5 Kunci Rahasia Bisnis Pemilik Amazon

Amazon.com saat ini telah menjadi toserba online terbesar di dunia. Sulit membayangkan bahwa toko online ini dulunya merupakan toko buku online yang dioperasikan dari sebuah garasi kecil di rumah pendirinya.

Jeff Bezos, yang sekarang menjadi salah satu orang terkaya di dunia menurut Forbes dengan kekayaan diperkirakan bernilai USD 185 miliar, mengawali semua usahanya itu pada tahun 1994. Saat ini, hampir semua barang bisa dibeli di Amazon, tidak hanya buku.

Bagaimana Bezos melakukan itu semua, sehingga toko yang dulunya hanya menjual buku menjadi toko serba ada, dan menjadi yang terbesar di dunia?

Pada tahun 2018 dalam sebuah wawancara di Economic Club of Washington, Bezos mengatakan dirinya pernah mengirim email kepada 1.000 pelanggan yang dipilih secara acak dan bertanya kepada mereka, “Selain barang-barang yang kami jual hari ini, apalagi yang Anda ingin lihat untuk kami jual?”

Kata dia, semua tanggapannya dari email yang dikirim itu cukup panjang, tapi sejatinya cara mereka menjawab pertanyaan itu adalah apa pun yang mereka cari saat itu.

Pada tahun 1997, Amazon memulai langkah besar dengan menjual CD dan DVD sebagai upaya sang pendiri untuk memperluas etalase toko online-nya. Dan rupanya terobosan tersebut lumayan berhasil.

Dari situlah, dia berpikir bahwa dia bisa menjual apapun di Amazon. Akhirnya dia pun meluncurkan sejumlah perlengkapan lain seperti elektronik, mainan dan terus bertambah banyak lagi kategori lainnya seiring dengan waktu.

Jadi, apa kunci rahasianya?

1. Berikan apa yang mereka inginkan

Pada awal 2000-an, Amazon telah bergerak jauh melampaui dari hanya sebagai penjual buku, video, dan musik. Toko online ini juga menawarkan pakaian, elektronik, mainan, peralatan dapur, hingga langganan majalah.

Benzos pernah menulis surat kepada pemegang saham pada tahun 1999 yang isinya adalah visi untuk membangun Amazon sebagai pusat bagi para pelanggan di dunia, tempat dimana pelanggan dapat datang untuk mencari dan menemukan apa saja dan semua yang mungkin ingin mereka beli secara online.

2. Ide sesederhana apapun patut dicoba

Kesalahan terbesar tentang inovasi adalah bahwa ide yang layak diuji itu haruslah rumit atau terdengar gila.

Tapi ternyata tidak. Itulah yang dilakukan Bezos. Kita bisa mengambil ide yang sangat sederhana, misalnya menjadikan toko yang awalnya hanya menjual buku, mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih besar.

3. Menyiapkan diri untuk gagal

“Saya telah meraup miliaran dolar dari kegagalan. Salah satu pekerjaan saya adalah mendorong orang untuk berani. Ini sangat sulit. Eksperimen pada dasarnya, cenderung gagal,” kata Bezos suatu kali pada konferensi IGNITION tahun 2014, sebagaimana dikutip CNBC.

Namun yang terpenting kata Bezos, mereka yang tidak menerima kegagalan itu pada akhirnya akan berada dalam posisi putus asa, dan akhirnya menyerah.

4. Bicaralah dengan orang-orang di luar lingkaran Anda

Kita semua memiliki kebutuhan yang berbeda, karena itu mendengarkan kebutuhan yang berbeda-beda itu penting, dan dapat membantu kita membuat keputusan yang lebih cerdas dan lebih cepat.

Untuk tahu bagaimana Amazon harus berkembang, Bezos tidak melihat dirinya sendiri atau karyawannya. Dia justru bertanya kepada para pelanggan secara langsung melalui email, tanggapan dari para pelanggan inilah yang membantunya mampu membangun bisnisnya.

5. Lakukan dengan pelan-pelan

Tidak ada orang yang menjadi kaya dalam semalam, kata Bezos. Amazon sendiri butuh 26 tahun untuk sampai ke posisi seperti sekarang, dan tidak berhenti melakukan inovasi.

“Pada dasarnya, Anda tidak bisa melewati beberapa langkah. Anda harus meletakkan satu kaki di depan yang lain. Semua membutuhkan waktu. Tidak ada jalan pintas,” jelas dia.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...