5 Penemuan Ilmuwan Indonesia yang Mendunia

Seperti halnya penulis, seorang peneliti biasanya bekerja di ruang sunyi. Kerja mereka kerap tak diketahui publik maupun tersorot media. Tiba-tiba saja karya atau temuan mereka diakui dunia lantaran memiliki pengaruh yang luar biasa bagi masa depan global.

Seperti yang baru saja diraih Prof. dr. Adi Utarini ketika namanya masuk dalam daftar 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia versi TIME atas temuannya mengenai bakteri Wolbachia yang dapat mencegah penularan demam berdarah atau DBD.

Selain Utarini, sebetulnya banyak hasil temuan para peneliti Tanah Air yang diakui dunia. Nah, berikut ini 5 diantaranya:

1. Pembasmi DBD Prof. Utarini

Bakteri itu bernama Wolbachia. Ia dimasukkan ke nyamuk Aedes aegypti sehingga membuat nyamuk tersebut tidak bisa mentransfer virus demam berdarah ke manusia.

Sistem ini ditemukan oleh Guru Besar Kesehatan Masyarakat Prof. dr. Adi Utarini, MSc, MPH, PhD dengan timnya di Eliminate Dengue Project, Yogyakarta.

Nyamuk Aedes aegypti berbakteri yang dilepas liar dan dibiarkan berkembang biak ternyata menghasilkan generasi nyamuk yang jinak sehingga mencegah wabah DBD.

Penemuan ini berhasil mengurangi kasus DBD hingga 77 persen di sejumlah kota besar di Indonesia. Baca juga >>

Atas temuan tersebut nama Prof. Utarini masuk ke dalam daftar Nature’s 10: Ten People Who Helped Shape Science in 2020, jurnal ilmu pengetahuan Nature dan 100 Orang Berpengaruh di Dunia 2021.

2. Crack Propagation B.J. Habibie

Teori crack propagation adalah teori pendeteksian rambatan kerusakan konstruksi badan pesawat yang ditemukan oleh B.J. Habibie.

Selain itu, alumnus Universitas Teknologi Rhein Westfalen Aachen ini juga berhasil meringankan bobot pesawat kosong tanpa berat penumpang dan bahan bakar hingga 10 persen, bahkan hingga 25 persen setelah material komposit dimasukkan ke dalam badan pesawat.

Karya-karya B.J. Habibie sudah tak asing lagi di dunia penerbangan. Inilah yang membuat mantan Presiden RI ini dijuluki sebagai Bapak Teknologi Indonesia.

3. Fakta Jumlah Kromosom

Penemuan Dr. Joe Hin Tjio pada 1956 yang dipublikasikan di Hereditas, jurnal genetika kredibel tingkat internasional menyebutkan bahwa setiap manusia memiliki 26 pasang atau 46 buah kromosom yang membawa miliaran DNA di dalam tubuhnya.

Dr. Joe Hin Tjio adalah ilmuwan kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah (1919-2001). Penelitiannya dilakukan di Institute of Genetics of Sweden di University of Lund, Swedia. Dr. Joe Hin Tjio mendapatkan penghargaan International Prize dari Joseph P. Kennedy, Jr. Foundation.

4. Konstruksi Sosrobahu

Konstruksi Sosrobahu atau sistem Landasan Putar Bebas Hambatan (LPBH) merupakan sistem yang memungkinkan pembangunan jalan layang tanpa memunculkan kemacetan dan gangguan lalu lintas di bawahnya.

Sistem LPBH atau konstruksi Sosrobahu dirancang oleh seorang Indonesia bernama Tjokorda Raka Sukawati. Ia merupakan alumnus teknik sipil Institut Teknologi Bandung (ITB). Karyanya itu kemudian sempat digunakan untuk membangun jembatan di Seattle. Baca juga >>

5. Teknologi 4G LTE

Konsep Fast Fourier Transform (FFT) atau teknologi 4G LTE saat ini telah menjadi standar International Telecommunication Union (ITU) yang dipatenkan pada tahun 2005 atas nama Assoc. Prof. Dr. Eng. Khoirul Anwar, S.T., M.Eng., seorang ilmuwan asal Indonesia kelahiran Kediri Jawa Timur.

Lulusan Nara Institute of Science and Technology (NAIST) Jepang itu juga memiliki hak paten sistem deteksi illegal transmitter yang berpotensi dipakai di dalam teknologi 5G.

Nah, itu dia 5 penemuan luar biasa bermanfaat bagi dunia oleh ilmuwan Tanah Air yang telah diakui serta digunakan oleh industri secara global. Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk menjadi seorang penemu?

#ilmuwan #indonesia #time

Baca Lainnya
Komentar
Loading...