8 Soft Skill yang Sebaiknya Dikuasai Seorang Leader

Dalam dunia bisnis dewasa ini soft skill mulai menarik perhatian, terlebih ketika pandemi Covid-19 melanda dunia Maret 2020 lalu. Sebelumnya, dunia bisnis cenderung mengabaikan soft skill dan lebih fokus pada hard skill.

Di masa pandemi, ketika terjadi pergeseran kebiasaan kerja dari kantor ke rumah (WFH), soft skill seperti kreativitas, persuasi, kolaborasi, kemampuan beradaptasi dan kecerdasan emosional menjadi sangat dibutuhkan.

Pada dasarnya soft skill sangat dibutuhkan di dunia kerja maupun bisnis, terutama bagi seorang leader atau pemimpin. Nah, berikut ini 8 soft skill yang seharusnya dimiliki oleh seorang leader agar bisa menjadi membawa tim mencapai tujuan yang lebih baik.

1. Kreativitas

Cara terbaik untuk menyerap ide-ide segar ke dalam bisnis apapun adalah dengan melihat industri lain, bahkan kalau perlu hingga ke negara lain.

Konsep apa yang mereka gunakan, yang mungkin bisa diterapkan untuk bisnis Anda?

Lakukan diskusi dalam kelompok kecil terlebih dulu, untuk menghindari konflik. Buatlah daftar ide, kemudian sampaikan ide tersebut di depan semua orang. Sertakan ide-ide “gila”, apa saja. Terkadang, semakin liar sebuah ide akan semakin baik.

2. Persuasi

Robert Cialdini, dalam buku “Influence: The Psychology of Persuasion” membahas 6 prinsip universal persuasi, yaitu: reciprocity (timbal balik), scarcity (kelangkaan), authority (otoritas), consistency (konsistensi), liking (suka), and consensus (konsensus).

Menurut Aristoteles, “Karakter bisa disebut cara persuasi yang paling efektif.”

3. Kolaborasi

Kolaborasi membawa kerja tim ke tingkat yang lebih baik. Kolaborasi adalah menyatukan orang-orang dengan keahlian dan perspektif yang berbeda untuk menyelesaikan sebuah proyek, bahkan seringkali tanpa seorang pemimpin.

Organisasi atau perusahaan yang dapat memanfaatkan soft skill ini memahami bahwa komunikasi adalah yang terpenting.

4. Adaptasi

Ini berkaitan dengan keahlian abad ke-21. Perubahan terjadi dengan kecepatan yang sangat tinggi. Bahkan menjadi tidak mungkin sekarang untuk melihat apa yang akan terjadi beberapa tahun ke depan.

Banyak sekali yang akan mengubah cara kita berbisnis, itulah mengapa sangat penting bagi kita untuk tetap mengikuti teknologi terbaru.

5. Kecerdasan Emosional (EQ)

Kecerdasan emosional (EQ) didefinisikan sebagai kapasitas seseorang untuk menyadari, mengontrol dan mengekspresikan emosi, serta untuk menangani hubungan interpersonal dengan bijaksana dan penuh empati.

Mereka yang memiliki EQ tinggi akan lebih mampu menangani situasi dengan tekanan tinggi, mampu melahirkan resolusi konflik, membuat kritik yang membangun, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu skill ini sangat dicari oleh sebuah tim. Menurut survei yang dilakukan CareerBuilder, 75% manajer melakukan rekrutmen dengan mengutamakan EQ ketimbang IQ.

Hard skill dan kecerdasan intelektual lebih mudah diajarkan kepada karyawan, sementara EQ membutuhkan lebih banyak waktu dan pemahaman mendalam.

6. Motivasi Diri

Motivasi diri berperan penting untuk membuat inisiatif. Kita semua memang harus belajar bagaimana mengelola energi dalam diri kita.

Energi tidak hanya berasal dari makanan yang seimbang tapi juga dari motivasi diri untuk berprestasi, ketahanan dan komitmen.

Motivasi diri terkait dengan pola pikir. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki mindset akan berkembang jauh lebih berhasil, karena mereka meyakini apa yang mereka lakukan.

7. Manajemen Waktu

Kinerja yang tinggi secara langsung terkait dengan pemanfaatan waktu yang baik. Sebagian besar wirausahawan sudah bekerja keras, tapi yang membedakan mereka yang sukses dengan yang tidak adalah kemampuan mereka untuk menerapkan tiga hal: rencana, prioritas dan kinerja.

Rencana: Penulis populer Brian Tracy menjelaskan pentingnya perencanaan dengan mengatakan, “Setiap menit yang Anda habiskan dalam perencanaan, menghemat 10 menit dalam pelaksanaan; ini memberi Anda energi balik 1.000%”

Prioritas: Prioritas adalah hanya memanfaatkan tempat terbaik untuk menggunakan sumber daya yang tersedia.

Stephen Covey menjelaskan ada 4 kuadran yang membagi sebuah tugas sesuai urgensi dan kepentingannya. Dia menjelaskan, kuncinya adalah fokus pada hal-hal yang penting.

Kinerja: Seperti yang dikatakan Gary Vaynerchuk, “Eksekusi adalah kuncinya.” Tanpa itu, bahkan rencana terbaik pun akan gagal.

8. Story Telling (Mendongeng)

Seorang pebisnis Amerika mendiang Jim Rohn sering mengilustrasikan perbedaan antara mendongeng dengan pidato lewat kisah Cicero dan Demosthenes, dua orator hebat pada zaman kuno.

“Dikatakan bahwa ketika Cicero berbicara, orang-orang terpesona dan akan berseru, ‘Sungguh pidato yang brilian!’ Tapi ketika Demosthenes berbicara, orang-orang akan berkata, ‘Mari kita berbaris!’

“Yang membedakan pendongeng adalah mereka memiliki kemampuan untuk menggerakkan orang untuk bertindak. Mereka bisa menjangkau ke dalam diri kita dan menyentuh jiwa kita,” kata dia.

Covid-19 mengajarkan banyak orang betapa pentingnya soft skill yang harus dikuasai seorang leader, terutama ketika tim harus bekerja secara jarak jauh dengan berbagai tantangan dan dinamika yang dihadapi.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...