan berkuah agar kuahnya diperbanyak supaya bisa dibagi ke tetangga dekat.

Dan hari ini, berbagi serta menikmati makanan bersama telah terbukti dapat mengurangi stres, meningkatkan hubungan keluarga, membangun harmonisasi, sekaligus mendidik kebiasaan makan sehat kepada keluarga.

Kelima: Jangan Minum dalam Satu Tarikan Nafas

Minumlah dengan dua atau tiga tarikan nafas, karena itu cara Nabi Saw.

Sains saat ini membuktikan, ketika seseorang minum terlalu banyak air dalam waktu singkat ia akan mengalami sakit kepala. Terjadi ketidakseimbangan kadar elektrolit darah, sehingga kadang-kadang membuat pusing. Minum secara perlahan membantu tubuh benar-benar menyerap cairan dan mendapatkan manfaat air secara maksimal.

Keenam: Makan Buah Delima

Delima dianggap sebagai buah favorit Nabi Saw. Menurut penelitian ilmiah modern, delima merupakan buah tersehat di bumi.

Delima mengandung mangan, yang membantu pembentukan struktur tulang selama proses metabolisme, dan kalium yang membantu mempertahankan fungsi sel serta menjaga keseimbangan tingkat cairan.

Delima juga mengandung flavonoid dan polifenol, antioksidan yang melindungi tubuh dari penyakit jantung.

Ketujuh: Berpuasa

Menurut riset terbaru, bukan hanya makanan yang kita makan, tapi waktu dan pola makan kita juga memiliki dampak yang besar pada kesehatan kita.

Berpuasa adalah rutinitas kehidupan Nabi Saw. Tidak hanya dalam bulan Ramadhan, beliau juga mempraktikkan puasa setiap Senin dan Kamis, juga pada tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan.

Ini mirip dengan puasa intermiten untuk kesehatan yang telah terbukti dapat menyeimbangkan kadar hormon, mencegah stres oksidatif serta mengurangi peradangan secara keseluruhan.

Kedelapan: Memakan Kurma

Kurma adalah makanan sempurna untuk berbuka puasa karena dapat menstabilkan kadar gula darah, menyeimbangkan kadar elektrolit darah dan membantu memulai sistem pencernaan dalam persiapan makanan.

Nabi Saw juga menganjurkan agar memakan kurma menjelang waktu kelahiran. Dan secara sains kedokteran terbukti bahwa kurma meningkatkan produksi oksitosin dalam tubuh yang bisa mempercepat proses persalinan.

Kesembilan: Tetap Aktif dan Produktif

Untuk bisa menjalankan setidaknya tiga rukun Islam yakni salat, puasa dan ibadah haji, seorang muslim harus sehat dan bugar.

Salat sendiri merupakan aktivitas ibadah fisik yang membutuhkan pergerakan otot dan persendian. Sementara puasa dan ibadah haji juga mensyaratkan kesehatan secara fisik.

Nabi Saw sangat menganjurkan olahraga atau beraktivitas fisik. Oleh karena itu, beliau mengatakan agar para orang tua mengajarkan anak-anak mereka berenang, berkuda dan memanah.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...