5 Langkah Membuat Konten Marketing untuk Bisnis

Banyak bisnis telah mengalihkan strategi pemasaran mereka ke sistem online, ini sudah terjadi bahkan sebelum adanya pandemi. Booming digital-lah musababnya. Hampir semua aktivitas kehidupan manusia sekarang terkait dengan digitalisasi, tak terkecuali dunia bisnis.

Nah, memasarkan produk atau jasa secara online tidak bisa dipisahkan dengan konten (content marketing). Konten marketing sendiri merupakan salah satu strategi pemasaran online. Fokusnya adalah merencanakan, membuat serta mendistribusikan konten yang relevan, konsisten, dan mampu menarik perhatian audience.

Dengan konten itu, diharapkan audiens tertarik untuk menggunakan produk atau jasa bisnis yang ditawarkan.

Jadi, jika saat ini ada pelaku usaha atau pemilik bisnis yang menanyakan, apakah konten marketing itu penting? Jawabannya, untuk saat ini sangat penting. Terlebih, bagi bisnis yang pemasaran utamanya melalui online.

Menurut studi Lyfe Marketing, sekitar 78% customer mengetahui sebuah bisnis melalui artikel ketimbang iklan. Disamping itu, 70% customer juga ternyata lebih percaya dengan bisnis yang menyediakan berbagai jenis konten.

Tapi, seperti apakah strategi konten marketing yang jitu supaya bisa menarik banyak calon consumer?

1. Tentukan tujuan pemasaran

Konten marketing dituntut agar relevan dengan bisnis yang dijalankan. Sebab tujuannya untuk menyakinkan dan menumbuhkan brand awareness yang baik terhadap audiens. Buatlah mereka tertarik.

Dengan tahu ke mana arah tujuan marketing dari sebuah produk, akan mempermudah kita membuat konten yang relevan. Misalnya, kalau Anda menetapkan tujuan pemasaran untuk menjual pakaian, berarti Anda harus mampu membuat konten yang berkaitan dengan pakaian.

2. Tentukan target audiens

Target audiens atau dikenal juga dengan buyer persona harus ditentukan di awal. Sebab, ketika Anda melakukan konten marketing, konten yang Anda buat harus memenuhi kebutuhan target audiens.

Apabila konten Anda sesuai dengan kebutuhan target audiens, maka mudah bagi Anda untuk menarik perhatian mereka. Goalnya mereka menggunakan produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Untuk mengetahui buyer persona, salah satu caranya Anda bisa memasang kode Google Analytic di website perusahaan Anda. Dengan Google Analytic Anda bisa tahu beberapa data mengenai audiens atau visitor seperti umur, gender, halaman website yang sering dikunjungi dan lain sebagainya.

3. Buat konten berkualitas dan sesuai tren

Membuat konten yang berkualitas tentu saja sebuah keharusan, tapi yang juga tak kalah penting adalah mengetahui tren. Caranya bisa menggunakan tools seperti Google Trends.

Setelah mengetahui topik yang sedang tren, saatnya memilih dan menyesuaikan topik yang sedang tren itu dengan bisnis Anda. Buatlah konten yang lebih bervariasi, seperti infografis, video, audio, artikel, webinar, dan lain-lain.

Menurut Ahmad Daher, CEO dan Founder Envijo, sebagaimana dikutip Forbes.com, untuk saat ini jika situs web Anda lebih lebih mirip Webster ketimbang Netflix, maka Anda berada dalam masalah.

Kenapa begitu? Karena menurutnya konten marketing melalui video lebih efektif untuk sekarang ini. Peran marketing adalah meningkatkan penjualan, salah satunya dengan menceritakan kisah-kisah yang menarik perhatian pelanggan. Dari menarik perhatian kemudian menjadi pemahaman yang lebih baik tentang sebuah brand.

“Dan maaf, Anda tidak dapat melakukannya di PDF,” kata Daher.

Dalam model Netflix, orang bisa menonton konten lebih panjang, dari mulai 30 menit hingga dua jam. Teks memang telah menggantikan video 4K yang indah yang dengan segera memutar cuplikan sesaat setelah Anda mengarahkan kursor ke video tersebut.

4. Distribusikan konten

Setelah konten dibuat, langkah berikutnya adalah mendistribusikan atau mempromosikannya.

Untuk distribusi bisa memanfaatkan berbagi platform media sosial yang ada dan sesuai dengan target audiens bisnis Anda.

Sebaiknya, distribusikan konten Anda pada semua jenis platform agar lebih banyak diketahui banyak orang. Semakin banyak yang tahu konten yang Anda buat, semakin mudah bagi produk Anda untuk menemukan konsumennya.

5. Evaluasi

Evaluasi konten yang telah didistribusikan atau dipromosikan juga penting. Hal ini agar menjadi acuan untuk membuat konten selanjutnya agar lebih berkualitas.

Untuk mengevaluasi konten di website Anda, bisa dengan menggunakan Google Analytic, perkembangannya bisa dilihat setelah Anda melakukan content marketing.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...