7 Cara Berjualan Melalui Instagram

Berjualan melalui Instagram mungkin bukanlah hal yang lazim bagi kebanyakan orang lima tahun lalu. Tapi saat ini platform media sosial tersebut telah berkembang ke arah sana.

Instagram yang memulai debutnya sebagai aplikasi berbagi foto kini telah menjadi alat pemasaran penting untuk semua jenis usaha.

Dengan antarmuka pengguna yang cukup sederhana serta penekanan pada komunikasi visual, media sosial terbesar kedua di dunia (setelah Facebook) ini tengah tumbuh menjadi platform e-commerce yang cukup lengkap.

Sekitar 72 persen dari 1 miliar lebih pengguna bulanan Instagram mengaku telah membeli produk yang mereka lihat Instagram. Hal ini semakin menguatkan Instagram sebagai aplikasi yang bisa digunakan untuk mereview sebuah produk dan layanan.

Bagaimana cara menggunakan Instagram sebagai platform yang efektif untuk berjualan? Berikut 7 tips yang dikumpulkan dari pengalaman sejumlah pelaku bisnis, dikutip dari creativebloq.com:

1. Beralih ke akun bisnis

Hal pertama yang perlu dilakukan untuk bisa menjual melalui Instagram adalah mengubah akun pribadi menjadi akun bisnis.

Meski misalnya kita tidak akan menggunakan Instagram Shopping untuk mempromosikan produk secara langsung, tetap saja dibutuhkan akun bisnis jika kita berencana memasarkan barang atau jasa.

Selain agar bisa menggunakan Instagram Shopping, akun bisnis juga memungkinkan profil bisnis kita mengakses performance insight, menjalankan iklan, dan menyertakan tombol kontak pada bio.

Untuk beralih dari akun pribadi ke akun bisnis, masuk ke menu pada aplikasi Instagram. Lalu ketuk Pengaturan di kanan bawah, kemudian Akun dan Beralih ke Profil Profesional.

2. Mengatur Instagram Shopping

Setelah menggunakan akun bisnis, kita sudah bisa menjual produk fisik melalui toko online, dan menggunakan Instagram Shopping untuk mempromosikan produk dan jasa dalam postingan maupun Story.

Untuk mengatur Instagram Shopping, pengguna harus membuat katalog produk di Manajer Katalog Facebook (fitur yang ada pada Business Manager) beserta mengaktifkan penandaan (tag) produk.

Pengaturan ini bisa dilakukan dengan cepat dan mudah apabila kita sudah memiliki toko online dengan salah satu mitra e-commerce Facebook. Namun jika belum, mungkin prosesnya akan lebih rumit. Kita harus memasukkan detail produk secara manual.

Masing-masing produk membutuhkan deskripsi, harga, link ke halaman tertentu di situs di mana orang dapat membelinya, dengan minimal satu gambar.

Sementara untuk materi iklan Instagram akan merekomendasikan untuk menambahkan beberapa gambar produk dari sudut yang berbeda dan dalam situasi kehidupan nyata yang berbeda-beda. Setelah itu, platform akan meninjau akun kita yang dapat memakan waktu beberapa hari.

3. Gunakan label produk dan stiker

Setelah menyiapkan Instagram Shopping, jangan ragu menggunakannya untuk menandai produk di postingan dan Story.

Yang perlu kita lakukan hanyalah mengetuk “Tag Products” saat membuat postingan. Kita juga dapat menambahkan hingga 5 produk per gambar, atau 20 per carousel pada postingan dan satu stiker produk per Story.

Pengguna akan melihat pesan ‘View Products’ dan dapat mengetuk untuk melihat nama dan harga produk. Jika mereka mengeklik tag yang muncul, mereka akan diarahkan ke halaman detail produk. Dari sana, mereka dapat mengklik situs web kita untuk melakukan pembelian.

Postingan yang dapat dibeli akan diidentifikasi pada postingan kita dengan ikon tas belanja kecil di pojok kanan atas.

4. Tingkatkan keterlibatan

Setelah menggunakan Instagram Shopping, kita perlu memastikan postingan tersebut dilihat oleh calon pelanggan. Jangkauan dapat ditingkatkan dengan meningkatkan interaksi. Algoritma Instagram akan menampilkan postingan kepada lebih banyak orang jika mereka menerima respons positif.

Meski Instagram pada dasarnya adalah platform visual, tapi teks juga tidak boleh diabaikan. Selingi ajakan bertindak dengan kreativitas teks yang memberikan informasi dan melibatkan pemirsa.

Mengatur ke topik yang sedang tren atau berbagi cerita di balik bisnis kita juga dapat membantu. Perlu diingat, Instagram akan menampilkan postingan kepada pengguna berdasarkan minat mereka, sehingga sangat penting konten yang dibuat relevan dengan target pelanggan.

Hashtag dan tag mention juga penting untuk memperluas jangkauan. Gunakan kombinasi antara hashtag umum yang memiliki volume posting tinggi dan hashtag lain yang lebih spesifik yang memiliki volume lebih rendah.

5. Menjaga konsistensi

Postingan dengan tag produk harus konsisten, baik secara estetika maupun nada suara yang digunakan dalam konten.

Seorang Direktur Kreatif Aliana Orellano merekomendasikan, “Meskipun Anda ingin menampilkan produk dari sudut yang berbeda dan dalam situasi yang berbeda, tapi cobalah untuk memastikan warna, latar belakang, tekstur dan gaya fotografi serta editingnya menciptakan hubungan visual dan konsisten dengan identitas produk.

6. Jalankan iklan

Meningkatkan keterlibatan adalah salah satu cara agar postingan kita dapat dilihat oleh lebih banyak orang.

Instagram mengikuti induknya, Facebook dalam menyediakan lebih banyak ruang untuk postingan berbayar. Sebab, membuat konten organik cenderung tidak dilihat oleh bukan followers.

Setelah toko kita aktif dan berjalan dan kita juga telah membangun identitas yang kuat, mungkin inilah saatnya untuk bereksperimen dengan iklan berbayar untuk menjangkau lebih banyak orang.

Kita bisa mempromosikan postingan langsung pada aplikasi Instagram, tapi sebaiknya mempelajari juga menggunakan Pengelola Iklan Facebook. Facebook menawarkan jenis iklan yang lebih luas dan penyesuaian lebih besar untuk menargetkan audiens dengan minat tertentu. Ini bisa membantu kita menghindari pemborosan anggaran karena sasaran demografis yang salah. Di Facebook juga kita dapat mengedit preferensi sehingga iklan hanya berjalan di Instagram, bukan di Facebook.

7. Jangan memposting hanya tentang jualan

Meski Instagram saat ini telah menjadi bisnis besar, tapi ia tetaplah merupakan media jejaring sosial.

Oleh karena itu, untuk menjaga followers tetap terlibat dalam jangka panjang, kita harus kreatif membuat konten-konten di luar konten jualan.

Tapi bukan juga berarti kita memposting gambar kita sedang sarapan, misalnya. Postingan bisa saja menceritakan perjalanan bisnis kita, berbagi detail di balik layar tentang pekerjaan, atau membicarakan minat yang lebih luas. Orang lebih cenderung terlibat jika ada sentuhan-sentuhan pribadi dalam feed kita.

Di luar itu semua, yang paling penting sebetulnya adalah bagaimana kita membuat dan mempertahankan produk atau layanan yang benar-benar berkualitas untuk pelanggan. Sehingga sesuai antara apa yang kita promosikan dengan kenyataan. Inilah yang akan menciptakan repeat order dan membuat usaha terus berkembang.

Ini hanya bisa dilakukan jika prinsip-prinsip seperti kejujuran, kreativitas, inovasi, komunikatif, dan integritas menjadi budaya dalam perusahaan.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...